Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Erickaregy Abdullah

Seorang pecinta buku yang sedang belajar menulis dan membaca lembaran-lembaran ilmu Tuhan

Uje, Ustad Jefry Al Buchori, Lantunan Merdu Bacaan Quran-mu yang Tertinggal Kini

REP | 26 April 2013 | 14:38 Dibaca: 3966   Komentar: 11   1

UJE dalam dakwah

Selepas shalat tahajud tadi pagi, Jumat 26 April 2013, saya sempatkan membuka laptop sambil mengerjakan sisa pekerjaan semalam, dan iseng membuka akun twitter sambil menunggu adzan shubuh

Biasanya banyak info-info bermanfaat yang saya dapat dari twitter, baik mengenai bisnis, pendidikan maupun ilmu-ilmu agama dari beberapa akun yang saya follow. Dan saya sempat kaget membaca re-tweet (RT) dari akun resmi milik Helmy Yahya yang menanyakan kebenaran berita meninggalnya Ustad Jeffry

Sempat ingin segera me retweet, tapi saya ragu karena pagi-pagi sekali beritanya sekitar pukul 3.30, khawatir berita yang disebar hoax. Saya tinggalkan sebentar pekerjaan saya, kemudian menelusuri sumber-sumber berita tersebut, semakin santer saja berita meninggalnya Dai Gaul ini.

Hingga akhirnya saya membaca tweet post dari beberapa orang yang saya tahu dan yakin akan kebenaran ucapannya, tiba-tiba saya terdiam dan menghela nafas dalam-dalam sambil mengucapkan doa untuk Ustad muda ini. Segera saya re-tweet berita tersebut, dan saya share di wall facebook saya.

Saya sempat tidak percaya atas hal yang terjadi pada ustad Jeffry atau yang biasa dipanggil UJE ini, beberapa hari yang lalu saya sempat berpikir .. wah sebentar lagi Ramadhan, pasti akan senang melihat banyak ustad-ustad yang memberikan renungan qalbu di acara TV, seolah oase ditengah gersangnya tayangan-tayangan TV.

UJE adalah salah satu ustad yang saya hormati karena cara beliau berdakwah yang penuh kharisma, selain paras wajahnya yang tampan, suara lantunan ayat-ayat Quran yang syahdu menggetarkan jiwa, juga caranya yang bijak dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan jamaah kajiannya.

Berita yang saya terima, UJE meninggal karena kecelakaan tunggal saat mengendarai motor gede-nya (MOGE), Saya sempat berpikir .. wah dari mana si UJE dini hari kok pakai motor, kemudian saya mengingat hari.. ah ya tadi malam kan malam Jumat, mungkin beliau baru pulang dari masjid atau baru selesai mabid bersama binaanya. Sekuat tenaga saya usir prasangka prasangka buruk tentang beliau, meski dulunya sempat saya dengar kehidupannya jauh dari jalan Islam.

Subhanallah, pilihan hidupnya untuk kembali ke Jalan Allah membuatnya menjadi pribadi yang beruntung dan bermanfaat bagi seluruh alam. Saya yakin diluar sana bukan hanya saya yang tersentuh hatinya, ketika pertama kali mendengar lantunan bacaan Al Quran-nya yang begitu merdu dikumandangkan di layar televisi. Saya juga yakin diluar sana ada lebih jutaan orang yang sadar untuk kembali ke Jalan Tuhan setelah mendengar nasehat-nasehat santunnya. Dan saya yakin bukan hanya saya saja yang masih tidak percaya atas kepergian UJE.

Tepat ketika adzan shubuh berkumandang, semakin santer berita meninggalnya suami dari Upik UJE ini disiarkan, beliau meninggal akibat kecelakaan tunggal di daerah Pondok Indah dan motor yang ditumpanginya menabrak pohon palem, kabarnya jalanan licin. Ustad yang banyak digandrungi anak-anak muda ini berniat pulang setelah selesai menghadiri acara kajian DAI.

Subhanallah.. lagi-lagi saya menyebut nama Allah, mendoakan UJE semoga amalan-amalan kebaikannya diterima Allah, dan dihitung sebagai mati Syahid karena berdakwah memberikan ilmu di Jalan Allah. Allah benar-benar memuliakan hambanya yang bersungguh-sungguh di jalannya, hanya orang-orang pilihan Allah yang meninggal di hari Jumat, puncak-puncaknya kebaikan hari.

Saya termenung, memikirkan kebaikan-kebaikan apa saja yang sudah saya perbuat beberapa hari ini, adakah orang-orang yang tersakiti dengan lidah saya, adakah kecurangan-kecurangan yang tidak sengaja saya lakukan…. Astaghfirullahaladzim

Menyesal pagi ini saya tidak menyempurnakan qiyamul lail karena sedikit terlambat bangun, menyesal saya mengurangi kekhusyukan shalat sunnah fajr, kerena memikirkan pekerjaan, menyesal saya melewatkan tilawah al quran yang saya tinggalkan beberapa minggu ini dengan alasan sibuk, menyesal dan menyesal … dan jika pagi ini saya juga menjadi daftar dalam catatan malaikat maut .. pasti sesal itu tak akan berguna..

“….. walaupun hidup seribu tahun .. jika tak sembahyang … apa gunanya….” tiba-tiba suara merdu UJE yang melantunkan nasyid ini bergema di telinga saya..

MashaAllah Ustad Jeffy Al Buchari, dalam kematianmu pun engkau masih mampu membuat orang lain mengingat Allah, merindukan Rabb-nya, mengikuti kembali Jalan Islam.. Ribuan jamaah yang menyalatkanmu di Masjid Istiqlal, ribuan orang mengantarkanmu menuju peristirahatan, jutaan orang mendoakan di berbagai kota.

image by jakartaokezone.com

image by jakartaokezone.com

Semoga engkau tersenyum di surga menikmati jerih payahmu di dunia ditemani bidadari surga yang bermata jeli, dan semoga kemuliaan atas keluarga yang ditinggalkan

UJE dalam dakwah

Allahumma firlahu warhamhu wa’afihi wafu’anhu

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Naik Mule di Grand Canyon …

Bonekpalsu | | 26 July 2014 | 08:46

Mudik Menyenangkan bersama Keluarga …

Cahyadi Takariawan | | 26 July 2014 | 06:56

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

ASI sebagai Suplemen Tambahan Para Body …

Andi Firmansyah | | 26 July 2014 | 08:20

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Gaya Menjual ala Jokowi …

Abeka | 7 jam lalu

Jenderal Politisi? …

Hendi Setiawan | 7 jam lalu

Tuduhan Kecurangan Pilpres dan Konsekuensi …

Amirsyah | 7 jam lalu

Gugatan Prabowo-Hatta Tak Akan Jadi Apa-apa …

Badridduja Badriddu... | 8 jam lalu

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: