Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Bung Kusan

Penyuka jalan-jalan, sejarah, dan budaya - penikmat kuliner, buku, dan transportasi umum - pemerhati tv, selengkapnya

Belajar Materi Stand Up Comedy dari Cak Lontong

REP | 13 June 2012 | 17:42 Dibaca: 10080   Komentar: 6   1

Kompasianers, dalam tulisan sebelumnya, saya sempat mengungkapkan comic favorit saya di Stand Up Comedy (SUC) adalah Soleh Solihun dan Adjis Doa Ibu. Selain dua comic itu, saya juga menggemari Cak Lontong. Selain tidak pernah membawakan materi yang berbau-bau SARA, comic ini sangat pandai memainkan kata atau kalimat, sehingga memancing logika kita. Dan inilah yang menurut saya sangat cerdas.

Kata ‘Takut’, misalnya. Buat Cak Lontong, kata tersebut bisa menjadi materi SUC. Perhatikan set up dan kemudian punchline berikut ini:

Saya ingin berbicara tentang masalah takut. Apakah takut itu penting? Takut itu menentukan teman Anda siapa. Anda takut berbuat dosa, Anda adalah teman orang yang beriman. Anda takut berbohong, Anda adalah teman orang-orang sholeh. Anda takut berbuat baik, Anda teman setan. Anda takut berbuat amal, Anda teman setan. ANDA TAKUT SAMA ISTRI?….NAH, INI TEMAN SAYA”.

13395841461624520211

Perhatikan punchline yang hurufnya sengaja saya besarkan. Ketika diucapkan, sungguh sangat lucu dan tak terduga. Padahal, awalnya pendengar digiring dengan set up yang sangat serius. Inilah ciri khas Cak Lontong. Pria yang kini dikontrak sebagai Presenter program talk show di MNCTV, Intermezzo ini tidak pernah memulai set up dengan mengkritisi kondisi social atau seseorang secara vulgar, sebagaimana kebanyakan para comic.

Kompasianers, masih dengan premis ‘Takut’, tanpa mempertanyakan fakta sosial yang sarkastik, vulgar atau bersingungan dengan SARA, Cak Lontong membuat materi, dimana set up dan punchline-nya benar-benar sangat cerdas. Dalam set up, penonton justru dibuat tegang dan serius. Namun, pada puncaknya, punchline membuat seluruh penonton tawa.

Bicara soal takut, saya sama sekali bukan orang yang penakut. Sejak lahir, saya bukan orang penakut. Bahkan waktu saya lahir, banyak orang yang takut sama saya. Ada cerita sedikit yang menunjukan saya bukan orang yang penakut. Di kampung saya , itu sekitar 100 Kepala Keluarga, jam 1 diserbu oleh geng motor. Kaca-kaca rumah dipecahkan. Yang namanya Ketua RW lari. Ketua RT lari. Kepala Keluarga lari. Saya yang Wakil Ketua nggak lari….KARENA SAYA WAKIL KETUA GENG MOTOR ITU”.

Dalam penampilan 16 November 2011, mantan anggota Ludruk Cap Toegoe Pahlawan, Surabaya, ini membawakan premis tentang ‘Gagap Teknologi (Gaptek)’. Lewat materinya, ia mencoba memplesetkan kata ‘Facebook’ dan ‘Account’. “Saya adalah orang yang tidak gaptek. Anda percaya kan? Suatu hari saya mengumpulkan duit untuk membeli Facebook second. Namun begitu ke tempat penjual HP second, saya dibilang gila. Masa mencari Facebook second di took HP? Yang gila itu saya atau tukang HP itu?

Saya juga pernah ditolak sama bank, karena saya dibilang gaptek. Ceritanya, saya ingin membuatkan account Twitter dan FB untuk anak dan istri saya. Lalu saya antri di salah satu bank. Begitu sampai di customer service, saya ditolak. Kata pihak bank, saya tidak bisa membuka account Twitter dan FB di bank”.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 5 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 8 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 13 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: