Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Rika Wati

mahasiswa Universitas Lampung jurusan Sosiologi, yang juga kuliah intensif di Pojok PKM Bernama UKPM Teknokra selengkapnya

Bekerja keras Dengan Cinta

REP | 09 May 2013 | 17:44 Dibaca: 113   Komentar: 0   0

Oleh Rikawati

Senin (1/10) pukul 12.25 di ruangan DekanFakultas Ekonomi dan Bisnia (FEB) tampak beberapa pegawai berbincang serius dengan sang Dekan,padahal saat itu waktu nya untuk istirahat siang. Namun sering kali Saat jam istirahat digunakan untuk rapat evaluasi kinerja.

Prof. Satria Bansawan sejak 2010 menjabat sebagai dekan FEB mengatakan hal itu memang sering ia lakukan untuk perbaikan kinerja untuk menjadikan FEB Word Class aculty. Pria kelahiran 4 september ini mengatakan apa yang menjadi visi dan misi fakultas jangan hanya menjadi cita-cita saja,tetapi juga ada implementasinya.

Sejak diamanahkan sebagai Dekan FEB,Satria mulai menerapkan kedisiplinan untuk seluruh civitas akademika di fakultas yang ia pimpin. Ketepatan waktu memulai perkuliahan pun menjadi perhatianya. Ia pun tak sungkan menghubungi dosen saat terlambat hadir untuk mengajar,ia pun sering berkeliling di tiap kelas saat pagi hari untuk memastikan semua mahasiswa di ruangan memulai perkuliahan. Hal itu untuk memastikan saat di mulai perkuliahan tak ada lagi mahasiswa FEB yang berada di luar ruangan.

“kita juga harus memberikan contoh,bahwa seperti inilah yang harus kita lakukan. Sehingga tidak terjadi opportunity cost,” ujarnya.

Tak hanya itu Dekan FEB ini terus berusa meningkatkan kualitas jurusan dengan perperan aktif mengirimkan mahasiswa/i untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun non akademik. Tak hanya mengirimkan keluar Lampung saja, tetapi juga keluar negeri.

“banyak mahasiswa kan yang punya potensi,kita buka kan jalan sehingga termotivasi. Semacam reward lah,” tuturnya.

Satria menjelaskan yang ia jalani kini merupakan sebuah amanah,jabatan sebagai Dekan yang kini ia sandang merupakan sebuah proses. Sebagai seorang pemimpin Satria juga tak sekedar menjadi seorang yang memerintah,tetapi juga mampu memberikan contoh.

Berbagai kebijakan ia terapkan untuk memajukan Fakultas yang ia pimpin. Kini saat ujian mahasiswa FEB sudah di berikan kartu ujian yang berisikan jadwal kuliah,ruangan,waktu dan bahkan lokasi tempat duduk pun sudah di tentukan melalui kartu tersebut.

“ itu semua upaya untuk menerapkan pendidikan karakter,disiplin dan tertib bagi semua mahasiswa FEB,”

Selain itu juiga satria terus menjalin hubungan dengan Lembaga Kemahasiswaan. Ini di buktikan dengan beberapa program baru yang ia terapkan. Seperti saat hari jumat di lakukan jumat bersih yang bekerjasama dengan Mahepel,dan diberlakukanya kebijakan English day yang mewajibkan seluruh civitas akademika FEB untuk berbahasa inggris. Tak hanya itu sebulan sekali diadakan pengajian bersama untuk seluruh pegawai FEB yang di koordinir oleh Rois.

Hingga kini pria beranak satu ini terus membangun kepercayaan masyarakat terhadap Fakultas yang ia pimpin dengan membangun kerjasama dengan pihak luar. Ia berharap lulusan FEB memiliki link setelah lulus kelak.

***

Sejak di sekolah Menengah Atas (SMA) satria aktif mengikuti organisasi sekolah osis dan pramuka. Sejak bangku sekolah ia juga selalu menjadi juara kelas. Ketekunanya saat di bangku sekolah membuat ia di percaya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S1. Ia juga mendapatkan beasiswa DIKTI untuk melanjutkan s2 dan s3 di Universitas Padjajaran (UNPAD).

Ketekunan nya tak hanya sampai di situ saja,sejak di bangku kuliah ia sudah mengajari teman-temanya yang mengalami kesulitan dalam perkuliahan.Saat libur semester pendek ia manfaatkan untuk bekerja,hal itulah menjadi bekalnya dalam mengajar.

Bekal itu lah yang menjadi bekalnya sebagai tenaga pengajar.

Saat menjadi dosen, prestasi Dekan FEB ini semakin terlihat,ia pernah mendapatkan piagam Athena dari menteri pendidikan. Sebagai tenaga pengajar ia selalu menerapkan kedisiplinan dan kerja keras,di tahun 2003 ia di anugrahkan sebagai dosen teladan I Unila.

Ia memulai kariernya sebagai seorang pemimpin ia mulai dari bawah. Diawali sebagai sekretaris Jurusan (sekjur),Ketua Program dan pernah di amanah kan sebagai pembantu Rektor IV.

Berkat kerja keras dan disiplin yang ia terapkan,kini ia menuai hasilnya. Di tahun 2011 Fakultas Ekonomi dan Bisnis meraih sertifikasi ISO 9001: 2008. Dan baru-baru ini FEB di anugerahi Fakultas Terbaik Universitas saat Dies Natalis beberapa waktu lalu.

Kedisiplinan dan tertib juga ikut dirasakan oleh mahasiswa,salah satunya Susi Susanti (manajemen’11), menurut susi sosok satria merupakan seorang yang bijaksana dan disiplin selain itu juga menurut susi Dekan nya ini selain sebagai pemimpin tetapi juga mampu melayani. “waktu jumat bersih ya pak satria juga gak segan-segan ikut sama-sama kita nyapu terus pagi-pagi sering keliling ruangan kuliah,kalo ada waktu kuliah dosenya belum dating langsung di telpon ma pak satria,” tutur susi kagum.

Susi juga mengatakan satria merupakan sosok yang ramah,ia pun akrab dengan mahasiswa,

Senada dengan susi,Dosen FEB Mahrina Sari mengatakan kekaguman nya pada sosok satria bangsawan,” pak satria itu bijaksana ulet,pekerja keras dan selalu mengusahan yang terbaik,selain itu sangat disiplin,”

Lebih lanjut Mahrina menagatakan,Dekan FEB ini tak segan-segan menegur langsung mahasiswa,dosen ataupun karyawan yang tidak disiplin.

***

Satria Bangsawal terlahir dari keluarga sederhana. dengan segala keterbatasan,sekolah sering jalan kaki bolak balik. Ia hanya di beri ongkos saja sedangkan uang jajan tidak ada. “Saya memilih jalan kaki karena uang ongkos itu saya pergunakan untuk jajan,menabung dan membeli buku,” ujar Satria terkenang

Menurut Satria ia berasal dari keluarga biasa saja yang kedua orangtua nya berprofesi sebagai petani. Sejak kelas 2 Sekolah Dasar (SD) ia memutuskan untuk hijrah ke Bandarlampung. “tak tau mengapa saya dulu ngotot sekali ingin sekolah di tanjungkarang,” ujarnya terkenang.

Akhirnya pria kelahiran Krui lampung barat ini memutuskan untuk ikut sang kakak dan melanjutkan sekolah di tanjungkarang sesuai keinginanya. Bersama sang kakak ia di ajarkan hidup disiplin,mandiri dan bekerja keras.

Bahkan kakaknya yang saat itu bekerja sebagai pegawai biasa harus rela menunda kuliahnya untuk mendukung sang adik melanjutkan pendidikanya. Ha itu juga yang membuat satria selalu berusaha yang terbaik dan tidak men sia-siakan kesempatan yang ada.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: