Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Choiron

Pejuang kehidupan | Mencoba menebar manfaat bagi semua | http://choiron.info/ | 081703311567

Barry Prima, Si Guru Silat Saya

REP | 06 March 2012 | 15:40 Dibaca: 11551   Komentar: 15   0

Siapa yang tak kenal Barry Prima.  Bagi generasi kelahiran antara 70 hingga  80-an, pasti sangat mengenal aktor laga ini. Wajah indo dan badan kekarnya selalu menghiasi film di gedung bioskop, layar tancap, hingga rumah-rumah pemutaran kaset video Betacam atau VHS yang ada di desa-desa, termasuk desa saya dulu.

Waktu itu saya masih duduk di sekolah dasar. Setiap malam minggu, saya menonton di rumah tentangga desa yang memutar video berbagai film nasional, Hollywood dan Bollywood dengan hanya membayar seratus rupiah. Setiap kali selesai menonton filmIndia, maka kami biasanya menjadi penari dan penyanyi ala Amita Bachan. Setiap kali kami pulang menonton film Chuck Norris, Rambo dan Rocky, maka perasaan kami seperti jagoan kekar tak terkalahkan. Namun bila menonton film laga Si Pitung, Si Buta dari Gua Hantu, dan jagoan lokal lainya, seolah-olah kami ini pendekar sakti mandraguna. Barry Prima memang telah menjadi guru silat saya melalui film-filmnya, dan pernah membuat saya terobsesi untuk bisa sakti seperti dalam film-filmnya.

Poster Film yang dibintangi Barry Prima (Courtesy of jejakandromeda.wordpress.com)

Poster Film yang dibintangi Barry Prima (Courtesy of jejakandromeda.wordpress.com)

Penampilan Barry Prima sebagai bintang tamu di Opera van Java malam ini (6/3), mengingatkan saya akan kiprahnya sebagai jagoan silat di berbagai film layar lebar. Ini mungkin adalah kemunculan pertamanya di publik setelah film bergenre laga tidak lagi diminati masyarakat. Walau sudah berumur, Barry Prima tampak masih gagah dan tampan dengan wajah indonya, malam ini. Memang di OVJ, dia masih tampak kaku dan belum terbiasa dengan gaya ala OVJ. Namun penampilannya kali ini, cukup membuat penggemar film laga, mengingatnya kembali sebagai jagoan silat dan aktor terkenal di jamannya.

Barry Prima yang lahir di Bandung pada tahun 1950 dengan nama Hubertus Knoch, merupakan anak ke enam dari sepuluh bersaudara. Ayahnya orang Belanda dan Ibunya asli Indonesia. Tak heran bila postur, kulit dan warna matanya diwarisi dari ayahnya yang asli bule alias bukan bule semiran. Tampilan indo, postur tubuh dan kemampuan akting laga inilah yang membuat Barry Prima bertahana cukup lama, untuk malang melintang di dunia film nasional.

Teman seangkatan Barry Prima dan biasa menjadi teman ataupun lawan mainnya di film yaitu Advan Bangun, Suzana, Eva Arnaz, dan Ratno Timur. Eva Arnaz sendiri merupakan lawan main yang sekaligus pernah menjadi pasangan hidupnya. Lebih dari 60 judul film yang telah dibintangi oleh Barry Prima antara tahun 1978-2011. Sempat vakum lama di tahun 1996-2005. Penampilan terakhirnya di layar lebar adalah pada Film Tarik Jabrix 3. (Sumber Bacaan)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

“Yes, I’m Indonesian” …

Rahmat Hadi | | 22 October 2014 | 10:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Presiden Jokowi Melanggar Hukum? …

Hendra Budiman | | 22 October 2014 | 17:46

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 10 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 10 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 10 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: