Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Zainal Abidin

Seorang mahasiswa yang terus berusaha menjadi lebih baik lagi

Istimewanya Seorang Uje (Ustadz Jeffri Al-Buchori)

OPINI | 04 May 2013 | 17:03 Dibaca: 1117   Komentar: 2   0

Subhanallah, sejak awal wafatnya seorang Ustadz yang lebih dikenal dengan nama Uje ini atau sering juga di panggil dengan sebutan Ustadz gaul, umat islam terus berbondong-bondong berziarah dan mengirimkan doa untuk beliau dan keluarga yang ditinggalkan. Luar biasanya para peziarah tidak hanya berasal dari sekitar daerah rumah beliau saja, namun juga berasal dari luar daerah dan luar kota bahkan ada juga peziarah yang berasal dari luar negeri, begitu istimewanya usatadz yang satu ini dimata para jamaahnya dan juga dimata umat islam serta dimata seluruh masyarakat indonesia.

Tak dipungkiri ketika berita wafatnya beliau tersebar, banyak para sahabat beliau yang tak mempercayainya, berita ini membuat shock banyak orang, tak hanya umat muslim yang bersedih dan merasa kehilangan atas berpulangnya beliau, bangsa Indonesia pun begitu merasa terpukul dengan kepulangannya yang bisa dibilangan sangat mendadak itu. Hal itupun saya rasakan, bahkan setiap saya melihat atau mendengar berita wafatnya beliau, saya merasa bersedih bahkan sering meneteskan air mata. Apalagi dengan keluarga dan juga para sahabat beliau.

Perjalanan seorang Ustadz Jefri sangat berliku hingga beliau dikenal sebagai dai kondang yang memiliki ciri khas sendiri yang mampu merangkul kaum muda dalam dakwahnya. Begitu luar biasanya metode dakwah yang di terapkan beliau sehingga dakwah yang di sampaikan mampu menyentuh hati para jamaahnya. Pergaulan Uje tidak hanya pada ruang lingkup pergaulan dengan para ustadz saja, namun beliau bisa masuk ke semua kalangan baik dari kalangan pejabat, artis, masyarakat biasa dan lain sebagainya sehingga beliau di kenal sebagai Ustadz gaul, bisa dibilang beliau mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap ustadz dengan metodenya sendiri.

Metode dakwah yang diterapkan oleh beliau amatlah beragam, dari mulai berdakwah dengan menggunakan tata bahasa yang biasa di gunakan oleh anak-anak muda ketika beliau berdakwah di depan kaula muda, menggunakan bahasa berintelektualitas ketika berdakwah di depan para pejabat, menggunakan bahasa sederhana ketika berdakwah didepan umum agar mudah dimengerti dan di pahami, itulah salah satu metode-metode yang beliau terapkan dalam dakwahnya, Sehingga beliau begitu dicintai oleh seluruh masyarakat.

Di hari kedelapan setelah wafatnya beliau, makam dan rumah beliau masih ramai dikunjungi oleh seluruh masyarakat untuk ikut mengirimkan doa agar seluruh amal perbuatan beliau diterima disisi ALLAH SWT. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dan kesabaran. Begitu fenomenalnya, para peziarah yang datang tidaklah sedikit bahkan makam beliau menjadi tempat ziarah favorit yang selalu penuh dengan para peziarah yang terus berdatangan setiap harinya.

Begitu luar biasanya beliau, sehingga acara tahlil yang di selengarakan di rumah beliau di tayangkan di salah satu stasiun televisi sebagai bentuk penghormatan kepada beliau dan mengenang masa-masa indah yang beliau tebarkan dalam hidupnya. Begitu banyak jamaah yang datang untuk ikut tahlil di kediaman beliau, sehingga banyak pula jamaah yang tidak mendapatkan tempat dan mereka rela ikut tahlil di halaman depan kediaman beliau.

Kenangan-kenangan indah yang beliau tebarkan dalam hidupnya meninggalkan kerinduan bagi keluarga, para sahabat, dan juga seluruh masyarakat akan kehadiran beliau. Namun, meski jasad beliau telah tiada tetapi semangat dan dakwah beliau tetap ada dalam hati seluruh masyarakat Indonesia.

Sebelum wafat, beliau sedang membangun sebuah pesantren di daerah cikeas Bogor yang hingga saat ini masih belum rampung pengerjaannya. menurut keterangan dari keluarga beliau, mungkin pesantren ini sudah rampung pengerajaannya jika beliau menerima bantuan dari para donatur yang ingin membantu pembangunannya namun beliau menolaknya karena beliau ingin membangun pesantren tersebut dengan usahanya sendiri, tanpa mau meminta bantuan kepada orang lain dalam arti lain mungkin beliau tidak ingin menyulitkan orang lain.

Namun ketika beliau wafat, banyak para sahabat yang ingin meneruskan pembangunan pesantrennya demi mewujudkan perjuangan beliau. Salah satunya adalah Ustadz Yusuf Mansur, ustadz Yusuf Mansur berencana melanjutkan pembangunan pesantren tersebut. Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat Insya ALLAH bisa terlaksana, amin.

Sebelum wafat, beliau menitipkan peci dan juga cincin yang biasa digunakan untuk berdakwah kepada Ustadz Soleh Mahmoed yang biasa di kenal dengan sebutan Ustadz Solmed dimana nama ini pun diperkenalkan oleh Uje sendiri kepada khalayak, ketika beliau menitipkan peci dan juga cincin kepada sahabatnya yang satu ini, seolah beliau sudah tahu bahwa beliau akan pergi untuk selamanya, sehingga membuat Ustadz Solmed meneteskan air mata dan berkata “ente mau kemana kiayi” ujar Ustadz Solmed, dan Uje pun menjawab “kemana aja deh terserah Allah”. Begitu banyak pesan yang beliau tinggalkan sebelum wafat.

Ustadz H.M. Jeffri Al-Buchori merupakan salah satu peneladan Rosulallah Nabi Muhammad SAW yang baik, saya rasa beliau berhasil meneladani sifat-sifat Rasulallah SAW dengan baik, semoga kita semua juga mampu menjadi peneladan Rasulallah SAW yang baik, sehingga kita selalu mendapat syafaat dan keridhoan dari ALLAH SWT. amin

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Hukum Prabowo-Hatta, Jangan Merusak …

Daniel H.t. | | 20 August 2014 | 11:53

Kabar Gembira, Kini KPK Ada TVnya! …

Asri Alfa | | 20 August 2014 | 11:16

Keluarga Pasien BPJS: Kenapa Dokter Tulis …

Posma Siahaan | | 20 August 2014 | 12:48

Saonek Mondi Sebuah Sudut Taman Laut Raja …

Dhanang Dhave | | 20 August 2014 | 12:13

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 5 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 9 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 9 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: