Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Andri Saleh

Aku bukanlah siapa-siapa, hanyalah seorang lelaki 32 tahun, suami dari seorang istri, bapak dari dua selengkapnya

Polisi Bergaji Kecil Berakhlak Besar

OPINI | 13 October 2012 | 09:57 Dibaca: 533   Komentar: 8   4

Hoegeng Iman Santoso - akrab disapa Hoegeng - lahir di Pekalongan pada tanggal 14 Oktober 1921. Tubuhnya tinggi dan ceking. Namun siapa sangka, beliau adalah sosok legenda di jajaran kepolisian.

Dalam buku biografi “Hoegeng, Oase Menyejukkan di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa”, Arisanto dkk menjelaskan secara gamblang beberapa tindakan Hoegeng yang dianggap nyeleneh dan sedikit nekad.

Padahal, jika dicermati secara mendalam, tindakan-tindakan nyeleneh dan nekad beliau itulah yang merupakan embrio dari program Reformasi Birokrasi. Itulah sebabnya, lelaki yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Imigrasi dan Menteri Iuran Negara itu tetap dikenang hingga saat ini.

***

Dalam buku biografi tersebut dijelaskan beberapa tindakan nyeleneh dan nekad yang Hoegeng lakukan. Ini adalah beberapa di antaranya.

  • Beliau menutup toko bunga milik istrinya sesaat setelah diangkat menjadi Dirjen Imigrasi. Alasannya, agar orang-orang tidak memborong bunga-bunga di tokonya itu dengan maksud dipermudah urusan keimigrasiannya;
  • Beliau mengembalikan 2 sepeda motor mewah merk Lambretta yang diberikan pengusaha otomotif sebagai jatah untuk para pejabat;
  • Beliau melarang istrinya ikut serta ketika beliau melakukan kunjungan kerja ke Belanda;
  • Beliau menolak rumahnya dijaga oleh Satpam;
  • Beliau menolak ikut bermain golf beserta para pejabat. Alasannya, beliau tidak punya uang untuk membeli stik golf yang mahal;
  • Beliau menolak surat titipan dari dr. J Leimena agar seorang kenalannya diterima di Dirjen Imigrasi;
  • Beliau menolak - bahkan membuang - perabotan mewah di rumah dinasnya seperti kulkas, sofa, piano, dan lainnya ketika diangkat menjadi Kadit Reskrim Polda Sumut. Perabot itu diberikan oleh seorang pengusaha China sebagai ucapan selamat datang;
  • Beliau menolak kendaraan dinas untuk Dirjen Imigrasi yang diberikan oleh Sekretariat Negara. Alasannya, beliau sudah menggunakan mobil dinas dari institusi Kepolisian;
  • Beliau menolak tinggal di rumah dinas yang cukup mewah ketika menjabat Menteri Iuran Negara. Ia menganggap bahwa rumah pribadi sudah cukup untuk menjalankan tugasnya;
  • Beliau menolak menerima gaji dalam status pensiun sebagai Kapolri;
  • Beliau menolak ditugaskan sebagai Duta Besar di Belgia. Alasannya, beliau ingin mengabdi untuk rakyat Indonesia di negeri sendiri;
  • Beliau - beserta istrinya - menolak sistem organisasi istri-istri pejabat seperti Dharma Wanita, Bhayangkari, dan sejenisnya yang ketika itu dinilai sangat konsumtif.

Tindakan Hoegeng yang luar biasa itu justru dianggap melawan sistem yang sudah ada. Beliau memang dihadapkan pada sistem bobrok yang tidak menginginkan perubahan apapun. Akhirnya, Hoegeng dipensiunkan dari jabatan Kapolri dan diganti oleh orang yang usianya justru lebih tua.

***

Begitulah Hoegeng. Sosok polisi yang, meskipun (mungkin) bergaji kecil, namun mempunyai akhlak yang luar biasa. Mudah-mudahan polisi-polisi jaman sekarang bisa mengikuti jejaknya. Amiin:-)

***

13500973361342454103

Foto Hoegeng dalam sebuah buku biografi (pustakadaluang.blogspot.com)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 5 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 9 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: