Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Ceppy Febrinika Bachtiar

Sepeda, film, politik, budaya, musik, dan fotografi.. Contact: ceppyfebrinikabachtiar@yahoo.co.id/ceppy.bachtiar@beritasatumedia.com. Twitter: @ceppyfbachtiar selengkapnya

Penyanyi Cakra Khan, Hoki Lewat Karakter Suara Berat-Serak

REP | 10 November 2012 | 14:33 Dibaca: 1874   Komentar: 0   1

13525323241279944496

stafaband.info

Cakra Khan, penyanyi pendatang baru lewat lagu “Harus Terpisah” mendadak populer belakangan ini. Pemuda asli Ciamis, Jawa Barat ini, memiliki bakat bernyanyi yang patut diperhitungkan. Menyukai dan belajar seni tarik suara sejak kecil membuat dia merasa familiar dengan bernyanyi. Sempat ditegur pemilik kost dan ketua RT, lantaran suaranya dianggap ancurrr..

Seiring bertambah usia, segala genre musik sempat dia selami, mulai sejak kecil hingga dewasa. Bahkan, saat berusia tujuh tahun ketika menginjak kelas dua sekolah dasar, Cakra sudah menggilai musik dangdut, sunda dan keroncong. Maklum, tanah kelahirannya, Pangandaran, Jawa Barat, kala itu kental akan budaya dan budaya setempat.

Lalu di sekolah menengah pertama beralih ke pop. Disusul saat sekolah menengah atas bergeser ke jazz, bluez dan rock. Selama SMP dan SMA, kelahiran 27 Februari 1992 ini juga sempat memiliki band sekaligus di posisi vokalis.

Kemudian, memasuki kuliah pada jurusan Vocal Clasic di Sekolah Tinggi Musik Bandung (STMB), dia menggemari musik seriosa. Di dunia kampus lah, Cakra kian mengasah potensi bakat bernyanyi, termasuk saat pernah tampil di ‘pinggiran’ dengan mengamen di alun-alun Bandung, Jawa Barat awal 2010.
Walau namanya baru dikenal, Cakra mengaku siap terjun dan bersaing di industri musik Tanah Air. Termasuk penyematan nama belakang yang agak mirip, Khan, yang diambil dari nama musisi jazz asal Chicago, Amerika Serikat, Cakha Khan. Baginya, nama panggung tersebut menjadi keberuntungan disamping sebagai idola.

“Chaka Khan kiblat bermusik saya di aliran jazz. Suaranya bagus dan jam terbangnya tinggi,” katanya, saat dijumpai Rabu (7/11) di My Music Records, Cilandak, Jakarta.

Walau di tengah ratusan musisi Indonesia yang lebih dahulu terjun bermusik, Cakra memandang optimis. Bahkan, ia memberi sesuatu yang berbeda dengan penyanyi-penyanyi sejenis. Diantaranya memiliki suara yang berkarakter, berat dan serak, namun tetap melankolis.

Suara serak-parau pada lagu “Harus Terpisah” ini, menurutnya, benar-benar tak dibuat sengaja. Dia mengaku, sejak kecil suaranya sudah seperti itu dan sengaja akan dipertahankan.

“Pernah, waktu tinggal di kost awal kuliah, saya menyanyi keras di kamar mandi. Esoknya, tiba-tiba bapak RT mengadu ke pemilik kost bahwa suara saya tidak enak didengar karena dianggap bising dan mengganggu tetangga,” ucapnya. “Dari dulu, saya terbiasa menyanyi di kamar mandi sampai 1,5 jam,” tambahnya.
Lagu single tersebut, kini, tengah booming di sejumlah tangga nada dan digilai hampir semua orang.
Menurut Cakra, lagu “Harus Terpisah” bertema cinta dan mewakili perasaan sebagian besar seseorang yang tengah dilanda galau. Single perdana Cakra menjadi batu loncatan baginya menuju sukses di industri musik Tanah Air.

Musik easy listening dan lirik yang pas, tak heran jika lagu tersebut sering dinyanyikan oleh siapapun dan menjadi hit dalam waktu yang relatif singkat, sejak dirilis Juni 2012. Tentu, bukan faktor lirik dan musik saja yang membuat single pertama Cakra melejit di tanah air. Karakter vokal khasnya menjadi daya magnet tersendiri.

Namun, siapa sangka, suara Cakra yang terdengar sangat khas serta dianggap biang keladi kebisingan saat itu, menjadi daya tarik untuk mencuri perhatian publik. Suara rendahnya yang terdengar berat dan serak, sedikit mirip suara penyanyi Afgan dan Sandy Sondoro, diyakini banyak digandrungi anak muda.
Lagu enak didengar dan suara khas itulah yang membuat banyak penggemar musik memberi pujian terhadap Cakra Khan, termasuk label Sony Music yang menaungi.

Kedepan, selepas lulus kuliah, Cakra berhasrat menjadi musisi terkenal. Bahkan, katanya, tak menutup kemungkinan, akan membuat lagu sendiri dengan album berikutnya kelak.

“Saya ingin meluaskan karir hingga go internasional,” tutupnya.

Tags: cakra khan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 16 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 20 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: