Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Litra

it's me.... not perfect but I'am can make you happy

Ramadhan Pohan “Setelah Tamat, ke Manakah Aku?”

REP | 09 May 2013 | 08:28 Dibaca: 580   Komentar: 0   0

Rabu, 08/05/13. Komisariat GMKI Unika Santo Thomas Cabang Medan-Sumatera Utara mengadakan seminar yang bertopik: ” Setelah tamat, kemanakah aku? “. Pembicara dalam seminar tersebut adalah Bapak Drs. Ramadhan Pohan, MIS yang sebagaimana kita ketahui beliau saat ini di Parlemen menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI juga didalam Partai Demokrat menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI dan Wakasekjen DPP Partai Demokrat.

Sebelum seminar dilaksanakan, Komisariat GMKI Unika st thomas terlebih dahulu mengajak peserta seminar untuk ikut serta dalam kebaktian. Hal tersebut dilakukan karna tidak lain Organisasi ini merupakan suatu Organisasi kemahasiswaan yang beragama Kristen.

Sebelum Ramadhan Pohan memasuki Ruang seminar, beberapa dari kru beliau membagi majalah bulanan GARASI yang tidak lain adalah majalah yang didirikannya. Majalah tersebut merupakan suatu kanal akuntabilitas dari seorang Ramadhan Pohan yang menjabat sebagai anggota parlemen.

13680578591749282218

foto majalah GARASI by: @putrahulu

Dalam pembicaraannya tentang topik seminar ini. Ramadhan Pohan secara lugas membagi pengalaman-pengalamannya termasuk menjadi wartawan selama kurang lebih 20 tahunan sebelum dia menjadi sekarang ini. Beliau mengatakan bahwa saat sekolah dulu, dia baru mulai serius belajar pada saat menduduki bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada saat itu beliau memiliki cita-cita yang tinggi yaitu dapat kuliah di Universitas ternama di Indonesia dan selanjutnya mengambil master di luar negeri. Puji Tuhan, Syukur Alhamdulillah kata-kata yang sering dilontarkan beliau ” semuanya terwujud”. Kita ketahui bahwa beliau merupakan Alumni Sarjana tamatan 1992 FISIP ¬†Universitas Indonesia dan meraih gelar Master di American University (AU) Washington DC (Agustus 2002-Mei 2004).

Namun beliau juga mengatakan dia belum begitu puas atas pencapaiannya sekarang ini. Baginya dalam hidup ini sebagai manusia jangan cepat merasa puas. Calon legislatif dari Daerah Pemilihan Sumatera I ini juga memberi nasehat kepada para peserta seminar yang dominan mahasiswa, bahwa sebagai mahasiswa kita harus memiliki tujuan kemanakah kita bekerja setelah tamat diperkuliahan. Beliau juga mengatakan bahwa tidak mesti menjadi PNS agar bisa dikatakan sukses. ” Berusaha dan memiliki kepercayaan yang tinggi untuk sukses merupakan jalan suatu kesuksesan, ujar beliau”.

Seminar ini juga mengadakan tanya jawab, agar suasana topik pembicaraan lebih interaktif. Penulis menangkap sebuah pertanyaan dari ¬†peserta seminar yang bernama Lusiana Sinaga. Dia mengatakan ” Bagaimana Pak supaya kami dari kaum wanita ini bisa sukses seperti bapak? Apakah kami harus seperti bapak juga harus menjadi wartawan terlebih dahulu? Kemudian Ramadhan Pohan pun menjawab “Kenapa tidak!” Banyak kok kaum wanita yang bekerja sebagai wartawan, bahkan lebih baik kinerjanya dari pada kaum lelaki. Hal tersebut sudah saya alami saat memilih wartawan pengurus dari majalah saya, kebanyakan wanita yang lebih memenuhi prosedur persyaratan. Ramadhan Pohan juga berkata kepada Lusiana bahwa Kaum wanita itu sama kuatnya dengan kaum lelaki.

Setelah banyak berbicara dan merasa cukup di seminar tersebut. Ramadhan Pohan menutup seminar tersebut dengan mengembalikan kendali kepada Komisariat GMKI Unika Santo Thomas. Pengurus dari Komisariat GMKI Unika st thomas pun menutup seminar dengan doa secara kristiani.

1368061434986166109

foto bersama Ramadhan Pohan, by : Alexander Situmeang

by: putrahulu/putrafaebuadodohulu

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 7 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 8 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 9 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 10 jam lalu

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Waspada, Ancaman Katup Jantung Bocor pada …

Yuni Astuti | 8 jam lalu

United Kalah, Wujud Kerinduan Hairdryer …

Aristo Setiawan | 8 jam lalu

Kolaborasi Rasa …

Puji Anto | 8 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Jadzab, Istimewa atau Abnormal? …

Mahrus Afif | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: