Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Gie Thok

selalu ingin tahu yang belum tahu

Gus Yus, Jagoan PKB Pengawal Konstitusi

REP | 04 March 2013 | 10:18 Dibaca: 211   Komentar: 0   0

Drs. KH Muhammad Yusuf atau yang dikenal dengan Gus Yus, beliau lahir di Jember Jatim , 23 Februari 1952. Gus Yus salah satu tokoh NU_PKB yang terbaik, Ia menjadi Ketua FPKB MPR RI periode 1999-2004. Beliau menuntut ilmu di SD Jember kidul 1, SMPN 1 Jember SMAN 1 Jember dan Fakultas Dakwah UIN Suka Yogya serta di Fakultas Hukum UGM.

Semenjak SMP Gus Yus sudah aktif berorganisasi dan menjadi penyiar radio dibeberapa radio terkemuka. Saat di Yogya Gus Yus ngaji di Pesantren Krapyak, sebelum rampung di UGM Beliau pindah ke Universitas Islam Madinah. Disana Gus Yus didaulat menjadi Ketua KMNU Komisariat Madinah dan Ketua PPII. Seusai selesai menuntut ilmu di manidah Gus Yus mendirikan pesantren dan aktif di kegiatan keagamaan lalu masuk kedunia politik. Ranah politik yang di pilih Gus Yus adalah PKB karena memiliki tujuan yang sama dengan NU.

Dalam struktur PKB Gus Yus sebagai anggota Dewan Syuro, Bagi Beliau kekuasaan harus diambil dan hanya bisa dengan masuk di dalam puasaran kekuatan politik. Dalam memperjuangkan keyakinan harus memasuki 2 wilayah yaitu; konstitusionalisasi aspirasi dan konstitusionalisasi ajaran islam. Konstitusionalisasi aspirasi menurut Gus Yus merupakan apa yang ada dalam ajaran itu sebagai hukum positif, sedangkan konstitusionalisasi ajaran islam berarti menghadirkan islam melalui proses yang kostitusional dan menghindari ruang pembrontakan.

Pada Pemilu pertama bagi PKB, Gus Yus terpilih menjadi anggota DPR RI dapil Jember dan duduk di komisi II yang membidangi hukum dalam negeri. Gus Yus juga aktif dalam panitia Ad-Hoc I, amandemen UUD 1945, Pansus pembentukan Provinsi Babel dan Gorontalo dan intens dalam pembuatan UU. Tugas-tugas tersebut merupakan bagian dari komitmen Beliau sebagai anggota DPR.

Sebagai ketua FPKB MPR RI, Gus Yus mempunya 3 peran sentral yaitu, (1) PKB pemenang ke 3 pemilu 1999 sangat menentukan jalannya perpolitikan nasional, (2) sebagai pendukung utama Presiden Gusdur dalam mengawal kebijakan Gusdur di MPR dan (3) sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, peran FPKB sangat menentukan arah dan warna proses amandemen UUD 1945. Menurut Gus Yus , proses amandemen tersebut prinsipnya kedaulatan rakyat, check and balance dan low inforcement.

Saat Pemilu 2004, Gus Yus terpilih kembali menjadi anggota DPR RI FPKB , menjadi ketua komisi VIII yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Beberapa kalangan menamakan Gus Yus sebagai “duta pesantren untuk senayan”. Serta berkelakar kalau di komisi VIII “komisi akhirat”. Meski sibuk sebagai anggota DPR RI, Gus Yus tetap istiqomah ngurus pesantren, ngajar kitab kuning dan mengadakan pengajian umum.

30 November 2004 pesawat yang ditumpangi Gus Yus mengalami kecelakaan yang membuatnya beliau tewas. Saat itu juga PKB-NU meraskan kehilangan besar dengan kejadian tersebut.

#sumber : Lanang Sejati 9

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 4 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 4 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 5 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 7 jam lalu

Pak Jokowi Tolong Fokus pada Potensi, Sambil …

Thomson Cyrus | 7 jam lalu

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | 7 jam lalu

Transjakarta VS Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | 7 jam lalu

Kasus MA, Pornografi dan Siapa Para …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: