Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Fajarbaru

menulis untuk melawan proses amnesia sejarah

Fathanah: Model Koruptor Terbaik Masa Kini

OPINI | 09 May 2013 | 13:14 Dibaca: 3212   Komentar: 37   11

13680876561400636000

Ilustrasi (mobavatar.com)

Ahmad Fathanah, pria fenomenal yang gak cakep-cakep amat tetapi dekat dengan sejumlah wanita cantik. Sejak tertangkap basah Lembaga Antirasuah sedang berduaan dengan wanita cantik nan seksi di sebuah hotel, namanya meroket tajam, mengalahkan popularitas Wapres RI.

Fathanah, namanya menjadi seksi dalam pergosipan di warung kopi, di lapak jualan ibu-ibu, tak luput juga di lapak kaum pria kompasianer.

Dialah sosok pria idaman masa kini. Tanpa perlu membanting tulang, mencucurkan keringat dan air mata, menjadi pria kaya, mapan, dan tajir di usia paruh baya. Cukup bermodalkan kemampuan lobi berbalutkan kelicikan menjadi makelar proyek-proyek bancakan, ratusan juta didapat dalam sekejap mata. Kemana-mana fasilitas tersedia. Mau apa saja pasti ada: “bersabda saja, maka semuanya ada.” Ngapaian bangun pagi-pagi, pergi tidur larut malam dengan gaji cekek, jika jalan mudah menjadi kaya tersedia di depan mata? Sungguh, jalan singkat menuju kemapananmu bisa membuat para buruh yang diperbudak majikan di Tangerang “iri hati”. Mengapa? Pengorbanan dan kerja keras mereka berbanding terbalik dengan apa yang mereka dapat. Sedangkan Fathanah mendapatkan segalanya tanpa harus banyak berkorban.

Sudah kaya, dikerubungi banyak wanita cantik nan bohay. Hayo, pria mana yang tidak iri? Apalagi yang merasa dirinya cakep tapi kere dan tidak laku-laku, pasti mangkel melihat gadis-gadis Fathanah yang bisa bikin liur meleleh. Semua gadis Fathanah dijamin dengan kemewahan materi, membuat ibu-ibu di rumah langsung memelototkan mata ke suaminya sambil berujar, “pak, lihat tuh Fathanah royal banget sama kaum wanita, apalagi ke bininya. Kapan bapak belikan jam roleks dan mobil honda buat mami?” Suami-suami pun mengurut dahi dan menahan geram kepada Fathanah, “gara-gara Fathanah, biniku pun menuntut macam-macam.” Awas ya, kalau papa kaya dan pingin seperti Fathanah, apakah mami ikhlas?”

Fathanah dikenal royal kepada kaum wanita. Minimal sudah 4 orang yang terungkap KPK. Pria menjadi royal kepada wanita ketika merasa uang yang didapatkannya bukan hasil cucuran keringat dan air mata. Hanya uang panas dan haram yang membuat Fathanah menjadi sangat royal. Jika bukan hasil kerja keras suami dan istri, tidak mungkin seorang suami akan sedemikian royal kepada wanita lain.

Di mata wanita yang dibajiri materi oleh Fathanah, dia tetap malaikat, gak peduli seluruh dunia mau mengatakan apa. Bagi salah seorang gadis Fathanah, Vitalia, “Fathanah tetaplah Sang Malaikat!” Meski dikecam sebagai koruptor, di hati mereka, Akang Fathanah tetaplah berhati malaikat. Begitu mudahnya pria tajir ini mendapatkan julukan Sang Malaikat. Membuat iri saja.

Di hati kecil para calon koruptor, sosok Fathanah adalah model yang pantas ditiru: menjadi kaya tanpa kerja keras, dikerubungi wanita cantik nan bohay, meski dikecam sebagai koruptor tetap ada yang merasa dialah malaikat!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 11 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 13 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 13 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu

Hobi Membaca Mengantarku ke Tanah Suci …

Agung Han | 7 jam lalu

Rumah Transisi, Tim Perumus Atau Tim …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Perubahan Adalah Sebuah Keharusan Puskesmas …

Ramluddin Ram | 7 jam lalu

Sebuah Teks Refleksi Atas Sebuah Teks …

Adica Wirawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: