Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Bryan Septhian

we're young.. sang pelurus bangsa ( air mata perjuangan generasi akan menjadi mata air dunia ) selengkapnya

Pahlawan Nasional Asal Makassar

REP | 11 July 2012 | 21:56 Dibaca: 2969   Komentar: 0   1

SULTAN HASANUDDIN PAHLAWAN NASIONAL ASAL MAKASSAR

I mallombasi atau yang kita kenal Sultan hassanudin merupakan sala satu anak bangsa yang lahir di tanah Celebes ( Makassar ) pada tanggal 12 januari 1631

Sultan hasanuddin adalah putera kedua dari I manuntungi Daeng Mattola yang akrab di panggil dengan sebutan sultan malikussaid yang pada waktu itu beliau adalah raja Gowa yang ke-15. Kerajaan Gowa merupakan satu-satunya kerajaan besar yang menguasai jalur perdagangan di wilayah timur Indonesia sekitar abad 15 sampai abad 17.

Usia 16 tahun sultan hasanuddin sering ikut dengan ayahandanya untuk menghadiri perundingan-perundingan penting , oleh karena itu secara tidak langsung sultan hasanuddin belajar mengenai ilmu pemerintahhan, diplomasi dan ilmu perang. Karena sultan hasanuddin sangat berpotensi untuk bidang-bidang tersebut sehingga pada usia 20 tahun beliau di beri kepercayaan oleh ayahandanya untuk menjadi perwakilan mendatangi kerajaan-kerajaan yang bersahabat untuk membawah titah persatuan nusantara.

Kemampuan dan pengalaman yang luar biasa sering di tunjukkan oleh sultan hasanuddin membuat beliau di angkat menjadi raja Gowa ke – 16 setelah wafatnya sultan malikussaid (Raja Gowa ke – 15 )

Pada masa pemerintahannya sultan hasanuddin kerap kali di serang oleh pasukan belanda yang berpusat di Batavia dikarenakan sultan hasanuddin menegaskan penolakan untuk tunduk terhadap ketentuan colonial belanda yaitu Monopoli perdagangan rempah-rempah . yang di rasakan sangat menyinggung kedaulatan kerajaan Gowa yang dapat mengancam perekonomian kerajaan Gowa yang pada saat itu merupakan kerajaan maritim sanagat tergantung pada usaha perdagangan. Serangan pertama berawal tahun 1660 ke dua 1666 ke tiga 1667 dan yang terakhir tahun 1669. Di karenakan perlawanan sultan hasanuddin merupkan perlawanan yang paling dahsyat dirasakan oleh colonial belanda di bandingkan perang yang lain, sehingga sultan hasanuddin di beri julukan oleh musuhnya sendiri ( Belanda) “ VAN HET OOSTEN (AYAM JANTAN DARI TIMUR) “. Dahsyatnya perang melawan kerajaan Gowa dikarenakan dukungan penuh dari bangsawan di istana raja, di tambah dengan militansi tetntara kerajaan dan rakyat yang sangat solid membelah tanah kelahirannya. Sehingga armada dagang belanda di kwasan laut Sulawesi bahkan sampai ke laut Maluku dan Kalimantan tidak pernah aman dari gangguan armada Raja Gowa.

Bukan colonial belanda saja yang berperang melawan kerajaan Gowa ada pun kerajaan-kerajaan kecil khususnya di Sulawesi selatan yang ingin melepaskan diri dari kerajaan Gowa, sehingga melakukan pemberontakan, sebut saja kerajaan Bone yang pada saat itu di pimpin oleh Arung Palakka namun pemberontakan itu pun mampu di kalahkan oleh kepeminpinan Sultan Hasanuddin.

Kekalahan tersebut menyimpan dendam pribadi oleh kerajaan Bone sehingga Arung Palakka raja Bone saat itu melakukan komunikasi pada colonial belanda untuk berkoalisi melawan Kerajaan Gowa, dengan syarat colonial Belanda tidak menggangu kedaulatan Kerajaan Bone. Dengan kepandaian Belanda berdiplomasi sehingga sampailah kata sepakt dari dua bela pihak antara Kerajaan bone dan colonial belanda.

Di perairan buton terjadilah perang antara kerajaan gowa melawan colonial belanda yang suda berkoalisi dengan kerajaan Bone, akibat peperangan tersebut beberapa pimpinan Gowa di tawan oleh colonial belanda seperti karaeng bontomaranu, Datuk Luwu , dan sultan bima.

Tertangkapnya beberapa pimpinan Gowa tersebut mengakibatkan banyak tekanan bagi kerajaan Gowa sehingga , Sultan Hasaniddin membuat kesepakatan atau perjanjian untuk mengakhiri peperangan dengan colonial belanda.

Perjanjian tersebut dinamankan “ perjanjian bongaya “ yang di tandatangani oleh Sultan Hasanuddin pada tanggal 18 november 1667.

Isi perjanjian bongaya yaitu :

1. Sultan Hassanudi harus memberikan kebebasan pada VOC berdagang di kawasan Makassar dan Maluku.

2. VOC memegang monopoli perdagangan di wilayah Indonesia bagian timur dengan pusatnya Makassar.

3. Sultan Hasanuddin harus mengakui bahwa Arung Palakka adalah raja Bone

Selang beberapa tahun pasca perjanjian bongaya, Sultan Hasanuddin merasakan kerugian yang sanyat besar bagi masyarakat Sulawesi oleh karena itu sultan hasanuddin menyusun kembali kekuatan untuk melancarkan serangan ke pada colonial belanda dengan harapan mengusir colonial belanda dari tanah Sulawesi. Namun pada tanggal 24 juni 1668 kakuatan pasukan belanda lebih besar langsung menghancurkan pasukan dan benteng terakhir Kerajaan Gowa benteng SUMBAOPU dan menyita 272 meriam termasuk meriam Pusaka Anak Makassar, Sehingga runtuh lah kerjaan Gowa.

Di karenakan kecintaan Sultan hasanuddin pada tanah kelahirannya ( Makassar ) tetap tidak ingin bekerja sama dengan colonial belanda sampai beliau wafat tanggal 12 juni 1670.

Atas perlawanannya mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, SULTAN HASANUDDIN di nobatkan sebagai sala satu Pahlawan nasional berdasarkan SK presiden RI no. 087/TK/tahun 1973. 6 november 1973.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: