Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Riky Rinovsky

Anak Negeri Ujung Utara Indonesia kabupaten natuna Ceo Aura Satria semesta.Email:Rikyrinovsky@gmail.com

Ir. Idham Khalid Sekjen PP SATRIA Gerindra: Dedikasi untuk Rakyat

REP | 24 May 2013 | 10:25 Dibaca: 217   Komentar: 0   0

1369365714208626046

ir idham khalid.net

Ketika gerakan reformasi digulirkan, ia bagian dari upaya gerakan moral tersebut. Mau tidak mau gelombang itu membawanya ke pusaran arus politik praktis. Ia pun ikut terlibat dalam upaya reformasi struktural di partai politik yang menjadi gerbong politiknya saat itu.

Tapi sejak tiga tahun silam, ia memilih bergabung di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Keterlibatan itu bermula ajakan beberapa temannya. Kala itu, tahun 2008, beberapa teman diantaranya Ahmad Muzani dan Haris Bobihoe mengajaknya untuk terjun kembali ke panggung politik. Rupanya, sang teman itu mengajaknya untuk bergabung di Partai Gerindra –yang saat itu masih dalam proses pendirian.


Idham menganggukkan kepala. Ia seakan mendapat angin segar dalam hidupnya setelah sekian lama vakum di dunia politik. Terlebih setelah ia mempelajari dan memahami manivesto perjuangan Partai Gerindra yang menawarkan perubahan dalam rangka membangun kembali Indonesia Raya.


Idham pun diminta untuk membantu persiapan verifikasi Partai Gerindra. Salah satu persyaratan mutlak verifikasi faktual tersebut adalah adanya kartu anggota. Untuk menjalankan misi tersebut, dibentuklah Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) yang pada akhirnya menjadi bagian dari sayap Partai Gerindra.


Di sayap inilah, Idham ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal. Dalam perjalanannya, pria kelahiran Pare-Pare, 6 Agustus 1968 ini pun dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.


Salah satu tugasnya sebagai fungsionaris partai, Idham pun menjadi bagian dari tim nasional verifikasi partai. Ia pun ditunjuk sebagai kordinator untuk propinsi Sulawesi Selatan.

Di tengah kesibukannya menjadi staf ahli dari salah satu anggota DPR Komisi IV, Idham pun menjalankan tugasnya memverifikasi internal partai di seluruh Sulawesi Selatan. Rupanya, dalam menjalankan tugasnya ini, ia tak banyak mengalami kendala. Pasalnya, ketika ia berkunjung ke daerah Sulawesi Selatan untuk mensosialisasikan masalah verifikasi itu, pengurus DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Sulawesi Selatan yang dinahkodai Andi Rudiyanto Asapa, sudah membentuk tim tingkat daerah yang disebut korda (kordinator daerah). “Ternyata setelah rakernas di Jakarta, beberapa hari kemudian, Pak Rudi menggelar rakorda salah satunya membentuk tim verifikasi tingkat daerah,” ujarnya.


Wilayah Sulawesi Selatan yang terbagi menjadi tujuh daerah pemilihan itu akhirnya berhasil diverifikasi dalam waktu yang tidak lama. Meski ketika ia kembali bertandang ke Sulawesi Selatan untuk mengecek kesiapan verifikasi, ternyata ada masalah soal interpretasi tentang edaran Kesbang Propinsi seputar verifikasi yang hanya mensyaratkan batas minimal. “Sementara kita maunya syarat maksimal,” tegasnya.


Pasalnya, menurut Idham, verifikasi yang dilakukan oleh pusat bukan sekedar untuk meloloskan Gerindra dalam proses verifikasi saja.

Tapi setelah berjuang sekuat tenaga, selama dua pekan, akhirnya Sulawesi Selatan sudah 100 persen mulai dari struktur kepengurusan hingga infrastruktur partai. Bahkan ada beberapa kantor DPC karena kurang representatif diminta untuk pindah. Karena Idham menambahkan, pihaknya tidak sekedar untuk melaporkan susunan kepengurusan, tapi memang ada orangnya dan ada pula kantornya. “Yang kita lakukan tidak hanya untuk bisa lolos verifikasi, tapi Gerindra siap menang,” tandas Idham yang ikut dalam pencalegan di dapil Sulteng dalam Pemilu 2009 lalu.

Memang, apa yang diinginkan serta yang dilakukan oleh jajaran pengurus DPD Sulawesi Selatan tak lepas dari kritikan internal partai. Diantaranya mereka menanyakan kenapa Partai Gerindra sudah begini, begitu sibuk, sementara partai lain belum apa-apa.

Idham pun berhasil meyakinkan para pengurus DPC dan PAC, “Kita mau tidak sekedar lolos, tapi menang, makanya kalau kita mau bertanding, ya kita harus siap dari awal. Jadi kenapa kita repot ngurusin partai lain?” Jawaban itu akhirnya berhasil meyakinkan kader partai Gerindra di daerah Sulawesi Selatan yang memang siap untuk menang.


Baginya, dalam menjalankan tugas sebagai Wasekjen sekaligus kader partai tak akan mendapatkan hasil apa-apa jika setengah-setengah dalam melakoninya. Untuk itu, sesulit apapun tugas yang diembannya, akan terasa enteng jika dilakukan secara ikhlas. Yang jelas menurutnya, perubahan itu harus melalui perjuangan. Dan perjuangan butuh dedikasi dan keikhlasan. “Saya mendedikasikan diri ini untuk Gerindra dalam rangka memperjuangkan keberpihakan pada rakyat kecil,” pungkasnya.

catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA, edisi Agustus 2011

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | 9 jam lalu

Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

Chairul Fajar | 11 jam lalu

Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

Fitri Siregar | 11 jam lalu

Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

Arnold Adoe | 13 jam lalu

Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

Dedy Armayadi | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: