Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

M Farid W Makkulau

Regular called 'Etta Adil', a learner who live in village that has lost track of selengkapnya

Muchtar Ali Dimata Rekan, Sahabat dan Bawahan

REP | 02 June 2012 | 20:32 Dibaca: 451   Komentar: 0   0

1338625042484878389

Buku Biografi Muchtar Ali (foto : mfaridwm).


Dalam dunia perkapalan tanah air, sukar untuk menghapus nama Ir. Muchtar Ali dalam ingatan banyak orang, khususnya bagi pelaku pelayaran dan operator perkapalan. Mantan Dirut PT. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) ini menuturkan bahwa BKI memiliki tujuan mulia menegakkan kedaulatan nasional di bidang maritim denga menetapkan standar kelayakan konstruksi lambung kapal dan instalasi permesinannya yang sesuai denga kondisi perairan nusantara dan dunia.

Di BKI sendiri, Ir. Muchtar Ali mulai menapaki jejak karirnya mulai 1 Juli 1966 sampai menduduki jabatan tertinggi di BUMN yang bergerak dalam bidang jasa dan survey klasifikasi kapal tersebut. “Tidak semua Negara memiliki badan klasifikasi nasional, karena kita patut berbesar hati Indonesia sudah punya BKI yag dapat dibangun menjadi salah satu lambang supremasi bangsa di bidang maritime”, ujarnya.  Bagaimana Ir. Muchtar Ali dalam penilaian banyak rekan, sahabat, dan bawahannya, berikut ini beberapa komentar itu :

Capt.  J.C. Anand

Indian Register of Shipping (IRS)

The meeting session of ACS (Asian Classification Society), which was born under guidance from Mr. Muchtar Ali.

“Beberapa pertemuan ACS (Masyarakat Klasifikasi Asian) lahir di bawah bimbingan Mr. Muchtar Ali”

Ir. Rahmat Nur Fattah

Alumnus Angkatan II Teknik Perkapalan UNHAS

Saya mengenal pak Muchtar sejak beliau maih SMP. Saya satu sekolah dengan beliau di SMP 1 Makassar. Setamat SMP, beliau masuk SMA 1 Makasar dan saya masuk STM tapi kami ketemu lagi di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Perkapalan UNHAS. Beliau sejak sekolah tidak suka main cewek – cewek meskipun banyak penggemarnya. Beliau suka berorganisasi dan tampil sebagai pemimpin, bagi dia tidak ada yang sulit dihadapi. Prinsipnya “eja tompi na doang”, pokoknya kalau sudah memutuskan maka harus jalan, dan memang dia membuktikan bahwa tidak akan kesulitan yang berarti. Sebagai pengagum Bung Karno, beliau juga mampu tampil sebagai orator yang ulung.

13386251891899639205

Ir. Muchtar Ali (foto : doc.humasbki)


Drs Donny S. Purba

Direktur Keuangan dan Personalia PT. BKI, 1999 – 2009

Menguasai bidangnya dengan baik, religius tapi tidak fanatik, tidak pernah ketinggalan shalatnya. Beliau orang yang toleran, membuktikan bahwa beliau pemimpin yang berwawasan terbuka. Selalu optimis kalau sudah memutuskan, pekerja keras, dan sangat disiplin waktu (harus selalu lebih dahulu dan tidak sabar menunggu, serta selalu ingin selangkah lebih maju ke depan).

Motto yang selalu dipesankannya adalah bahwa Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Beliau itu Ustadz (paham agama) dan kalau ceramah, suaranya menggelegar. Itu mungkin karena beliau pengagum berat Bung Karno sehingga beliaupun mampu tampil sebagai  agitator / orator. Sampai sekarang komunikasi kami tetap jalan, main golf tetap jadi meski hanya berdua dan beliau orang yang cintanya kepada BKI luar biasa. Itu yang memaksa orang lain juga bekerja keras dan memang begitulah harusnya kalau mau maju.

1338625431860966138

Ir. Muchtar Ali. (foto : doc.humasbki).


Capt. Albert Lapian

Mantan Komisaris Utama PT. BKI

Pak Muchtar itu orangnya tegas. Mungkin itu pembawaan asli  sebagai seorang Bugis. Saat kita sudah mulai akrab dengan Pak Muchtar, sangat berbeda jauh dari sangkaan pertama. Beliau seorang orator ulung dan motivator. Kalau sudah berketetapan hati, maka ia akan mempertahankannya namun ia gentle  karena mau dikoreksi.

Penampilan beliau menggebu – gebu dan selalu bersemangat. Hal ini karena beliau orang yang sangat disiplin dan soal BKI, beliau memahami BKI dari A – Z dan dapat menjelaskannya dengan sangat baik, sangat berkompeten dan dia jelaskan sampai tuntas. Banyak cerita tentang BKI yang bisa didapatkan dari beliau, itu karena beliau adalah pejuang sejati BKI,  perjalanan karirnya berkembang bersama Sejarah BKI.

Kalau ada mutasi, biar satu suku kalau salah tetap ditindak. Namun Pak Muchtar bukanlah seorang pemimpin yang otoriter. Integritas dan dedikasinya terhadap pekerjaan sangat tinggi. Dalam setiap sambutannya tidak pernah lari dari Agama dan beliau sangat menghormati perbedaan Agama, umat agama lain tidak merasa didiskreditkan. Dimasa beliau menjabat Dirut BKI, BKI mendapatkan nilai triple A hasil audit independen dari akuntan publik. BKI berprestasi sebagai BUMN atau perusahaan negara paling sehat.

13386255082007833965

Ir. Muchtar Ali. (foto : doc.humasbki).


Prof Dr. Ir Muhammad Alham Djabbar, M.Eng.

Ketua Program Studi S2 Teknik Perkapalan UNHAS

Yang menonjol dari beliau yang saya dapat dan saksikan langsung adalah disiplinnya. Beliau selalu on time, bahkan selalu ingin datang lebih awal. Inilah yang membuat kami malu pada suatu waktu teman – teman dari Teknik Perkapalan UNHAS mengadakan kegiatan di kampus, beliau bahkan lebih duluan datang ke tempat acara dibanding panitianya. Pada saat kami magang di BKI, beliau selalu memperhatikan, mendampingi dan memotivasi kami.

Dr. Ir. Ganding Sitepu, Msc

Ketua Ikatan Sarjana Perkapalan (ISP) UNHAS

Beliau orangnya sangat disiplin. Kalau buat janji, ia selalu mengingatkan untuk menepatinya sesuai kesepakatan dan bahkan datang lebih awal. Di BKI kami pernah dibimbing. Beliau sangat peduli dan memotivasi kami, bahkan seringkali mengatakan apa yang bisa dibantunya buat Perkapalan UNHAS.

Ir. Andi Mappangara

Pensiunan Dosen UNHAS / Alumnus Angkatan I Teknik Perkapalan UNHAS

Sejak di SMA 1 Makassar, saya kakak kelasnya Pak Muchtar. Kemudian masuk kuliah, kamipun kembali ketemu. Saya masuk Teknik Perkapalan Tahun 1960, sedang Pak Muchtar Tahun 1961.  Sifat yang menonjol dari beliau itu adalah kepemimpinannya. Dari dulu beliau orang organisatoris dan sangat disiplin waktu. Sebelum berangkat ke Jakarta untuk menempuh kelas jauh Sarjananya, beliau sambilan mengajar Fisika di SMA dan sebagai asisten dosen di Fakultas Perikanan.

Ir. Setudju Dangkeng, SE

Direktur Operasi dan Pemasaran PT. BKI (Tahun 2010 – Sekarang)

Beliau orangnya sederhana. Dalam kepemimpinan, beliau orangnya cepat mengambil keputusan dan teguh dalam keputusannya. Bicaranya tegas dan beliau bersih, artinya dalam hal keuangan tidak neko-neko. Kepercayaan terhadap bawahan tinggi dan tuntas (totalitas) dalam bekerja. Dalam hubungan kerja, ia melindungi bawahan (kesetiaan timbal balik) jika memang sudah berjalan sesuai prosedur dan beliau jauh dari rasa dendam.

Kepercayaan diri beliau sangat tinggi. Hal ini mungkin disebabkan karena beliau sudah sangat matang dalam tumbuh berkembang bersama dan membesarkan BKI. Dalam forum, tekanan suaranya tegas dan sangat in forum (menguasai forum), beliau menguasai tapi tidak mengendalikan. Tingkat kesabaran juga tinggi dan sewaktu sama – sama di kantor, saya tidak  berani pulang kalau beliau masih ada dan ini tentu saja menunjukkan tingkat kewibawaan yang tinggi.

Beliau memiliki pandangan holistik dalam memikirkan kemajuan BKI. Sewaktu beliau Kepala SPI, ia menjadi kebanggaan karena mampu melakukan pembersihan terhadap pegawai BKI yang tidak benar, khususnya dalam hal penyimpangan keuangan. Sampai sekarang kami tetap ada komunikasi intens meski beliau tidak lagi menjabat di BKI. Saya selalu terima pesan singkatnya, memberi nasehat dan selalu diakhirinya dengan ucapan salam hangat buat keluarga.

13386255831210082082

Ir. Muchtar Ali. (foto : doc.humasbki).


Ir. Nurdin Gading

Kepala Cabang Utama PT. BKI Batam

Gaya kepemimpinannya yang menonjol adalah oratornya dengan visi jauh ke depan. Tidak ada jarak dengan mitra BKI , bahkan bersinergi dengan pelaku pelayaran. Memang gaya bicanya meletup-letup namun beliau sangat tegas dan  kalau sudah menyangkut siri’ maka harus dilaksanakan.

Beliau orang yang sederhana, dalam artian tidak terlalu mengejar materi. Dipikirannya adalah kemajuan BKI, misalnya bagaimana BKI harus punya kantor cabang dan kesejahteraan pegawainya meningkat. Dilihat dari tingkat sosialnya biasa saja demi untuk kantor. Kalau rapat dan dalam pekerjaan, beliau semangatnya Angkatan ’66. Ini mungkin karena beliau pernah satu sangkar emas dengan pelopor angkatan ’66 seperti Abdul Gafur dan Cosmas Batubara.

Ir. Syaharuddin Nur

Kepala Cabang PT. BKI Makassar

Saya masuk di BKI waktu Pak Muchtar menjabat sebagai Kepala Cabang Utama PT BKI Tanjung Priuk Jakarta Tahun 1990. Beliau orang tua bagi saya, orangnya sederhana dan bijaksana.  Sewaktu di BKI, beliau direksi yang tidak neko-neko, komunikasi lancar – lancer saja, pelayanan tidak ribet, sama rata saja dalam melihat pegawai BKI tanpa melihat status, tapi beliau sangat kebapakan dan enak diajak diskusi (bergaul).

Yang menonjol adalah disiplin dan tepat waktunya. Kalau berpidato, emosinya terkendali, orasi dengan intonasi stabil. Dalam pekerjaan, selalu mengedepankan pelayanan cepat, kalau kendaraan terbatas pakai taksi saja. Di BKI juga beliau komitmen mengikuti perkembangan IT dan selalu memberikan id eke owner (pemilik kapal) yang tidak tahu tentang kapal. Beliau orangnya  religius. Waktu beliau Direktur Teknik BKI saya pernah dapati beliau adzan. Optimismenya tinggi.


Radjin Sitorus

Staf Ahli PT. BKI Pusat

“Beliau orang yang Idealis, tidak ada duanya. Beliau menularkan optimismenya itu kepada semua orang bahwa BKI harus maju dan selalu tampil meyakinkan karena beliay orator ulung. Wawasannya luas dan pergaulan sosialnya juga bagus. Dalam keseharian beliau selalu tampil dandy (necis) dan itu apa adanya.

Bagi saya, beliau (Pak Mukhtar) adalah seorang teman, sahabat sekaligus orang tua. Beliau dekat dengan bawahan dan memperlakukan kami sebagai adik, sangat menuntut kejujuran, tepat waktu, tepat mutu dalam pelayanan. Beliau perintis pertemuan dengan customer (pemakai jasa BKI), kedekatan dalam arti pelayanan.

Muhammad Aspar, SE

Staf PT. BKI Cabang Utama Batam

“Beliau itu sudah seperti orang tua sendiri bagi saya.  Beliau memimpin dengan hati, layaknya “sufi” dalam perusahaan. Puang Rala (maksudnya Ir. Mukhtar Ali) itu orangnya agamis, menganggap kami sebagai anaknya dan senantiasa mengingatkan pentingnya menjaga shalat dan silaturahim”.

(Bersambung).

Tulisan terkait :

Muchtar Ali : Memimpin dengan Hati

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: