Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Ikrom Zain

Mahal Kita...... Bukan kita yang mahal Tapi......... Aku cinta kamu

Kemenangan Abah Anton sebagai Walikota Malang

REP | 25 May 2013 | 10:40 Dibaca: 2375   Komentar: 4   0

1388109664382403067

Abah Anton (kiri) beserta Wakilnya, Sutiaji (www.surabayapost.co.id)

Akhirnya Kota Malang memiliki seorang walikota baru yang dipilih langsung oleh rakyatnya. Siapa beliau? Beliau adalah M. Anton, yang kerap disapa Abah Anton. Naiknya Abah Anton sebagai walikota Malang mengukir sejarah. Beliau merupakan walikota Malang pertama yang berasal dari etnis Tionghoa. Prestasi Abah Anton menyamai Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Poernama (Ahok). Selain itu, Abah Anton merupakan walikota pertama yang berasal dari kalangan pengusaha. Beliau juga merupakan ketua PITI Malang.
Kemenangan Abah Anton dalam Pilwali Malang yang digelar 23 Mei 2013 kemarin cukup mengejutkan, terutama bagi para pengamat politik. Sebelumnya, Pilwali Malang diprediksi bakal menjadi ajang pertarungan dua srikandi kota Malang, yakni Heri Pudji Utami (Bunda Heri, istri walikota Malang Peni Suparto) dan Sri Rahayu (anggota DPR RI FPDIP, istri ketua PDIP Jatim Sirmadji). Namun, Abah Anton mematahkan prediksi tersebut. Abah Anton, yang berpasangan dengan Sutiaji (anggota DPRD Malang FPKB) menang mutlak di 5 Kecamatan (Klojen, Sukun, Lowokwaru, Blimbing, dan Kedungkandang) . Perolehan suara yang diperoleh pasangan koalisi PKB dan Gerindra ini hampir mencapai 48%. Bahkan di kecamatan Lowokwaru (rumah Abah Anton), suara pasangan Anton-Sutiaji (Aji) mencapai 58%.
Apa yang menyebabkan Abah Anton mampu menang telak di Pilwali Malang?

Beberapa faktor diantaranya adalah sosok Abah Anton sendiri. Dengan usia yang cukup muda, tampan, kaya, tidak sombong, dan cukup merakyat membuat Abah Anton digandrungi warga kota Malang, terutama ibu-ibu. Model kampanye yang menarik juga menjadi daya tarik sendiri. Blusukan ke kampung, menyapa warga menjadi cara Abah Anton menarik simpati. Yang unik, dan bahkan mungkin satu-satunya adalah kegiatan ziarah ke wali limo yang digelar secara gratis. Meskipun terkesan sebagai money politic, namun warga Kota Malang sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Tak hanya di situ, saat kampanye digelar, tim sukses Abah Anton membuat model undian jalan sehat dengan hadiah utama berupa perjalanan umroh. Tak pelak, meskipun hujan turun deras disertai bajir, badai, dan halilintar, warga Kota Malang berduyun-duyun ke tempat kampanye.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah pecahnya suara PDIP. Dua srikandi yang bertarung sebenarnya adalah kader PDIP yang berebut rekomendasi DPP PDIP. Pemenang rekomendasi tersebut adalah Sri Rahayu, sehingga Bunda Heri memilih partai lain untuk kendaraan politiknya, yakni koalisi Golkar dan PAN. Hal tersebut membuat massa pendukung PDIP bingung memilih calon dan banyak yang mengalihkan dukungan ke Abah Anton. Beberapa tetangga saya, yang dari jaman Pak Harto merupakan loyalis PDI, sempat mengikuti kampanye Abah Anton. Faktor politik lain adalah tidak kompaknya mesin politik Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dua partai ini sebenarnya memiliki basis massa yang kuat, terutama PKS. Namun, sosok walikota yang diusung kurang mengena di hati masyarakat Malang.
Kemenangan Abah Anton menjadi harapan besar warga Kota Malang. Abah Anton diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan kota seperti banjir, kemacetan, penataan parkir, pasar tradisional, pendidikan, ekonomi, dan berbagai masalah lainnya. Semoga harapan tersebut dapat direalisasikan oleh Walikota M. Anton.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 6 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 9 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 12 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 12 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pompadour …

Yulian Muhammad | 7 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 7 jam lalu

Celotehan Kalbu …

Sidik Irawan | 8 jam lalu

Sudah Puaskah dengan BPJS? …

Ayu Novi Kurnia | 8 jam lalu

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: