Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Arsyica

Ibu Rumah Tangga

Adiguna Sutowo, Ayah Mertua Dian Sastrowardoyo

REP | 27 October 2013 | 09:20 Dibaca: 21090   Komentar: 31   17

13828403351806413660

Mertua Dian Sastro - www.merdeka.com

Asyikk nih, terutama bagi ibu-ibu penikmat gosip, diakhir pekan tanggal tua ini setelah digerojok oleh berita-berita berat mengenai keluh kesah dan curhat dari yang mulia Bapak Presiden yang selama 2,5 tahun terus dizalimi oleh media. Orang sehebat presiden saja bisa dizalimi terus-terusan, apalagi kita sebagai rakyat ini, terus kita berkeluh kesah ke siapa? Curhat kesiapa? Mau curhat ke presiden ternyata beliau tidak kalah menderitanya dengan kita? Oleh karena itu hiburan satu-satunya yang paling efektif adalah mencari berita-berita gosip saja, dan diakhir pekan ini kelihatannya muncul berita gosip segar seputaran tokoh terkenal negeri ini .

Kasus kali ini menimpa seorang pengusaha terkenal Adiguna Sutowo, yang tiada lain adalah mertua dari bintang film papan atas Indonesia yaitu Dian Sastrowardoyo. Seperti diketahui seorang wanita cantik perempuan menabrakkan mobil yang dikendarainya ke garasi sehingga tiga mobil milik Vika Dewayani, istri Adiguna Sutowo yang terparkir di kediamannya ringsek. Insiden tersebut terjadi di rumah pengusaha Adiguna Sutowo, Jalan Pulomas Barat, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (26/10/2013) dini hari.

Karuan saja dengan peristiwa criminal itu, merebak kabar tak sedap, bahwa wanita cantik ini adalah istri simpanan dari Adiguna Sutowo yang entah kenapa sampai berbuat nekad dengan melakukan tindakan anrkhis di rumah pengusaha itu. Tentu saja peristiwa ini mengingatkan kasus serupa yang menimpa anak mantan presiden soeharto yaitu Bambang Trihatmojo, Mayangsari dan Halimah. Masyarakat cepat menyimpulkan bahwa ini hanyalah kasus rumah tangga biasa yang terjadi antara istri muda dan istri tua yang berebut suami, karena baru saja rakyat juga disuguhkan kasus criminal lain yang menyeret pejabat BPK yang tega menghabisa istri mudanya.

Sebenarnya siapa sih Adiguna Sutowo ini, di jaman google seperti ini sangat mudah mencari sosok pengusaha nasional ini, tidak membutuhkan waktu lama segera ditemukan profil tentang mertua Dian Sastrowardoyo itu :

ADIGUNA SUTOWO

Dari penelusuran ditemukan file lama mengenai profile Adiguna Sutowo ini dari detik(dot)com, dimana profil Adiguna ditulis berbarengan dengan adanya kasus yang menimpanya waktu itu, yaitu tuduhan penembakan yang sampai menewaskan korbannya.

Adiguna Sutowo adalah anak dari Ibnu Sutowo, eks Dirut PT Pertamina dan pensiunan jenderal bintang tiga era Soeharto. Dari perkawinannya dengan Zaleha binti Syafe’ie, yang dinikahinya pada 12 September 1943, Ibnu mendapatkan 7 anak. Mereka adalah Nuraini Zaitun Kamarukmi Luntungan, Endang Utari Mokodompit, Widarti, Pontjo Nugroho Susilo, Sri Hartati Wahyuningsih, Handara, dan Adiguna. Seperti saudara-saudaranya yang lain, si bungsu Adiguna pun berkecimpung dalam bisnis.

Dia tercatat sebagai bos perusahaan farmasi PT Suntri Sepuri. Perusahaan yang didirikan pada 1998 ini memproduksi tablet, kapsul, sirup dan suspensi, sirup kering/serbuk injeksi beta laktam. Dan membicarakan bisnis Adiguna, mau tak mau harus membicarakan bisnis keluarga Ibnu Sutowo. Pasalnya, bisnis Adiguna dibangun bersama-sama dengan anggota keluarganya yang lain.

Keluarga Ibnu Sutowo ketika Orba masih berkuasa, mempunyai sedikitnya 20 perusahaan. Ini termasuk PT Adiguna Shipyard (galangan kapal, pengadaan fiber glass kapal) dan PT Adiguna Mesin Tani (agicultural). Keluarga ini juga pemilik PT Indobuild Co (real estate, hotel) yang menguasai hak pengelolaan lahan di seputar Senayan - lokasi hotel, apartemen dan convention center. Keluarga Ibnu Sutowo lebih dikenal lewat konglomerasi Grup Nugra Santana (bursa saham, pemasaran, manajemen properti, investasi bangunan). Di bawah grup inilah keluarga Sutowo menguasai penjualan dan pemasaran operasional 5 hotel kelas atas: Jakarta Hilton International Hotel, Lagoon Tower Jakarta Hilton International, The Hilton Residence, Patra Surabaya Hilton International dan Bali Hilton International

Pada tahun 1992, Adiguna bersama Soetikno Soedardjo dan Onky Soemarno mendirikan Hard Rock Cafe. Joint venture ini membuahkan group usaha yang dikenal sebagai MRA Group. MRA ini kemudian berkembang pesat dan saat ini memiliki beberapa divisi yang menaungi beberapa unit usaha seperti Zoom Bar & Lounge, BC Bar, Cafe 21, Radio Hard Rock FM (Jakarta, Bandung, Bali), i-Radio, MTV radio, Majalah Kosmo, Majalah FHM , Omni Chanel (TV), IP Entertaiment. Di samping itu Adiguna juga merupakan pemilik Four Seasons Hotel dan Four Seasons Apartement di Bali. Belakangan ini, Adiguna baru saja membeli Reagent Hotel di Jakarta (yang sekarang berganti nama Four Seasons Hotel). Selain itu dia juga memegang dealership Ferrari dan Maserati, Mercedes Benz, Harley Davidson, Ducati, B&0, dan Bulgari. Menurut catatan George Aditjondro, Adiguna juga sempat memiliki hubungan bisnis dengan Tommy Soeharto di masa jayanya. Keduanya mendirikan PT Mahasarana Buana (Mabua) pada tanggal 5 September 1985. Perusahaan yang beroperasi di Batam ini berdagang dinamit untuk keperluan industri. Untuk itu, Mabua mengelola gudang penyimpan bahan peledak di Pulau Momoi, dekat Batam, sebelum didistribusikan kepada para pelanggan. Adiguna yang juga anggota Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) ini dikenal cukup dekat juga dengan kerajaan bisnis Sudwikatmono.

KASUS PEMBUNUHAN

Pada pergantian tahun 2005, Adiguna pernah membuat heboh karena dengan beringas menembak dari jarak dekat seorang pelayan Yohanes Brahman Haerudi alias Rudi, di Island Bar Fluid Club & Lounge di lantai dasar Hotel Hilton International Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian luas masyarakat, karena seperti diketahui Adiguna adalah salah satu anak dari dinasti orang kaya yang ada di Indonesia. Bahkan Presiden SBY pun sampai prihatin dan turun tangan menginstruksikan aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara tegas dan transparan. (Sumber)

Tetapi walaupun presiden sudah turun tangan dalam kasus ini, ternyata tidak mampu membuat aparat penegak hukum untuk menghukum berat Adiguna Sutowo yang terkenal kaya raya tersebut. Tuntutan jaksa yang member tuntutan hukuman seumur hidup itu, majelis hakim hanya memvonisnya 7 tahun atas kejahatan pembunuhan itu. Tetapi walaupun sudah mendapatkan hukuman yang ringan, pihak Adiguna melakukan banding dengan harapan dapat keringanan hukuman. Tetapi dalam putusan bandingnya MA tetap memutus Adiguna dengan hukuman 7 tahun penjara Sumber

Setelah delapan tahun lewat, kalau Adiguna Sutowo menjalani hukuman 7 tahun penuh, berarti dia kurang dari dua tahun menghirup udara bebas. Dan sekarang setelah mengalama cobaan berat, masalah rumah tangga yang sekarang ini adalah masalah remeh temeh bagi Adiguna Sutowo.

Salam Kompasiana

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indahnya Rumah Tradisional Bali: Harmoni …

Hendra Wardhana | | 26 October 2014 | 06:48

Perjuangan “Malaikat Tak …

Agung Soni | | 26 October 2014 | 09:17

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | | 26 October 2014 | 01:02

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59



HIGHLIGHT

Si Belang dan Si Nenek …

Raafiud D. Mikada | 7 jam lalu

Cerita Romantis 25 …

Eko Kriswanto | 7 jam lalu

Mengisi Akhir Pekan: Melepas Kangen …

Dewilailypurnamasar... | 7 jam lalu

Lelah …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Hobi Penikmat Event …

Farizal Hammi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: