Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Ady Poniady

Seorang yang sedikit pendiam sebelum kenal pribadi orang lain. Terkadang selalu menyesal atas apa yang selengkapnya

Karakter Seorang Pendidik

OPINI | 05 January 2013 | 08:53    Dibaca: 392   Komentar: 1   0

Seorang dosen adalah figur bagi setiap mahasiswa yang menjaga tingkah dan sikapnya agar menjadi panutan bagi mahasiswanya.  Dosen juga bertanggung jawab atas menciptakan suasan belajar  yang  nyaman dan menentramkan, walau ada beberapa dosen tidak sependapat dengan unsur ini karena mereka beralasan setiap dosen memiliki passion sendiri-sendiri yang tidak boleh dibantah. Yang sangat lucu ketika saya kuliah teman-teman saya memberitahu saya tentang Undang-undang antara dosen vs mahasiswa yang bunyinya seperti berikut “pasal satu DOSEN TIDAK PERNAH SALAH dan jika dosen salah BERLAKU PASAL SATU KEMBALI” sedikit tertawa dan tertahan karena sebagai mahasiswa selalu terzalimi dengan Undang-undan tersebut.  Dan ada beberapa lelucon kembali yang saya dengar dari teman-teman saya yang bunyinya seperti berikut “jika mahasiswa tidak tepat waktu dalam mengerjakan tugas dapat diakatakan mahasiswa tersebut “bodoh” sebaliknya jika dosen lama dalam mengerjakan tugas itu tandanya “sedang berpikir” karena ketelitiannya”  dan  beberapa dosen saya lihat lama berpikir dan tidak memecahkan masalah sekali lagi terzalimi.

Hal-hal yang saya ungkapkan diatas adalah sedikit tentang hal-hal yang menurut saya perlu di rycycle agar kedepannya kualitas dosen sedikit lebih baik.  Lalu bagaimana jika seorangb dosen tidak mampu menjadi seorang yang menjadi panutan apa lagi mengasyikan. Inilah yang terjadi pada suatu universitas seorang dosen tidak mapu menjadi seorang yang perlu di hargai. Tentu pertanyaanya mengapa demikian? Karena karakter dosen tersebut tidak mencerminkan seorang pendidik yang mampu memberikan contoh kualitas yang baik bagi mahasiswanya. Misalnya saja dosen yang saya maksud pendendam, selalu mengancam dengan kapasitas yang ia miliki, tidak kompeten dan suka mencari masalah dengan mahasiswa. Lalu pertanyaannya inikah kualitas seorang dosen? Tanya saja pada rumput yang bergoyang,, Seyogianya karena untuk menjadi dosen itu sangat sulit seharusnya mampu tersaring kualitas yang benar-benar terjaga baik dari tingkah laku dan kemapuan. Karena posisi dosen sangat strategis dan riskan yaitu sebagi tenaga pendidik tingakt atas yang mengahsilkan calon-calon pemimpin bangsa yang akan datang. Walaupun cita-cita saya adalah menjadi seorang dosen, saya rela tersisih jika memang kualitas saya tak mampu menjadi apa yang seharusnya. Semoga kedepannya semua dosen sadar bahwa fungsi mereka sangat besar bagi bangsa dan negara ini sehingga di butuhkan seorang yang benar-benar mengerti fungsinya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mendadak Bangka …

Sam Leinad | | 24 May 2015 | 19:38

Pedenya NET TV …

Iwan Permadi | | 24 May 2015 | 16:52

[Blog Competition] Ceritamu bersama …

Kompasiana | | 08 May 2015 | 18:25

Mau Jadi Kaya? Pikirkan Telebih Dulu secara …

Tjiptadinata Effend... | | 24 May 2015 | 20:04

KAA ke-60, Bandung Mendadak Bahagia …

Kompasiana | | 24 May 2015 | 18:15


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar Senjata Jusuf Kalla, Petral …

Ninoy N Karundeng | 15 jam lalu

Lecehkan Ras Sunda, Color Run Subang Dicekal …

Jadiah Upati | 16 jam lalu

Beras Platik: Teror untuk Siapa? …

Gatot Swandito | 17 jam lalu

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 23 jam lalu

Presiden Jokowi Menerima Gratifikasi Batu …

Gunawan | 24 May 2015 05:08


Subscribe and Follow Kompasiana: