Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Adi Kiswanto

Just an ordinary people http://adikiss.net

Muhammadku, Kami Rindu Padamu

OPINI | 30 September 2012 | 00:51 Dibaca: 437   Komentar: 10   0

Beberapa waktu yang lalu umat Islam dikejutkan oleh film yang berjudul innocent of muslim. film ini menimbulkan kemarahan umat Islam diseantero penjuru dunia. bahkan di Libya terjadi chaos yang menewaskan duta besar amerika disana. begitu pula di indonesia, juga terjadi aksi masa, dari berbagai ormas Islam. alhamdulillah di indonesia masih tetap aman dan tidak menimbulkan chaos.

Memang kita sebagai umat Islam harus marah dan menetang keras penghinaan kepada Nabi Muhammad tetapi bukan berarti kita harus melakukan tindak kekerasan dan anarkisme. karena mungkin saja tujuan utama si pembuat film adalah untuk menunjukkan bahwa umat Islam itu suka melakukan tindakan kekerasan dan anarkis, seperti yang digambarkan dalam film tersebut bahwa Nabi Muhammad mengajarkan kekerasan dan suka melakukan peperangan. kita jangan sampai terlena dan terjebak oleh jebakan musuh-musuh Islam. di dalam Al Quran sendiri Allah telah mengingatkan kepada kita bahwa yahudi dan nasrani tidak akan tinggal diam sampai umat Islam mengikuti mereka.

Tetapi ada sisi positif dari film tersebut kepada kita sebagai umat Islam. film tersebut seolah-olah menjadi tamparan buat kita. sebenarnya apa sih yang membuat kita marah dan haruskah kita marah dalam menanggapi film tersebut. Apakah kita marah karena kecintaan kepada Nabi kita atau kita marah justru karena kita tidak tahu harus berbuat apa sehingga yang bisa kita lakukan hanyalah marah.

Saya jadi berpikir seandainya Nabi Muhammad masih hidup apa yang akan beliau lakukan? Apakah langsung membunuh Sam Bacille si pembuat film atau memerangi bangsa amerika atau bagaimana? rasanya hal tersebut justru menimbulkan kerinduan yang sangat mendalam kepada junjungan kita Nabi Muhammad. saya kok tidak yakin Rasul kita yang mulia akan langsung membunuh pembuat film tersebut atau memerangi bangsa amerika.

Rasulullah adalah orang yang sangat penuh dengan kasih sayang. Kalo kita melihat sejarah begitu banyak kisah kisah sederhana tetapi sangat menyentuh, yang dilakukan oleh Rasulullah. Siapa lagi orang yang mampu setiap hari dilempari kotoran tetapi tidak membalasnya. siapa lagi orang yang mau menyuapi orang yahudi yang buta sambil dicacimaki, bahkan ketika makananya terlalu keras Rasulullah mengunyahnya terlebih dahulu sebelum menyuapkannya kepada orang yahudi yang buta tersebut.

Bahkan ada suatu kisah dimana sekelompok masyarakat jahiliyah sedang melakukan ritual di sekitar Ka’bah, kemudian Rasulullah mendatangi mereka. Orang-oang tersebut pada lari tunggang langgang karena ketakutan (kejadian ini setelah Fathul Mekah) dengan membawa patung-patung berhala. Tetapi ada seorang nenek yang tidak kuat membawa patung tersebut. lalu ada seorang laki-laki yang membantu membawakan patung berhala tersebut. kemudian nenek tersebut bertemu kelompoknnya tadi. dan diberitahu oleh salah seorang dari mereka bahwa yang menolong nenek tadi membawakan patung adalah Nabi Muhammad.

Maka seketika itu juga, nenek tersebut langsung lari menghadap Rasulullah dan menyatakan diri masuk Islam. betapa mulianya sikap Rasul. tentu saja masih banyak cerita yang menyentuh yang menunjukkan betapa Rasulullah adalah orang yang sangat mulia dan penuh dengan kasih sayang. banyak para kaum qurais yang sebelumnya menentang Nabi, menghina, menghujat, dan memfitnah Nabi yang pada akhirnya setelah Fathul Mekah mereka masuk Islam, tetapi diterima serta dihormati oleh Nabi. bahkan ada orang yang menemui Nabi dan ingin membunuh Nabi, diterima dengan baik.dan akhirnya malah tidak jadi membunuh tetapi masuk Islam. dan masih banyak cerita lainnya.

Mungkin saja orang orang yang marah dan melakukan kekerasan itu lupa atau mungkin tidak tahu kisah-kisah kemulian Nabi yang begitu penuh kasih sayang. kalo toh di dalam Islam ada perang maka perang yang dilakukan  adalah untuk membela diri dari intervensi dan invasi yang dilakukan kaum qurais / jahiliyah. dan tidak pernah perang dilakukan untuk memaksakan agama Islam. karena di dalam Islam sendiri la ikroha fiddiin, tidak ada paksaan dalam beragama.

Untuk mengajak bangsa lain agar mengenal Islam maka yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat pada waktu itu adalah dengan mengrim surat kepada raja. kemudian jika disetujui maka akan dikirmkan beberapa orang untuk menetap sementara dinegara tersebut. seperti yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat ketika pergi ke Habasiyah / etiopia. perang juga dilakukan untuk menumpas Nabi-nabi palsu yang banyak bermunculan paska meninggalnya Rasulullah.

Hikmah yang bisa kita ambil dari film innocent of muslim adalah bahwa penghinaan terhadap Nabi bisa jadi akan terjadi berulang-ulang seperti sebelumnya ada karikatur yang menghina Nabi oleh orang Swedia, lalu film Fitna oleh orang Belanda. Maka kita sebagai umat Islam harus hati hati dan bijaksana dalam merespon hal tersebut. Jangan sampai kita malah termakan jebakan yang dibuat oleh musuh-musuh Islam. Yang tidak menginginkan adanya kedamaian dan ketentraman.

Selain itu hikmah lainnya adalah agar kita lebih mengenal Rasulullah yang sebenarnya dan Islam yang sebenarnya. Jangan sampai kita sebagai orang Islam takut terhadap Islam itu sendiri (islamophobia).

Wallahu a’lam bishowab.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pembully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 7 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 7 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Senandung Rindu …

Ariesa Putris | 8 jam lalu

Perlukah Bbm Naik Karena Subsidi Jebol? …

Shohibul Hadi | 8 jam lalu

Serba Salah: Jokowi dan AM Tukang Tusuk Sate …

Stephanus Jakaria | 8 jam lalu

Hati Beling …

Binoto Hutabalian | 8 jam lalu

Berkaca Pada Dekrit Presiden …

Haries Sutanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: