Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Rahmad Agus Koto

"Alam Terkembang Jadi Buku," dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan… Insyaallah… Belajar sampai nafas terakhir. Suka selengkapnya

Kultwit Yusril Tentang Hari Lahirnya Pancasila

REP | 03 June 2013 | 01:59 Dibaca: 767   Komentar: 6   0

Beberapa hari yang lalu, Yusril Ihza Mahendra, salah satu pakar hukum kita yang terbaik saat ini memberikan penjelasan tentang lahirnya Pancasila melalui 40 tweet.

Salah satu yang sangat menarik adalah pendapatnya yang menyebutkan bahwa beliau lebih menyukai Pancasila sebagai “Landasan falsafah Negara”, bukan dasar negara atau ideologi. Hal ini telah menginspirasi saya untuk membuat opini mengenai Pancasila.

Berikut 40 tweetnya yang saya kutip dari akun twitternya, @Yusrilihza_Mhd

  1. Saya ingin mentweet tentang tanggal 1 Juni, karena hari ini adalah tanggal 1 Juni 2013.
  2. Sebagian orang menyebut tanggal 1 Juni adalah Hari Lahirnya Pancasila, yg sekarang sebagian orang menyebutnya dg istilah Hari Pancasila.
  3. Pancasila adalah landasan falsafah negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea ke 4
  4. Sy lebih suka menyebut Pancasila sebagai “landasan falsafah negara” bukan dasar negara atau ideologi sebgaimana sering kita dengar
  5. istilah landasan falsafah negara itu bagi saya lebih sesuai dengan apa yg ditanyakan Ketua BPUPKI dr. Radjiman Wedyodiningrat
  6. Diawal sidang, Radjiman berkata, sebentar lg kt akan merdeka. Apakah filosofische grondslag indonesia merdeka nanti?
  7. Radjiman tdk bertanya tentang ideologi negara atau dasar negara. Dia bertanya filosofische gronslag atau landasan falsafah negara
  8. Bagi saya ucapan Radjiman itu benar. Landasan falsafah adalah sesuatu rumusan yg mendasar, filosofis dan universal
  9. Beda dg ideologi yg bersifat eksplisit yg digunakan oleh suatu gerakan politik, yg berisi basis perjuangan, program dan cara mencapainya
  10. Landasan falsafah negara haruslah merupakan kesepakatan bersama dari semua aliran politik ketika mereka mendirikan sebuah negara
  11. Karena itu landasan falsafah negara harus menjadi titik temu atau common platform dai semua aliran politik yg ada di dalam negara itu
  12. Ada beberapa tokoh yg menanggapi pertanyaan Radjiman. Mereka menyampaikan gagasan ttg apa landasan falsafah negara Indonesia merdeka itu
  13. Supomo, Hatta, Sukarno, Agus Salim, Kiyai Masykur, Sukiman adalah diantara tokoh2 yg memberi tanggapan atas pertanyaan Radjiman
  14. Sukarno adlh pembicara terakhir yg menyampaikan tanggapannya pd 1 Juni 1945. Dia mengusulkan 5 asas utk dijadikan sbg landasan falsafah#
  15. Sukarno menyebut 5 asas yg diusulkannya itu sbg Pancasila
  16. Setelah semua tanggapan diberikan, Supomo berkata bhw dalam BPUPKI itu terdapat 2 golongan, yakni golongan kebangsaan dan golongan Islam
  17. Golongan Islam, kata Supomo, menghendak Indonesia merdeka berdsarkan Islam
  18. Sebaliknya golongan kebangsaan menghendaki negara persatuan nasional yg memisahkan antara agama dengan negara
  19. Setelah itu dibentuklah Panitia 9 untuk merumuskan landasan falsafah negara berdasarkan semua masukan yg diberikan para tokoh
  20. Kesembilan tokoh itu adlh Sukarno, Hatta, Ki Bagus, Agus Salim, Subardjo, Kahar Muzakkir, Wahid Hasyim, Maramis dan Yamin
  21. Sembilan tokoh itu, 4 mewakili Gol Kebangsaan, 4 mewakili Gol Islam, dan 1 mewakili Gol Kristen
  22. sembilan tokoh ini merumuskan naskah proklamasi yg sekaligus akan menjadi Pembukaan UUD. Naskah tsb disepakati pd tgl 22 Juni 1945
  23. Yamin menyebut naskah itu “Piagam Jakarta” yg berisi gentlemen agreement seluruh aliran politik di tanah air
  24. Dengan Piagam Jakarta kompromi tercapai, Indonesia tdk berdasarkan Islam, tp jg tdk berdasarkan sekularisme yg pisahkan agama dg negara
  25. Dlm Piagam Jakarta itulah utk pertama kalinya kt temukan rumusan Pancasila sbg landasan falsafah negara yg disepakati semua aliran
  26. Ketika proklamasi, naskah Piagam Jakarta tdk jadi dibacakan sbg teks proklamasi. Teks baru dirumuskan malam tgl 16 agustus
  27. Teks batu proklamasi yg dibacakan tgl 17 agustus adalah teks yg kita kenal sekarang “Kami bangsa Indonesia..” dst
  28. Namun naskah Piagam Jakarta disepakati akan menjadi Pembukaan UUD yg disahkan tgl 18 Agustus 45
  29. Sblm disahkan, Sukarno dan Hatta minta tokoh2 Islam setuju kata Ketuhananan dg kwjiban menjalankan syari’at Islam bg pemeluk2nya dihapus
  30. Walaupun kecewa, namun Kasman Singodonedjo dan Ki Bagus Hadikusumo akhirnya menerima ajakan Sukarno dan Hatta
  31. Kalimat Ketuhanan dg kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk2nya akhirnya dihapus dan diganti dg “Ketuhanan Yang Maha Esa”
  32. Jadi kompromi terakhir tentang landasan falsafah negara Pancasila dg rumusan spt dlm Pembukaan UUD 45 adalah terjadi tgl 18 Agustus 45
  33. Jadi hari lahirnya Pancasila bukanlah tgl 1 Juni, tetapi tgl 18 Agustus ketika rumusan final disepakati dan disahkan
  34. Pidato Sukarno tgl 1 Juni barulah masukan, sebagaimana masukan dari tokoh2 lain, baik dari gol kebangsaan maupun dari gol Islam
  35. Apalagi jk kt bandingkan usulan Sukarno tgl 1 Juni cukup mengandung perbedaan fundamental dengan rumusan final yg disepakati 18 Agustus
  36. Ketuhanan saja diletakkan Sukarno sbg sila terakhir, tetapi rumusan final justru menempatkannya pada sila pertama
  37. Rumusan final Pancasila menolak pemerasan Pancasila menjadi trisila dan ekesila tsb
  38. Sukarno mengatakan bhw Pancasila dpt diperas menjadi trisila dan trisila dpt diperas lg menjadi ekasila yakni gotongroyong
  39. Demikianlah kultwit saya tentang Hari Lahirnya Pancasila atau Hari Pancasila semoga ada manfaatnya.
  40. Saya mhn maaf saya mentwitnya sampai 2 hari karena kesibukan yg luar biasa. Kemarin saya di Palembang, hari ini di Madura

————————————————-
Salam Hangat Sahabat Kompasianers…

Artikel Terkait:

Vox Populi, Vox Dei & Titik Lemah Demokrasi

Hasil Diskusi Vox Populi, Vox Dei & Titik Lemah Demokrasi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Merawat Identitas Melalui Karya Seni …

Khus Indra | | 23 September 2014 | 11:34

Menemukan Pembelajaran dari kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | | 23 September 2014 | 03:26

Ke Mana dan di Mana Mantan Penghuni …

Opa Jappy | | 23 September 2014 | 08:58

Pak Jokowi, Jangan Ambil Kepala Daerah Kami …

Felix | | 23 September 2014 | 10:00

[Studio Attack] Mau Lihat Geisha Latihan …

Kompas Video | | 23 September 2014 | 11:00


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 3 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 5 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Pak Menteri, Tolong Hentikan Nyiksa Anak SD …

Prabu Bolodowo | 8 jam lalu

Dari Pelukis Jalanan, Becak Indonesia dan …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Memecah Kontroversi RUU Pilkada …

Daryani El-tersanae... | 8 jam lalu

Kodam Jaya Terlibat Serbuan Teritorial ke …

Simon | 8 jam lalu

“Quantum Leap eSeMKa” …

Tjhen Tha | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: