Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Kacong Madura

Seorang anak kos.. * Tidak terverifikasi :)

Hitam Putih (Trans7), Tontonan Wajib Ustad Maulana..???

REP | 15 January 2012 | 01:54 Dibaca: 3323   Komentar: 12   1

13265453462052213814

Siapa yang tidak kenal dengan ustad yang satu ini, lelaki yang bernama lengkap Muhammad Nur Maulana ini cukup menarik perhatian masyarakat Indonesia  . Perhatian yang tidak hanya mendatangkan pujian , namun juga banyak pula yang mencelanya.

Siapapun yang menyaksikan ceramah dari Ust Maulana , bisa dipastikan semua sepakat bahwa ia membawakan dakwah dengan gaya alay (anak lebay ) dan mempertontonkan teatrikal ngondek (lelaki gemulai) dalam setiap tausiyahnya. Hal ini pula yang memunculkan kontroversi di kalangan umat muslim dengan gaya khasnya ini, ada yang menyebut metode dakwah beliau tepat dan cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia yang haus humor, ada pula yang menentangnya karena dianggap terlalu berlebihan, bahkan tidak sedikit pula yang menyebut Ust Maulana lebih memposisikan diri sebagai “pelawak” dari¬† pada sebagai juru dakwah.

Tulisan ini tidak dalam rangka memperlebar perdebatan antara dukungan atau pertentangan terhadap metode dakwah yang diperankan Ust Maulana, tetapi ada sesuatu hal lain yang penulis anggap ” penting ” untuk disampaikan sekaligus menjadi ibrah kepada siapapun yang mendapatkan amanah dakwah.

Beberapa hari sbelumnya, Trans 7 menampilkan selingan ekstra terkait acara Hitam Putih yang akan menampilkan Ust Maulana sebagai pembicara pada tanggal 12 Januari 2012 lalu dan kebetulan sekali saya berkesempatan untuk menonton acara tersebut .

Presenter mengawali prolog dengan latarbelakang gaya dakwah dan kontroversi di dalamnya, Ust Maulana pun menjawab bahwa apa yang beliau lakukan adalah bagian syiar Islam yang tidak harus menoton. Ia pun mengakui bahwa setiap hari ia selalu mengikuti tren untuk memunculkan inspirasi dalam dakwahnya . Namun sangat disayangkan , beliau mengeluarkan kalimat yang sangat tidak nyaman di dengar yang notabene beliau seorang ulama , yaitu ,” Acara Hitam Putih , adalah tontonan WAJIB bagi saya “.

Ketika ucapan itu keluar dari lisan masyarakat awam, mungkin bisa dimaklumi . Tentu Ust Maulana sangat memahami bagaimana Islam mengatur dalam pemberian status hukum kepada sesuatu , terlebih beliau yang seorang ulama yang notabene dijadikan contoh oleh para jamaahnya. Sang Ust pun sangat paham bagaimana konsekuensi dari perkara yang bersifat “wajib” , dan hal ini disaksikan oleh jutaan jamaah yang barangkali simpatik dengan beliau.

Hal ini terlepas dari program acara yang dimaksud, namun lebih kepada tidak menjadikan/membiasakan hukum syariat sebagai bahan candaan atau hiburan. Apapun alasannya, semoga Ustad Maulana bisa terus ambil ibrah dan evaluasi untuk kepentingan umat. dan terus diistiqamahkan oleh Allah SWT di jalan dakwah. amiiin

____________________________
____________________________

Catatan ini, tidak bermaksud untuk menghakimi / menyalahkan .. Tapi ini murni sebagai bagian dari kewajiban sesama muslim untuk tsaubil haqq ( saling menasehati dalam kebenaran/kebaikan).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: