Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Upik Triwulandari

Ibu Rumah Tangga Peduli Bangsa

SIAPA BILANG JOKOWI PALING HEBAT ? BU RISMA TAK KALAH HEBAT !

OPINI | 02 December 2013 | 23:55 Dibaca: 342   Komentar: 7   2

Oleh : Upik Triwulandari

Nama Jokowi sudah sangat dikenal orang, karena setiap hari namanya selalu menjadi bahan berita di televisi nasional. Orang sudah paham sepak terjang Jokowi.

Namun, siapa Bu Risma? Nama lengkapnya Tri Risma Harini. Dia adalah walikota Surabaya, kota tempat tinggal saya. Saya hanya orang pinggiran, rakyat kecil biasa yang tinggal di Kota Pahlawan ini. Nyaris saya tidak pernah mengenal secara pribadi dengan Bu Risma.

Saya pertama kali bertemu Bu Risma saat saya dan teman saya  menjadi pembina puisi anak-anak putus sekolah yang diminta tampil di sebuah acara yang lumayan mewah , dihadiri Bu Risma. Waktu itu Bu Risma belum sebagai walikota Surabaya. Bahkan saya tidak tahu siapa itu Bu Risma.

Rombongan kami naik mobil Satpol PP berangkat ke tempat acara. Sesampai di sana sudah banyak orang. Saya mengajak anak-anak untuk berdiri di belakang kursi-kursi hadirin. Saya tentu tidak berani mengajak anak-anak putus sekolah itu untuk duduk. Karena panitia juga tidak mempersilakan kami duduk. Saya maklum, karena saya bersama anak-anak putus sekolah yang tentu berpenampilan apa adanya. Mungkin kebetulan panitia tidak tahu, mengapa kami ada di situ. Jadilah kami berdiri bergerombol saja.

Tiba-tiba datang seorang ibu – yang belakangan saya tahu itu Bu Risma - menyalami kami satu-satu. Menyambut kami dengan ramah. Mempersilakan kami duduk dan juga mempersilakan kami menikmati hidangan di meja – meja bundar itu.

Tak hanya itu, Bu Risma bertanya tadi naik apa, saya jawab kami naik mobil Satpol PP. Seketika Bu Risma memanggil seseorang yang ternyata sopirnya dan berkata : “ Pak nanti tolong antar pakai 2 mobil, ibu dan anak-anak ini sampai tujuan ya !”

Jadi ketika pulang, saya dan anak-anak tidak lagi naik mobil Satpol PP yang kursinya berhadap-hadapan itu.

Itu adalah kenangan saat saya bertemu langsung dengan Bu Risma pertama kali.

*

Sekarang Bu Risma telah menjadi walikota Surabaya. Walikota yang hebat. Betapa tidak hebat kalau sepak terjangnya memang layak diacungi jempol.

Sebagai ilustrasi, seorang anak kecil tahu persis apakah orang dewasa di dekatnya itu benar-benar tulus dari hati menyayanginya atau hanya sekedar basa-basi menyayanginya. Anak kecil bisa tahu dan bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang tidak.

Begitu juga dengan rakyat. Rakyat bisa merasakan pemimpin yang bersepak terjang sekedar pencitraan atau yang sepak terjangnya tulus dari hati.

Begitu juga yang saya rasakan dengan Bu Risma. Sedikitpun tak ada nuansa pencitraan di sana.

Hal – hal yang dilakukan Bu Risma itu sebenarnya adalah hal-hal kecil, namun jarang dilakukan pemimpin. Mungkin memberi teladan , Bu Risma di pagi buta sering berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk memungut sampah di pinggir kali. Atau turun dari mobil membetulkan tali yang bergelantungan tak pada tempatnya. Atau di tengah malam bahkan saat hujan ikut turun dari mobil membantu  mengatur lalu lintas yang macet. Atau aktif komunikasi dengan warga di stasiun radio. Atau sering turun ke sekolah-sekolah dan memberi nomor telponnya langsung ke anak-anak sekolah. Blusukan ke gang-gang di kampung Surabaya. Atau kadang menyamar menjadi wali murid untuk memantau langsung kondisi sebuah sekolah. Entahlah mungkin masih banyak hal lain yang saya belum tahu.

Sebagai perempuan, saya salut dengan pernyataan yang saya dengar langsung dari Bu Risma di sebuah acara, bahwa saat nyawa keluarganya diancam karena suatu hal, Bu Risma begitu teguh pendiriannya. Anak dan keluarga adalah titipan. Semua dipasrahkan pada Yang Kuasa. Begitu ujarnya. Belum tentu semua perempuan bisa seperti itu, apalagi kalau menyangkut anak.  Bahkan ketika kepemimpinannya hendak didongkel, Bu Risma hanya diam. Kebenaran yang akhirnya menang.

Soal penampilan Bu Risma. Begitu sederhana sangat jauh dari glamour. Kerudungnya sederhana, bajunya sederhana, semua sederhana. Dibanding dengan pemimpin daerah wanita lain yang doyan nyalon, tentu Bu Risma jauh dari itu. Mungkin karena Bu Risma dulu adalah atlet jadi tak begitu memperhatikan penampilan, tapi pekerja keras. Kadang kalau saya mengikuti acaranya, melihat Bu Risma naik podium, ingin sekali rasanya saya membetulkan kerudungnya yang sering miring-miring itu. Amboi, Bu Risma.

Mengenai pendidikan dan prestasi :

PENDIDIKAN

SMP Negeri X Surabaya (1976)

SMU Negeri V Surabaya (1980)

S-1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (1987)

S-2 Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS (2002)

KARIR

Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya (1997-2000)

Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang (2001)

Kepala Cabang Dinas Pertamanan (2001)

Kepala Bagian Bina Bangunan (2002)

Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005)

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2010)

Wali Kota Surabaya (2010-2015) : Mulai menjabat sebagai walikota , 28 September 2010.

Adapun prestasinya antara lain :

- Surabaya meraih Piala Adipura 2011, 2012, 2013 kategori kota metropolitan.

- Bu Risma juga, menjadi salah satu nominasi wali kota terbaik di dunia, 2012 World Mayor Prize, yang digelar oleh The City Mayors Foundation. ( bersama Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Solo Joko Widodo.

- Juga, meraih  penghargaan bergengsi, 2012 Women Leader Award dari Globe Asia.”

- Terbaru, Taman Bungkul -  cagar budaya makam pejuang Ki Supo atau Sunan Bungkul - di Surabaya mendapat penghargaan sebagai taman terbaik se-Asia - The 2013 Asian Townscape Sector Award- , yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 26 November 2013 di Jepang, karena konsep taman nasional yang memadukan aktivitas modern serta tempat rekreasi keluarga. Penghargaan taman terbaik se-Asia dari PBB ini diterima langsung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Jepang, dan langsung diarak menuju Balai Kota setibanya di Surabaya.

- Penghargaan bergengsi lainnya yang diterima Kota Surabaya antara lain Future Gove Awards 2013 tingkat Asia Pasifik, penghargaan Kota Sehat tingkat nasional, penghargaan E-Procurement, Perpustakaan Terbaik Nasional, serta Kearsipan Terbaik Nasional.

*

Sebagai rakyat biasa, saya bangga punya pemimpin Bu Risma. Saya melihat Surabaya penuh pembangunan. Daerah yang dulu kumuh berubah menjadi taman yang indah, hijau. Juga  sekolah gratis- karena itu sekolah Surabaya diserbu dari luar kota. Meskipun tentu ada saja yang tidak suka Bu Risma, yaitu para pegawai yang tidak suka bekerja keras, tentu kerepotan mengikuti ritme kerja Bu Risma yang cekatan, transparan, efisien dan berpihak ke rakyat.

Semoga Bu Risma tetap lurus dan mampu menjadi sosok pemimpin masa depan di tengah lesunya figur kepemimpinan. Terimakasih kepada suami Bu Risma serta keluarga Bu Risma yang berkenan mendukung pengabdian Bu Risma.

Semoga banyak Jokowi, banyak Bu Risma di negeri ini yang mampu mendinginkan hati rakyatnya, serta mensejahterakan rakyat,  menjadi  pemimpin yang amanah dan adil. Amin.

Selamat kepada Bu Risma , Selamat kepada Surabaya.

Ditulis di Surabaya , pinggir proyek jalan kembar, diiring gerimis malam, Desember 2013.

(Sumber : Dari berbagai media).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membatik di Atas Kue Bolu bersama Chef Helen …

Eariyanti | | 02 October 2014 | 21:38

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Lidia Putri | | 02 October 2014 | 18:06

Nasib PNPM Mandiri di Pemerintahan Jokowi …

Ali Yasin | | 02 October 2014 | 10:05

Teror Annabelle, Tak Sehoror The Conjuring …

Sahroha Lumbanraja | | 02 October 2014 | 16:18

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Emak-emak Indonesia yang Salah Kaprah! …

Seneng Utami | 8 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gara-gara Incest di Jerman, Nginap di Hotel …

Gaganawati | 7 jam lalu

Usul Gw kepada Anggota Dewan …

Bhre | 7 jam lalu

PKC # 3: Kekasih Baru …

Ervipi | 7 jam lalu

Ini Baru #Shame On You# Jika PSC Off Ticket …

Aprindah Jh | 8 jam lalu

Negeriku Tercabik …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: