Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Solusi Bijak

Blogger and enthusiast for Tax, Family and Leadership

Mengulas Teladan Kepemimpinan Qolbu ala Ustadz Jefri Al Buchori

OPINI | 29 April 2013 | 07:39 Dibaca: 1458   Komentar: 0   0

Ustadz Jefri Al Buchori

Ustadz Jefri Al Buchori

(Pic Courtesy by Wikipedia)

Dunia Islam Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya yang merupakan salah satu pemimpin muda Islam terkemuka di negara ini, yang terkenal dengan khotbah dan dakwahnya yang menyejukkan hati, Ustadz Jefri Al Buchori / Ustadz Uje, pada tanggal 26 April 2013 kemarin dalam kecelakaan tunggal di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Solusi Bijak memandang perlu untuk kita semua dalam mengulas peninggalan berharga kepemimpinan qolbu / hati nurani beliau untuk semua kaum muda Islam pada khususnya dan kaum muda di Indonesia secara umum.

Sejak usia muda, Ustadz Uje sudah memiliki bakat dalam bidang seni dan agama, dimana Ustadz Uje menempuh pendidikan di Pesantren Daar El Qolam Gintung, Balaraja, Tangerang dan meraih prestasi dalam MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) hingga level daerah tingkat I / provinsi. Sempat menempuh karir sebagai aktor sinetron dan penari di klub malam, dan meraih prestasi sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja Sayap Patah versi Televisi Republik Indonesia (TVRI). Karir dakwah Ustadz Uje dimulai tahun 2000 yang sempat diwarnai penolakan dari umat yang melihat track record masa muda kelam Ustadz Jefri, namun tidak menghentikan karir cemerlang beliau ketika masuk dalam acara dakwah di Televisi Trans TV7, TPI dan stasiun broadcast lainnya. Konsep fokus dakwah Ustadz Uje ke anak muda kemudian menjadi ciri khas beliau yang pernah terperosok dalam lembah kelam, dan menjadi visi misi beliau dalam menjangkau anak muda untuk masuk ajaran Islam.

Teladan Kepemimpinan Qolbu Ustadz Uje ditunjukkan dengan perubahan hidup.
Tidak mudah untuk anak muda generasi modern untuk bisa lepas dan meninggalkan dunia kelam yang penuh dengan narkoba, minuman keras dan aneka gaya hidup yang merusak akhlak dan hati nurani. Ustadz Jefri telah menunjukkan kerja keras dan perubahan secara total dengan perubahan qolbu dan semua atribut sikap, tutur kata dan kehidupannya yang menjadi teladan buat kita semua.

Teladan Kepemimpinan Qolbu ditunjukkan dengan kesetiaanya untuk setia pada istri terkasih.
Sebagai seorang Ustadz yang merupakan jabatan prestisius dalam kaum Islam, yang disorot dan penuh dengan fokus hormat & kekaguman dari pengikut, tidak ada tokoh agama yang tidak akan tergoda dengan semua kegelimangan itu, apalagi dengan wajah rupawan dan background keartisan beliau yang bagus. Di akhir hayat, istri terkasih beliau tetap hanya seorang yang bernama Pipik Dian Irawati yang dinikahinya pada tahun 1995 (18 tahun pernikahan yang langgeng). Seorang pemimpin juga dinilai dari kecakapannya mengatur istri dan rumah tangganya secara harmonis oleh umat diluar.

Teladan Kepemimpinan Qolbu Ustadz Uje ditunjukkan dengan pengikut yang banyak.
Memang berbahaya untuk mengukur kadar kepemimpinan seseorang dari jumlah pengikut. Sampai artikel ini diposting akun twitter beliau di @jefri_buchori mencapai follower 238,892 orang, sedangkan yang di akun @Jefry_Buchori yang dikelola oleh istri terkasih, mencapai 51,123 orang. Itu hanya di Twitter saja, belum termasuk akun Facebook yang mencapai 27,191 orang dan itu belum termasuk umat beliau lainnya di pesantren, masjid dan yang tersebar diseluruh Indonesia. Seorang pemimpin yang bijak dan berkharisma akan selalu dihampiri oleh umat tanpa harus menggembar gemborkannya, intimidasi, tipu daya, politik uang dan banyak cara kurang terpuji lainnya. Beliau menunjukkan dengan apa adanya.

Teladan Beliau lainnya…

Follow Us on Twitter : @solusi_bijak

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 7 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 7 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 11 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 14 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 8 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 19) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Meninjau Konsistensi kehalalan Produk …

Donny Achmadi | 9 jam lalu

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: