Rahmad Agus Koto

| 27 May 2013 | 00:04



1593
Dibaca
14
Komentar
3
Rating

Mahfud MD-Jokowi, Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019


Dari sekian tokoh-tokoh nasional yang dinominasikan menjadi presiden kita tahun depan, Mahfud MD adalah tokoh yang secara personal saya sukai, tokoh yang saya kagumi.

Dalam beberapa hari ini namanya muncul dan mengeluarkan pendapat-pendapat yang adem mengenai isu-isu nasional yang sedang hot.

Pernyataan-pernyataannya terakhir, menambah kesan mendalam, terutama mengenai penghargaan World Statesman Award yang diberikan kepada SBY, saya pikir pernyataannya sangat bijaksana, dan menenangkan.

Saya melihatnya dari dua posisi, posisi sebagai bangsa dan sebagai rakyat. Sebagai bangsa, kita harus bangga Presiden mendapat penghargaan seperti itu. Artinya, di mata dunia internasional dan di tengah-tengah bangsa lain, kita punya Presiden yang dihargai.”

“Sebagai rakyat, kita harus mengkritisi kriteria yang berikan untuk itu. Nampaknya, belum sesuai fakta yang ada di lapangan. Tentang kerukunan, multikulturalisme, tentang tindakan tegas terhadap anarkisme, diskriminatif, ini kan masih banyak terjadi. Nah, sebagai rakyat kita melihat itu.”

Mahfud MD, Jakarta, Sabtu (25/5/2013), Kompas.

Dari pernyataannya ini kita bisa mengetahui pola pikirnya yang integral komprehensif . [Pendapat saya mengenai WSA SBY, "SBY Pantas Mendapatkan World Statesmen Award"]

Sedangkan mengenai kasus Luthfi Hasan Ishaaq, beliau menyarankan Partai Keadilan Sejahtera mengakui kesalahan kadernya dalam kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi. PKS diimbau tidak ngotot dan sebaiknya menunggu sidang di pengadilan.

Kalau ngotot gitu, itu nanti menjadi lebih malu di pengadilan. Seperti kemarin, kan tidak ngaku, lalu disetel (diputar) di pengadilan, lalu ngaku. Bahkan, yang disetel di pengadilan bukan soal impor daging, tapi juga pembicaraan soal wanita, soal dikirim Pustun dan macam-macam gitu, kan.”

selanjutnya Mahfud mengatakan,

Saya katakan tidak usah malu, sekarang ini tidak ada partai baik atau jelek. Semua partai ada baik dan ada jeleknya.”

Mahfud MD, Jakarta, Sabtu (25/5/2013), Kompas

Wuihhh… kalau dikumpulin semua gebrakan-gebrakan yang telah dilakukannya, artikel ini bakalan panjang sekali. Saya meringkasnya dengan menyebutkan bahwa beliau adalah negarawan yang bijaksana, tegas, dan realistis, dengan track record yang bersih. Selain itu, saat ini beliau berada dalam posisi yang netral, relatif bisa diterima oleh semua kalangan, baik secara politik maupun secara kemasyarkatan.

Benar-benar pantas untuk memimpin negara kita, hanyasaja beliau memiliki kelemahan dalam hal kepopuleran di masyarakat umum. Beliau lebih dikenal di kalangan atas dan para ahli, yang tersirat dalam buku, “Sahabat Bicara Mahfud MD” (Kompas) dan dari kajian ilmiah yang dilakukan oleh LIPI, yang menempatkannya pada posisi teratas (Kompas).

Nah, oleh karena itulah saya memilih Jokowi sebagai pasangannya.

Mengenai pandangan saya terhadap Jokowi, bisa dibaca di sini, “Benarkah Jokowi Karakter Pemimpin yang Ideal?

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Jokowi sangat populer di kalangan umum, dan terpilih menjadi Capres teratas dari survey Centre for Strategic and Internasional Studies ( CSIS), sedangkan Mahfud MD pada posisi yang keenam (Kompas).

Mengapa saya condong memilih Mahfud MD sebagai presiden, sedangkan Jokowi sebagai wakilnya?

Saya menganalogikannya dengan masa puncak kejayaan kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk dengan segala kebijaksanaanya sebagai raja dan kejayaan itu tidak akan terjadi tanpa adanya peran signifikan dari Gajah Mada.

Secara sederhana saya menyebutkan bahwa Hayam Wuruk ahli mengurus urusan “ke atas” dan Gajah Mada ahli dalam mengurus urusan “ke bawah”.

Demikian pulalah dengan Mahfud MD dan Jokowi.

Wow, saya benar-benar “exciting” dengan pasangan ini, “The Golden Tandem”!

Well Dear Readers…

Semoga harapan ini bakal terwujud untuk kondisi kebangsaan, kenegaraan dan kepemerintahan kita yang jauh lebih baik dari saat ini, dimana negara kita saat ini ibarat kapal yang telah mengalami kebocoran disana-sini, atau seperti pesawat terbang yang bergerak secara autopilot.

Apabila hal ini terwujud, besar kemungkinan Indonesia akan memperoleh kejayaannya. Semoga.

Salam Hangat Sahabat Kompasianers

Jokowi-Ahok dan Aku

Tags: freez pemilu 2014-2019 mahfud md jokowi capres cawapres presiden wakil presiden pilpres2014 kotaksuara

Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..

Kotak Suara 2014 berisi berita dan opini warga seputar hiruk-pikuk Pemilu 2014 dengan tag "pileg2014", "pilpres2014",atau "serbaserbipemilu"

Tulis Tanggapan Anda
Guest User