Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Entang Sastraadmadja

Mantan anggota DPR RI era Orde Baru | Anggota Kelompok Kerja Khusus Dewan Ketahanan Pangan

Prabowo dan Hari Pangan Sedunia 2013

OPINI | 18 October 2013 | 19:09 Dibaca: 295   Komentar: 0   0

Peringatan Hari Pangan Sedunia 2013 yang jatuh pada tanggal 16 Oktober , benar-benar merupakan momentum yang sangat strategis untuk melakukan introspeksi sekaligus mengantisipasi perkembangan pangan di negeri tercinta. Pernyataan ini penting untuk dicermati, karena kalau kita simak “pesan moral” Direktur Jendral FAO kepada Pemerintah tentang peluang terjadi nya krisis pangan, maka tidak boleh tidak, kita patut untuk mewaspadai nya.

Kita tentu harus menyiapkan diri dengan baik, sehingga apa yang kita lakukan pada tahun 2007 lalu, ternyata menjadikan bangsa ini tetap ajeg dan malah memiliki ketahanan pangan yang kokoh. Padahal, bangsa-bangsa lain menghadapi krisis pangan yang serius. Hebat nya lagi, pada tahun 2008, bangsa kita kembali memproklamirkan keberhasilan nya meraih swasembada beras jilid dua, setelah pada tahun 1984, kita mampu menggapai swasembada beras jilid satu.

Tema yang diambil Pemerintah Indonesia dalam meramaikan Hari Pangan Sedunia 2013 adalah “Optimalisasi sumberdaya lokal menuju kemandirian pangan”. Hal ini menarik untuk ditelusuri lebih dalam, karena kalau kita bedah tema tersebut, maka paling tidak, ada dua pesan yang ingin disampaikan nya. Pertama adalah soal sumber daya lokal dan ke dua soal kemandirian pangan.

Secara nasional, peringatan Hari Pangan Sedunia 2013 ini bakal dipusatkan di Padang. Sumatera Barat. Berbagai kegiatan, tentu telah disiapkan. Pameran, Lomba Masakan Bergizi, Lomba Menu Makanan, Pengenalan Inovasi dan Teknologi Pangan, juga sudah dirancang sedemikian rupa, sehingga boleh jadi peringatan ini pun menjadi kegiatan yang multi guna dan multi fungsi. Sebagaimana peringatan tahun sebelum nya, Hari Pangan kali ini pun, pasti akan hangat dan meriah, mengingat dapat dipastikan hampir setiap Provinsi dan Kebupaten/Kota seluruh Indonesia bakal menghadiri nya.

Salah satu catatan penting peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini adalah perlu nya kita mengingatkan Pemerintah  untuk segera menuntaskan pembahasan Peraturan Pemerintah UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang hingga kini sudah sangat mendesak untuk diterbitkan. Kita sendiri tidak habis pikir, kenapa pembahasan Peraturan Pemerintah UU Pangan ini terkesan cukup lama dan lambat. Apa lagi yang diperdebatkan dan kenapa sampai harus berlarut-larut penyelesaian nya ?

Dalam berbagai kesempatan Prabowo Subianto selalu menyatakan pangan benar-benar merupakan urat nadi kehidupan. Pangan adalah kebutuhan vital manusia. Pangan inilah yang membuat nyawa manusia tetap tersambung. Mengingat sangat strategis nya pangan dalam kehidupan, rasa nya kita sepakat, bila Pemerintah selalu memberi perhatian yang serius dalam meluncurkan kebijakan nya. Harapan kita, semoga peringatan Hari Pangan Sedunia 2013, bakal mampu memberi angin segar bagi pembangunan pangan di negeri ini. Apalagi jika dapat melahirkan pesona yang menawan hati.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 8 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 10 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: