
Dibaca: 1524
Komentar: 41
12 dari 13 Kompasianer menilai aktual
Iyalah, Angie. Saya merasakan seperti yang Angie rasakan. Bukan karena sama seperti Angie, pernah merasakan yang pernah Angie rasakan. Tapi, saya ingin menguatkan. Menguatkan justru karena tiba-tiba saat mengalami tragedi hidup seperti ini, jadi tersangka, tiba-tiba menjadi lemah.
Masih beruntunglah Angie, saat cobaan ini terjadi, masih banyak teman mengerumuni. Datang, baik diundang maupun tak diundang ke rumahmu saat ultah anak Angie, termasuk Tina Talisa kan, itu semacam dorongan semangat untuk kuat kuat berdiri.
Bahwa kemudian Angie tak mau menemui awak media, memilih untuk berdiam diri di rumah, curhat di twitter atau blog pribadi, tak jadi masalah karenanya. Dalam posisi Angie yang begini ini kan serba salah juga, Angie. Kalau tampil dengan tetap senyum, santai, malah jadinya dicemoohi, ‘lihat itu Angie sudah tahu salah masih saja senyum-senyum, seolah merasa tak bersalah, membela diri.’
Pun seandainya Angie sakit, beneran sakit dalam artian sebenarnya, masih saja ada cibiran, ‘begitulah adatnya tersangka korupsi, kalau sudah tahu mau ditahan pura-pura sakit….’ Jadi memang tiba-tiba semua serba salah. Sudah dijadikan tersangka itu salah, berbuat apa pun akan salah.
Berserahlah, Angie. Sungguh. Berserah Itu Indah. Saya tidak asal Jarkoni mengajari begini ini. Bisa Ngajari Nggak bisa melakoni, melakukan. Pada awal kalau kita kena kasus hukum, ada rasa tidak terima, semua serba kalut, serba ngelangut. Tapi, setelah semakin dekat dengan Tuhan… Angie akan menyadari, semua skenario ada pada tangan-Nya.
Bagus, kok, kalau Angie menutup diri dulu. Tak usahlah menonton Metro TV dan TV One, Angie jadi bulan-bulanan di dua tivi itu. Angie ditampilkan dengan olok-olok mengajungkan jempol ke bawah, ‘katakan TIDAK untuk KORUPSI!’ tak apa. Dibikin dengan editan berulang-ulang. Biarkan saja. Itu pancingan.
Berserah Itu Indah, Angie. Itu dukungan dari saya. Itu juga ucapan salam dari saya yang dititipkan Dek Tina Talisa pas datang ke rumah Angie. Sudah disampaikankah?