Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Adhe Nuansa Wibisono

Adhe Nuansa Wibisono. Pemuda ini lahir di Jakarta, 3 Agustus 1988 sebagai putera ketiga dari selengkapnya

Kyai Musbihin : Tokoh Pemersatu Umat Islam Majenang

OPINI | 12 May 2012 | 23:15 Dibaca: 698   Komentar: 0   1

1336821251113211182

Adhe Nuansa Wibisono

Pusat Studi HAM UII

Majenang, Jumat 30 Maret 2011

Majenang adalah lokasi paling barat dalam pendampingan Pusham UII kali ini, lokasi Majenang terletak antara Dayeuh Luhur dan Cimanggu yang menunjukkan ia berada di perbatasan antara propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Apa yang menyebabkan daerah ini begitu penting bagi program advokasi umat Islam yang dijalankan oleh Pusham UII adalah dikarenakan bermukimnya satu tokoh penting di sini, namanya Kyai Musbihin, BA.

Kyai Musbihin adalah salah satu tokoh penting yang dihormati dan dikenali di daerah Majenang dan bahkan dikenal hingga sekabupaten Cilacap. Beliau adalah tokoh agama yang memiliki banyak keahlian dan pengalaman sehingga banyak masyarakat, pemuka agama, dan tokoh politik yang mencari dan bertamu ke rumah beliau untuk berbagai macam keperluan. Kyai Musbihin juga memiliki keahlian dalam pengobatan alternatif melalui ramuan herbal dan obat-obatan tradisional sehingga hampir setiap harinya banyak warga masyarakat yang datang ke rumahnya untuk keperluan pengobatan.

Hal lain yang menyebabkan pengaruh Kyai Musbihin begitu kuat bagi masyarakat Majenang adalah sosoknya yang mampu menyatukan berbagai elemen umat Islam yang ada di Majenang. Hampir semua tokoh-tokoh Islam Majenang menganggap Kyai Musbihin sebagai guru yang dituakan. Tercatat dalam pengamatan penulis beberapa aktivis ormas dan parpol Islam yang mampu dipertemukan oleh Kyai Musbihin adalah : Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Majelis Mujahidin Indonesia, Front Pembela Islam, Dewan Dakwah Islam Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang dan Partai Persatuan Pembangunan. Para aktivis dan penggiat organisasi itu mampu dipertemukan Kiyai Musbihin dalam forum-forum informal pembahasan masalah-masalah umat di Majenang.

Seperti yang ditunjukkan pada rapat konsolidasi Forum Advokasi Umat Islam Cilacap (FORMACI), Jumat 30 Maret 2012 bertempat di kediaman Kyai Musbihin, Pahonjean, Majenang. Kyai Musbihin mengundang dan mengumpulkan para aktivis Islam di sekitar Majenang dalam persiapan pembentukan FORMACI. Tercatat ada sebelas orang yang mengikuti forum tersebut yaitu : 1. Kyai Musbihin, 2. Yudhi Ismawan, 3. Ikhwanudin, 4. Aris Darmawan (Aleg DPRD PKS), 5. Chamdani, 6. Sholatin, 7. Yugo F. Gonzalez (PKS), 8. Budi Rahardjo, 9. Mohammad Daiman, 10. Syaefullah, 11. Wibisono (Pusham UII).

Usulan-usulan yang muncul dari rapat adalah perubahan kata Dewan Pelindung menjadi Dewan Pembina ataupun Dewan Penasihat, karena ungkapan Dewan Pelindung merupakan warisan Orde Baru. Usulan lain adalah pengerucutan divisi-divisi dan nama-nama yang diajukan dari Majenang untuk mengisi divisi-divisi tersebut, yaitu : 1. Yudhi Ismawan [Divisi Pendidikan], 2. Kyai Sholatin [Divisi Advokasi Umat], 3. Yugo F. Gonzalez [Divisi Perlindungan Anak], 4. Syaefullah [Divisi Perempuan], 5. Yuli Ikhsan [Divisi Hukum dan Perundangan], 6. Mohammad Daiman [Divisi Kesehatan], 7. Ahmad Sudharmono [Divisi Ekonomi Kesejahteraan], 8. Chamdani [Wakil Ketua], 9. Kyai Musbihin [Ketua Dewan Pembina]. Usulan lain dari Majenang adalah rapat pleno yang akan mempertemukan tiga elemen umat Islam yaitu Majenang, Binangun dan Cilacap Kota ini akan diadakan pada 8 April 2012 bertempat di Majenang. Usulan-usulan yang dihasilkan pada rapat ini rencananya akan dibawa dan didiskusikan dengan Ustadz Khalimi, selaku Ketua Umum FORMACI, pada sabtu 31 Maret 2012.

Apa yang menyebabkan Kyai Musbihin mampu merangkul berbagai keragaman umat Islam yang ada di Majenang, bahkan Cilacap dan diterima oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam? Sedikit banyak ini dipengaruhi oleh pengalaman masa mudanya yang aktif berorganisasi dan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kelompok dan tidak terlalu meributkan perbedaan-perbedaan kecil diantara kelompok-kelompok Islam. Kyai Musbihin tercatat pernah bergabung dengan Pelajar Islam Indonesia [PII] ketika dia masih duduk di tingkatan sekolah menengah dan perguruan tinggi. Masa-masa setelahnya dia juga aktif bergabung dengan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia [KAPPI] dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia [KAMI] dalam aksi-aksi demonstrasi melawan pemerintahan Orde Lama yang dipimpin Ir. Soekarno.

Hal lain adalah Kyai Musbihin mampu untuk menghargai perbedaan dan berupaya terus menerus untuk merangkul elemen-elemen Islam yang ada. Saat ini beliau tercatat pula sebagai Dewan Syur’iah Nahdhatul Ulama Majenang, Komite Sekolah SMP Muhammadiyah Majenang, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia Majenang, Anggota Majelis Mujahidin Indonesia. Beliau juga pernah terlibat dalam deklarasi Partai Keadilan Kabupaten Cilacap, pernah terlibat dalam Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Bulan Bintang. Dengan luasnya jejaring dan pengaruh beliau maka tidak sedikit pula partai-partai politik yang meminta Kyai Musbihin untuk maju dalam pencalonan anggota DPRD Cilacap, diantaranya adalah Partai Golkar, PKS, PPP dan PBB. Tetapi tawaran itu ditampik oleh beliau dengan alasan beliau sudah terlalu tua untuk memasuki dunia hingar bingar politik. Tetapi beliau tidak menampik jika diminta bantuan untuk mendukung salah satu tokoh yang ingin maju, khususnya jika berasal dari partai Islam seperti PPP, PBB dan PKS.

Perkembangan terakhir yang menarik akan kondisi politik lokal di Kabupaten Cilacap adalah adanya Pemilihan Bupati yang akan berjalan sekitar Oktober 2012. Kondisi terakhir di lapangan memperlihatkan dua calon bupati terkuat yaitu pihak incumbent, bupati menjabat, Tarto yang dalam Pilbup kali ini diusung oleh Partai Golkar dan pesaingnya Novita, anak perempuan Fran Lukman Ketua DPRD Cilacap menjabat, yang diusung oleh PDI Perjuangan. Kyai Musbihin pun menjadi elemen penting yang diperhitungkan oleh kedua calon bupati tersebut dalam meraih dukungan suara di Majenang. Sudah beberapa kali tim sukses dari kedua calon bupati itu ingin bertamu dan bertemu dengan Kyai Musbihin tetapi beliau selalu menolak ajakan tersebut.

Terakhir beliau menghindar ketika tim sukses Novita yang berasal dari PPP menjemput beliau untuk menghadiri deklarasi pencalonan Novita di Cilacap. Beliau melihat sekarang belum tepat saatnya untuk masuk dalam keriuhan politik itu, umat Islam harus memiliki wadah yang tepat agar tidak sekedar dimanfaatkan dukungannya pada proses pilbup tersebut. Kyai Musbihin menilai pembentukan FORMACI akan menjadi titik balik yang strategis dalam melakukan pedekatan kepada kedua calon bupati tersebut, sehingga umat Islam Cilacap dapat menyalurkan aspirasinya dengan lebih kuat sekaligus menaikkan daya tawar umat. “Umat Islam Cilacap harus bersatu agar memiliki daya tawar lebih baik dan tidak mudah dimanfaatkan oleh para politisi”, ujarnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 60 menit lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 7 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 9 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 13 jam lalu

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Jokowi dalam Ancaman Gejolak Dua Daerah …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Pelantikan Jokowi, Antara Prabowo, Narsis …

Rahab Ganendra 2 | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: