Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Novy 29

I'm a Novy E.R. About Me ? Very Like Write…. TIME FOR WRITE….. http://rivitacahayaqalbu.wordpress.com/ My selengkapnya

Manusia Pilihan (1) Ustadz Jefri Al Bukhary (Uje)

OPINI | 29 April 2013 | 22:31 Dibaca: 4367   Komentar: 2   0

Melalui tulisan saya  kali ini,  ingin sekali menuliskan tentang seorang pendakwah yang baru saja meninggalkan dunia yang  fana ini.

Bercerita tentang sosok seorang anak manusia  yang berawal dari keluarga taat beragama namun hidupnya pernah bergelimang ke dalam jurang yang nista hingga diangkat oleh Rabb-nya menjadi manusia besar, panutan banyak manusia yang mengagumi ketabahan dan kesuksesan jalan hidupnya. Dialah Jefry AL-Buchori atau yang lebih akrab disapa dengan Ustadz Jefry (UJE) atau Ustadz Gaul.

Awal mula saya  mendengarkan tausiyah UJE adalah saat acara halal bi halal dalam suasana Lebaran (Idul Fitri) di kantor pemerintahan kota di mana saya tinggal di kota. Saya lupa kapan persisnya.  Jujur saja, walau sering nonton sinetron tapi aku tak pernah melihat acting UJE.Saya tak tahu siapa itu Ustadz Jefry yang mau berceramah di Balai Kota Batu. Saya hanya dengar dari orang-orang di sekitar yang mengatakan, “Ada Ustadz Jefry yang pernah jadi artis sinetron ceramah.”  “Artis ganteng yang sudah tobat”.

Saya tak tahu siapa tuh orang. Dalam hati berkata, “Kenapa bukan KH Zainudin MZ  atau Aa Gym gitu. Ini ustadz dari artis, ah malas datang.”

Ternyata setelah saya dengarkan kali pertama dakwahnya, “Nih ustad gaya bicaramya bagus juga. Seperti sudah jutaan kali terbang berceramah,” pikir saya saat itu. Temanya sih umum saja dan biasa bagi saya. Namun ditunjang  penampilannya yang memang keren, gaya bicaranya dan ngajinya yang paling menyentuh hati saya saat mendengarkan tausiyahnya.  Subhanallah…merdu sekali melantunkan ayat-ayat Allah SWT.

Waktu itu UJE juga membagi-bagikan buku karyanya secara gratis. Sayang, saya kebagian duduk agak jauh dari tempat di mana buku UJE dibagikan. Ya, sudah kehabisan dech karena pada berebut ingin mendapatkan buku ustadz secara gratis.

Namun syukurlah saudara saya bisa mendapatkan dan saya bisa ikutan membaca. Bagus gaya tulisannya. Sederhana dan gampang dicerna.

Singkat cerita, … Semakin lama Uje makin ngetop jadi pedakwah terlebih gaya dakwahnya yang bisa diterima ibu-ibu dan anak-anak remaja.

Almarhum  UJE, salah satu sekian juta atau ustadz atau pendakwah yang  merupakan manusia pilihan untuk dijadikan sebagai seorang yang menyebarkan agama Islam dengan gaya dalam berceramah lebih mengajak berbuat kebaikan dan bukan menggurui. Karena Beliau merasa untuk terus membersihkan dirinya, bertaubat dan belajar. Dengan berbagai pengalamannya akan masa lalunya yang kelam  seperti keluar masuk dugem, pecandu narkoba mematikan gaya Uje berdakwah jadi bisa diterima masyarakat.

Menurut saya mengapa Uje yang lahir di tengah-tengah keluarga religius dan Uje yang pernah mengenyam pendidikan di dunia pesantren, menjuarai MTQ ternyata hidupnya pernah bersentuhan dengan barang-barang haram seperti narkoba? Bukan hanya ujian dan cobaan bagi Uje dan keluarganya tapi lebih dari itu. Dilihat dari mata batin, Uje itu memang dipilih untuk menjadi besar dengan melampaui ujian-ujian agar Beliau bisa memberikan pencerahan dengan berbagi pengalaman hidupnya. Ajakan bukan mengurui, dengan bahasa-bahasa gaul yang lebih diterima kalangan muda yang biasanya paling enggan untuk mendengarkan tausiyah-tausiyah berharga. Menjadi panutan terutama di dunia gemerlap (dugem) dan anak-anak muda. Dia dibukakan jalan berdakwah dengan gaya khas. Bukan hanya  Uje mencari jati diri dimulai dengan hal-hal negative akan tetapi Tuhan sengaja meletakkan di tempat yang  sekarang dengan kekerasan, kebebasan dan tantangan hidup  yang jauh dari agama. Padahal Beliau datang dari orang yang beragama.

Kita tidak tahu mengapa Tuhan meletakkan di tempat yang tidak dikehendaki dengan kekerasan, tantangan dan air mata? Ternyata ada hikmah di balik itu semua. Kesuksesan seseorang tidak mesti kemudahan dan kelancaran tetapi justru berawal dari yang tidak pernah kita duga dan rencanakan.  Dan masa- masa sulit tidak mesti diuji dengan hal-hal yang berbau materi, harta benda dan uang. Masih banyak ujian dan cobaan yang lain. Dunia pendidikan, kesehatan, moral, wajah dan banyak lagi.

Apalagi seperti Uje yang memiliki keistimewaan seperti disebutkan di atas. Lahir dari keluarga religi dan menjuarai MTQ tetapi harus melewati dunia gelap ternyata ada maksud Tuhan memberikan itu semua. Sejak dalam kandungan sudah dituliskan bakal ada pendakwah dari pengalamannya untuk menjadi panutan. Dan Uje bisa berdakwah di mana saja, tanpa mengenal waktu dan tempat. Dan dia bisa berbagi ilmu dengan segala golongan orang-orang yang mendengarkan tausiyahnya. Termasuk di dunia maya seperti twitter, facebook dan website. Yang lebih menariknya dari dalam diri Uje, Allah memberinya suatu pertanda yang tidak diketahui keluarganya, teman-temannya bila usia akan ditutup. Uje tidak terlalu aktif nge tweet, tapi begitu usianya akan ditutup, ada yang bisa menambah pahala dan menghapus dosa-dosa di masa lalunya.

“Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd “DIA” pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut..” (13032013)…. Ternyata itu adalah tweet terkahirnya.

Lahir dari keluarga religi, mengenyam ilmu di pesantren, menjuarai MTQ dengan diterpa  badai ujian dan cobaan dalam hidup membuat iman seorang anak manusia, ayah dari empat anak dan suami dari satu istri ini jadi makin dekat dengan Sang Pencipta. Taubatnya Insya Allah taubat nasuha.

Kini ustadz yang gaya bicaranya gaul, penampilannya keren  telah tiada. Meninggalkan keluarganya, sahabat-sahabatnya, jama’ah yang merindukan tausiyahnya yang mengajak kita semua berbuat kebaikan sebelum ajal menjemput. اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ. Satu └åƍi Indonesia dan dunia ulama kehilangan sosok ƴӛЙģ baik. Ust Jefy Al Bukhori ϑî usianya ƴӛЙģ baru berusia ke-40 (tanggal 12 April 2013). Semoga setelah ini Tuhan akan menunjukkan pula penerus Uje dengan dakwahnya yang khas.

Nggak disangka kematian begitu dekat dengan kita tapi tak tahu. Kapan akan datang menemui kita. Lalu siapkan diri kita bertemu dengan tamu ƴӛЙģ sewaktu2 datang tanpa ªð̀́ã ƴӛЙģ merencanakan kehendakNYA? Wa kaffa billahi wa idho…Cukuplah kematian sebagai pelajaran…

Perlu diingat, Beliau (Uje) dulunya  pendakwah ϑî dunia, kini tetap jadi pendakwah bagi kita  ƴӛЙģ masih bernafas. Takkan ada kata pensiun dari dunia dakwahnya. Memang kita tak bisa lagi mengundang Uje untuk datang ke tempat di mana Uje bisa berdakwah . Namun dengan  jarak ƴӛЙģ sangat jauh dan berbeda alam, Beliau tetap bisa berdakwah. Justru kali ini  dakwahnya lebih mengena bagi orang-orang ƴӛЙģ diberi hidayah dan dibukakan pintu hatinya.

Melalui apa itu? Θî dunia satu pendakwah/penceramah dan pendengarnya banyak.Cobalah berziarah kubur, ϑî sana byk penceramah bisu pendengarnya sedikit. “Wa kaffa bil mauti wa idho-Cukuplah kematian sebagai nasehat” (sabda Nabi)

Mungkin ini bisa saya dan siapa saja  Menjadi PNS ªð̀́ã pensiunnya. Begitu pula menjadi dokter, direktur, presiden dsb. ªð̀́ã masa berhenti untuk menjabat. Masih diberi pesangon, gaji bulanan pensiunan,… Namun ªð̀́ã sebuah profesi ƴӛЙģ takkan mengenal pensiun hingga maut menjemput.Tak mengenal gaji atau pesangon. Pekerjaan apa itu ªªªªu tau aja atau ªªªªu tau banget Ɣ㪪ª….. ???

Kalau ªªªªu tau, itu job adalah menjadi seorang pendakwah. Tidak hanya UJE yang baru tiada atau KH Zainudin MZ tapi kita semua akan jadi pendakwah bila ajal telah menjemput kita. ƘƠ̴̴͡q bisa? Iyalah, kita akan menjadi pedakwah selamanya bila sudah ϑî alam baka untuk semua ƴӛЙģ menziarahi kita dan teman-teman kita ϑî kuburan sana. Memang pendakwah bisu tapi Insya Allah akan lebih mengena ϑî hati bagi yang dberi hidayah.

So, siapa bilang UJE & KH Zainudin MZ berhenti jadd pendakwah? Tidak lah ya… Dia terus berdakwah buat kita semua ƴӛЙģ masih bernafas. Dan sungguh mulia karena tak mengenal berapa biaya ceramahnya.

Semoga bermanfaat.

Penulis,

Novy  E.R. @26042013






Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kuliner: Dari Mesir ke Yordania Bersama …

Andre Jayaprana | | 20 September 2014 | 18:49

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | | 20 September 2014 | 21:49

Asian Games 2018, tantangan bagi Presiden …

Muhamad Kamaluddin | | 21 September 2014 | 04:34

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini Caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 3 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 6 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 18 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: