Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Ibnu Dawam Aziz

pensiunsn PNS hanya ingin selalu dapat berbuat yang dipandang ada manfaatnya , untuk diri,keluarga dan selengkapnya

Bunda Putri dan Dilema Presiden SBY ? (Siapa Bunda Putri ?)

OPINI | 13 October 2013 | 17:33 Dibaca: 2040   Komentar: 20   6

138166004888978558

Gambar : Kreasi Foto Bunda Putri dari sumber tertulis.

Inilah berbagai rumors yang sempat terkumpul dari berbagai pengakuan :

1. Bunda Putri dikalangan yang lebih luas dalam pergaulan Global dikenal dengan nama Madame Putri.

2. Sebagai anak Pendiri Partai GOLKAR .

3. Sebagai Mentor Bisnis Internasional terutama di Timur Tengah.

4. Sebagai Donatur Partai Besar di Negeri ini sejak dari ,mencuatnya Partai Demokrat sampai kemudian PKS mencuat menyusul dibelakangnya.

5. Sebagai “ strategis person “ bagi Indonesia khususnya dalam Oil & Gas.

6. Sebagai Advisor sebuah Perusahaan minyak Negeri Jiran di Indonesia ( Advisor Petronas )

7. Memiliki jaringan kuat di Aramco, Qatar Oil Gas, dan ada dalam komunitas trader besar Oil and Gas di Dubai, Singapura dan Hongkong.

Tapi mengapa Bunda Putri kemudian menjadi tokoh yang penuh misteri ?

Menurut Rumors juga bahwa Bunda Putri atau Madame Putri ini mempunyai kedekatan dengan keluarga Raja Saudi Arabia, Emir Qatar, Kerajaan Thailand, Sultan Bolkiah Brunei bahkan dengan Kaisar Jepang.

Yang bisa dengan mudah dibuktikan tentang banyaknya foto-foto para menteri sejak jaman Presiden Soeharto sampai Menteri-menteri SBY yang terpampang bersama Sang Madame di kediaman sang Madame. Pengakuan Menteri Suswono bahwa Sang Madame pernah bersama saat peresmian Pabrik pupuk terbesar di Kalimantan Barat oleh Presiden SBY, menunjukkan bahwa 7 item rumors diatas sangat mungkin ada benarnya. Apa perlunya Suswono berbohong ?

Kalau KPK belum merasa perlu menelusuri keberadaan Bunda Putri, juga ada benarnya. Karena Bunda Putri berperan hanya sebagai Advisor bagi LHI, Ridwan Hakim maupun kader PKS lainnya. Kalau seorang Advisor menunjukkan kepada si B tentang bagaimana agar bisnis si B lancar kemudian sang Advisor memberi saran agar si Pejabat A harus diberi duit kalau ingin lancar, itu tidak berarti sang Adsvisor ikut terlibat dalam suap itu, karena sang Advisor menyarankan berdasarkan hasil dari satu analisa tentang satu system yang berlaku.

Dengan kewenangan Presiden SBY, Presiden SBY akan dengan mudah memperoleh berita yang benar tentang keberadaan Bunda Putri dan tidak perlu meradang apa lagi sampai berpolemik di media.

Mengapa Rakyat Indonesia harus ,menjadi bodoh ?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

Inspirasi, Imajinasi, dan Referensi Dalam …

Ryan M. | | 31 January 2015 | 20:03

Di Indonesia Olah Raga Masih Dianggap …

Den Bhaghoese | | 31 January 2015 | 15:40

Menyantap Roti di Gudang Rottie …

Ariesa Putris | | 31 January 2015 | 15:27


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 15 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 16 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 17 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 17 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: