Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Nanda Teefa

penikmat durian....

Program Kaigai: Belajar dari Haruka Nakagawa

OPINI | 26 February 2014 | 16:26 Dibaca: 2057   Komentar: 6   1

1393404073388517950

Tanggal 24 Februari 2014 fans JKT48 menerima kabar bahwa akan ada member yang ditransfer dari AKB48 ke JKT48, bernama Chikano Rina (aka Chikariina). Kabar ini diumumkan pada event Dai Sokaku Matsuri yang dihelat di Jepang, di tanggal yang sama. Pengumuman ini akan menambah daftar panjang member AKB48 yang ditransfer ke JKT48, setelah Aki Takajo dan Haruka Nakagawa pada bulan November, tahun 2011 silam. Sementara itu, Aki Takajo sendiri, telah ditetapkan (concurrent) untuk kembali ke AKB48 dan tidak lagi menjalani posisi ganda (double position). Hal ini juga berlaku bagi Rena Nozawa, member asli Jepang yang mengikuti audisi di Jakarta dan bergabung dengan JKT48 sebelum kepindahan orang tua, yang juga resmi menjadi member tetap di AKB48.

Berbicara tentang Kaigai (transfer luar negeri di tubuh 48Family), fans 48Family tentu tidak bisa melepaskan satu nama yang dianggap paling sukses (kalau tidak mau disebut sebagai satu-satunya) menjalankan program ini. Yupz, Haruka Nakagawa atau yang terkenal dengan nama Haruka JKT48. Orang yang tidak mengenal JKT48 pun, mungkin tahu sedikit tentangnya karena dia telah muncul beberapa kali dalam iklan di Indonesia, sebutlah minuman dengan merk Pocari Sweat, provider IM3, pembalut Charm, dan mungkin akan banyak iklan lain yang menyusul di kemudian hari…

Penulis memiliki kesan tersendiri pada seorang Haruka Nakagawa. Tulisan ini bisa menjadi sedikit pandangan tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang Chikariina agar dia mampu mendulang sukses, dukungan, bahkan simpati dari fans 48Family di Indonesia. Walau mungkin tidak dapat meniru 100%, minimal mampu membuatnya bertahan di Indonesia, negara antah berantah yang jauh dari Jepang :v (kayak Chikariina-nya bisa ngerti aja hahaha…)

Kembali kepada sosok Haruka. Awalnya, penulis bukanlah fans AKB48, apalagi JKT48. Namun, tanpa penulis sadari, ketertarikan penulis terhadap idol group satu ini sudah ada ketika dibentuk pertama kali (lagi-lagi karena ada background Jepang di belakangnya :v. Penulis memang fans yang bias lol). Lewat program musik Dahsyat, penulis melihat Takamina mengumumkan pembentukan generasi 1 JKT48. Walau tak seketika menjadi fans, tapi penulis mengikuti beberapa berita mereka di layar TV atau surat kabar.

Ketertarikan penulis seolah meninggi lantaran mendengar kabar bahwa ada 2 member AKB48 yang ditransfer ke JKT48 pada bulan November 2011. Dua member itu bernama Aki Takajo dan Haruka Nakagawa. Kedatangan dua member ini juga sempat ditulis oleh seorang wartawan Koran Jawa Pos (yang juga seorang fans JKT48) pada bulan yang sama (bahkan, wawancara ini juga diabadikan lewat video. Sayangnya, video aslinya sudah dihapus oleh si empunya). Inilah alur penulis dalam menemukan sebuah “semangat pantang menyerah” yang selalu ada dalam diri Haruka:

  1. Pandangan penulis mulai fokus terhadap Haruka ketika membaca hasil wawancara di Jawa Pos yang menyebutkan “Haruka Nakagawa lebih unggul pengetahuan Indonesianya daripada Akicha”. Jika Anda pernah melihat video wawancara ini, Anda akan terkesan kepada Haruka, yang saat itu baru singkat saja di Indonesia tetapi sudah mampu menghapal nama-nama hari, mengartikan kalimat bahasa Jepang dalam bahasa Indonesia, bahkan mengingat nama masakan Indonesia yang menurut dia enak selain nasi goreng dan mie goreng yakni soto
  2. Haruka menyapa fans Indonesia, pada shonichi (hari pertama)-nya di teater JKT48 dengan menggunakan bahasa Indonesia. Penulis masih ingat, cuplikan acara Cek & Ricek di RCTI yang menampilkan seorang Haruka yang susah payah mengatakan: “Saya senang…. Saya senang…. (dia melupakan bagian selanjutnya sampai beberapa lama, bahkan ketika fans membantu, dia tetap lupa haha) namun pada akhirnya, mampu mengatakan “Saya senang, karena bisa bergabung dengan JKT48”
  3. Penulis pernah melihat PV KimiSuki, yang di dalamnya, tanpa penulis sadari ada Haruka di dalamnya. Begitu pula dengan video amatir seorang fans yang merekam kedatangan member AKB48 yang hendak menggelar konser di Balai Kartini, Februari 2011. Dalam video itu, ada 2 member yang tersorot kamera paling dekat yakni Takamina dan Haruka. Dengan senyum lebarnya, Haruka menyapa fans Indonesia tanpa tahu bahwa dia akan menjadi bagian di dalamnya pada bulan November di tahun yang sama. Dari sana, penulis dapat melihat “tanda” takdir yang mampu mengikat Haruka dengan Indonesia.
  4. Haruka adalah sosok yang periang, bahkan tanpa sungkan mem-bully member JKT yang lain padahal dia sendiri masih sangat baru. Sikap periangnya ini membantunya memperoleh fans dan dukungan, bukan hanya dari member, namun juga dari fans Indonesia. Dalam setiap acara televisi, dia selalu menjadi perhatian. Sebut saja ketika tampil di acara Dahsyat. Pipinya sering menjadi korban cubitan Ayu Dewi karena si Ayu begitu gemes melihatnya bertingkah. Atau, yang paling terkenal, Haruka vs Deddy Corbuzier. Disadari atau tidak, duel ini sangat ditunggu fans karena mereka begitu terhibur dengan aksi Haruka sebagai orang asing tapi tanpa malu mengejek Deddy dengan sebutan Botak…
Mengapa Haruka Sukses di JKT48???

Tulisan ini adalah pandangan dari sudut mata seorang fans, bahkan bisa dibilang dari seseorang yang meng-oshi­-kan seorang Haruka. Juga, mendapat tambahan dari beberapa fans lain sehingga isinya mungkin bisa berbeda dari pandangan orang lain….

  • Jakarta adalah tempat yang bisa “menerima dan memberi” bagi Haruka

Disadari atau tidak, ini bisa jadi alasan utama mengapa Haruka lebih memilih posisinya di JKT48 daripada di AKB48, sampai-sampai dia rela meninggalkan Jepang dan menetap di Indonesia hampir 2 tahun. Deddy Corbuzier pernah mengatakan di acara Hitam Putih “pantas aja kamu (merujuk pada Haruka) pindah ke Jakarta, pasti kalau di AKB, kamu pasti dapat di belakang”. Sekilas, pernyataan ini hanya bernada bercanda karena disampaikan tampa berniat menghina. Namun, siapapun tahu bahwa kalimat ini adalah kenyataan. Di JKT48, Haruka mendapatkan apa yang tidak dia dapatkan ketika satu panggung dengan AKB48. Line up positionsenbatsu single, dan pastinya fans loyal yang melimpah. Hal ini adalah biasa bagi member terkenal dari AKB sebut saja Yuko Oshima, Sashihara Rino, bahkan Aki Takajo. Namun, tidak demikian dengan Haruka yang bahkan hanya menduduki peringkat 44 pada sosenkyou terakhirnya. Dengan apa yang dia dapatkan di JKT, penulis rasa, tidak berlebihan jika Haruka “meleleh” dengan apa yang dia dapatkan dan ingin mempertahankannya. Kapan lagi dia akan menerima semua yang dia inginkan di AKB48 kalau bukan di JKT48?

Namun, paparan di atas hanya pandangan dari permukaan. Nyatanya, faktor utama yang membuat Haruka sukses adalah….

  • Haruka transfer atas kemauan sendiri (genuine intention)

Artikel yang menceritakan tentang awal mula Haruka pada program Kaigai bisa dibaca di sini. Dari artikel ini, kita mengetahui bahwa niat awal Haruka melakukan program pertukaran ini karena memang dia menginginkan pengalaman baru, yang tak pernah dia peroleh ketika ada di AKB48.

Dari keputusan transfernya ini, dia berani mengambil langkah yang bisa dibilang “fenomenal” (kalau tidak mau disebut “gambling“)  untuk ukuran orang asing di negeri yang baru dia tahu. Memutuskan menetap (padahal tidak ada sanak saudara di Jakarta), menolak mengikuti sosenkyou tahun 2013 (dengan alasan ingin fokus ke JKT48) bahkan “menegaskan” bahwa dirinya tak akan mengikutinya sebelum member JKT48 bisa masuk daftar, dan yang terbaru tidak mengikuti acara Dai Sokaku Matsuri karena ada jadwal teater di JKT48.

Dari paragraf di atas, kita bisa melihat begitu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh Haruka. Rela berpisah dengan keluarga dan teman di Jepang, harus bertahan hidup dengan lingkungan baru yang asing dan belum pernah dia tahu sama sekali, bahkan harus mati-matian mempelajari bahasa Indonesia agar mampu berkomunikasi dengan baik. Dan garis bawah yang perlu diingat adalah bahwa Haruka melakukan semua ini SENDIRIAN. Katakanlah ada Akicha di awal-awal program mereka. Namun, karena posisi Akicha yang ganda di AKB, Haruka sering jadi sering ditinggal sendirian. Meskipun terbilang fenomenal dangambling, ternyata, buah yang dia petik saat ini justru sangat manis. Apa saja?

  1. Selama hampir 2 tahun di Indonesia, Haruka menjelma menjadi seorang “artis” di Indonesia. Wajahnya muncul berkali-kali di layar kaca, baik sebagai bintang iklan maupun sebagai figuran di film Indonesia. Ini jelas suatu perkembangan pesat mengingat bahasa adalah kendala utamanya ketika awal program transfer.
  2. Dia menolak mengikuti sosenkyou tahun 2013 namun di single Koisuru Fortune Cookie (KFC), dia justru mendapat posisi center. Posisi yang sama dengan Sashi, pemenang sosenkyou tahun 2013. Yang lebih membanggakan, single KFC ini dirilis bersamaan antara AKB48 dan JKT48. Padahal, ketika di AKB48, jangankan menjadi center, untuk menjadi member dengan rangking 1-20 saja mustahil.
  3. Dalam sebuah artikel interview di Jepang (link), disebutkan bahwa teman-temannya di Jepang terkejut dengan perubahan yang terjadi pada dirinya. Jika Anda ingin melihat perbedaannya, Anda bisa menyaksikan PV Kimi no Suki Dakara, di mana ada Haruka di dalamnya. Walau tak banyak tersorot kamera, Anda akan tahu perbedaan signifikan antara Haruka di PV itu dan Haruka yang selama ini kita kenal di Indonesia.
  4. Haruka semakin gendut ketika di Indonesia. Orang gendut identik dengan kemakmuran, walau tidak langsung menjurus kepada materi, namun ada keterkaitan antara “semakin gendut” dan pikiran yang dibawa seseorang. Logikanya:
Orang tertekan —> nafsu makan hilang/sedikit —> menjadi kurus
Orang yang bebas —> nafsu makan meningkat/besar —> menjadi lebih gemuk
Haha, ini hanya pendapat paling liar. Namun, bisa juga benar karena pada kenyataannya, Haruka tidak pernah bermasalah dengan makanan Indonesia. Bahkan dengan sambal pun, dia oke. Mungkin hanya dengan beras kencur dia ogah haha :v

Kesuksesan yang diperoleh Haruka justru kontras dengan apa yang diperoleh Akicha, setidaknya dilihat dari kenyataan bahwa mereka berdua memulai program itu bersama-sama. Bukan ingin menyalahkan Akicha secara pribadi (karena menurut kabar, pihak agensi dan keluarganya lah yang melarang Akicha untuk kembali ke Indonesia), namun dari awal niat Akicha datang ke JKT48 memang tidak se-genuine Haruka. Akicha lebih “ingin mengembalikan popularitasnya” yang sempat turun di sosenkyou, yang mendudukkannya pada posisi 34. Misinya memang tercapai ketika diadakan sousenkyo tahun 2013 yang menempatkannya pada posisi 20. Ketika tahun ini dia diumumkan kembali ke AKB48, banyak fans yang berspekulasi bahwa hal ini karena dia “gagal” menjalani program Kaigai. Bahkan, ada yang membeberkan fakta bahwa Akicha kembali ke Jepang karena dia “kalah” dengan Haruka di JKT48. Well, apapun alasannya, yang manapun yang benar, kenyataan bahwa Akicha tidak bertahan lama di Indonesia memang menjadi “bukti yang berbicara banyak” daripada sekedar artikel pendapat dari fans… (komentar tentang Akicha bisa dilihat di sini

Tips bagi Chikariina…

Menyambut seorang Chikariina yang akan datang ke JKT48, penulis berharap bahwa Chika mampu bertahan di Indonesia. Dari segi manapun, Chika masih jauh lebih beruntung karena ada yang telah berpengalaman sehingga dia bisa menggali informasi sebanyak-banyaknya. Satu yang sangat penting adalah tentang genuine will yang diusung oleh Haruka. Penulis berharap bahwa Chika tidak memiliki misi terselubung tentang persetujuannya untuk menjalani program transfer ini. Walaupun itu sah-sah saja, namun hasil tidak pernah membohongi proses yang dilalui. Haruka Nakagawa berhasil menjadi bintang besar lewat JKT48 karena proses yang dialaminya tidak mudah. Dan sekarang, setelah hampir 2 tahun di Indonesia, hasil dari proses yang selama ini dia jalani mulai menampakkan hasil. Kembali kepada Chika, selamat datang di Indonesia, selamat bergabung di JKT48. Semoga sukses menjalani pengalaman dan tantangan baru bersama member JKT48 yang lain….

Sumber: jkt48stuff.com (thank you so much for the info, all about JKT48)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Apa di Papua? …

Petrus Pit Supardi ... | | 20 August 2014 | 06:12

Heritage Kereta Api, Memadukan Bisnis …

Akhmad Sujadi | | 20 August 2014 | 08:31

Berbagi Tanaman, Bisa Dijadikan Budaya …

Majawati Oen | | 20 August 2014 | 09:14

Jangan Kau Kira Menulis Itu Gampang, Kawan …

Pebriano Bagindo | | 20 August 2014 | 08:34

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 4 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Massa ke MK, Dukungan atau Tekanan Politis? …

Herulono Murtopo | 6 jam lalu

Sadarkah Anda Telah Mem-bully Anak Anda …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Memprediksi Kepemimpinan Berdasarkan …

Rahman T. Hakim | 7 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: