Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Wawan Kardiyanto

ingin hidup bermakna, tdk sekedar biasa2 aja yakni: lahir, makan, minum, sekolah, pacaran, kerja, nikah, selengkapnya

Erianto Anas Gugur dari Pusaran Maya?

REP | 04 May 2013 | 22:13 Dibaca: 1232   Komentar: 6   2

13678909811842418898Setelah  kemarin saya posting pertobatan Erianto Anas http://filsafat.kompasiana.com/2013/04/23/erianto-anas-akhirnya-bertobat-549649.html,  yang mengagetkan banyak kalangan (baik yang pro dan kontra atas tulisan onani sarkasme agamanya) di lahan garap blogernas, akhirnya terjawab sudah bahwa pertobatannya kemarin hanyalah  game semata untuk menaikan rating kuantitas penggemarnya. Trik jitu menulis Ernas yang sudah pernah mengharu-biru kompasiana di masa lalu, masih begitu menawan bagi para penggemar maupun lawannya.

Hiruk-pikuk blogernas 2 tahun ini, telah mengarah kepada anti klimaks, ketika profil Erianto Anas telah diketahui massa, sebagai sosok Guru PNS di bidang Multi Media, SMKN 1 Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat, lengkapnya:

Data Erianto Anas:

ID: 0801.20070702.010935..3939
Kabupaten: AGAM
Propinsi: SUMATERA BARAT
Nama: Erianto
NUPTK Decr: 2336747649200023

Tempat_tugas: SMK N 1 AMPEK ANGKEK, Kab. AGAM
Kecamatan: EMPAT ANGKAT
Geografis: Perkotaan
Kualifikasi: S1
Jurusan: Pend. Kesenian & Kerajinan
Fakultas: Kesenian/Kebudayaan/Pariwisata

Data ini membuat Erianto Anas terancam gugur dari pusaran dunia maya.

Aduan Segel Neraka Blogernas dan Seret Erianto Anas ke Penjarahttp://www.facebook.com/groups/116405911893777/ yang digalang lawan yang selama ini sangat telaten memonitor sepak terjangnya pada awalnya membuat Ernas putus nyali dan berinisiatif menulis pertobatannya. Namun, karena proses aduan ke pihak berwajib yang masih terkesan belum pasti ditangani secara serius oleh Polda Sumbar dan beritanya masih simpang siur di lapangan, apalagi bagi mereka yang berdomisili diluar Sumatera Barat, hal ini menyebabkan Ernas berusaha bangkit kembali menepis aduan yang telah mengancamnya.

Grup blogernas yang sudah tumbang dua kali, dan akan ditumbangkan yang ketiga kalinya dengan delik aduan penghinaan agama, ancang-ancang Ernas malah sudah membuat neraka blogernas baru yang akan semakin mengibarkan tulisan sarkasme agamanya itu. Semangat jibaku kebebasan menulis tanpa batasnya benar-benar telah membutakan jiwanya walaupun ancaman serius telah sangat dekat memupus status Guru PNSnya dan jeruji penjara yang memisahkan istri dan anak kesayangannya.

Semoga Ernas yang begitu cerdas cepat tanggap sebelum nasi menjadi bubur.

Tags: erianto anas

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 10 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 10 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 10 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 11 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: