Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Nurul Amin

Saya hanya orang iseng yang selalu ingin curhat.

Pepeng di Acara Mario Teguh

OPINI | 18 November 2011 | 15:24 Dibaca: 1303   Komentar: 12   3

Minggu, 13 November 2011, Mas Pepeng menjadi tamu di acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Baik pada saat on air maupun off air, percakapan antara Mas Pepeng dengan Pak Mario Teguh sungguh menarik. Perasaan saya saat melihat mereka terombang-ambing antara kagum, geli, sedih, lucu, hingga geregetan. Berikut ini, saya sampaikan percakapan tersebut secara acak kepada Anda. Sebagian redaksi percakapannya saya buat sendiri untuk penyesuaian dengan bahasa tulisan. Insya Allah, tulisan percakapan ini tidak mengurangi makna percakapan sesungguhnya yang mereka lakukan malam itu.

Saat jeda iklan, Mas Pepeng yang berada di atas pembaringanya didorong dan diposisikan di atas panggung. Pak Mario Teguh menghampirinya dengan tatapan penuh dan senyum mengembang.

“Ayo, mau ngomong apa? Mau bilang saya orang sakit? Jangan ya! Saya ini orang hebat. Saya ini superhero,” ucapnya langsung memulai pembacaraan.

Pak Mario menghampirinya lalu menjabat tangannya. “Oh ya? Anda superhero? Masa?” tanya Pak Mario keheranan.

“Saya ini kan Betmen,” ucap Mas Pepeng.

“Betmen? Manusia kelelawar? Apa persamaan Anda dengan manusia kelelawar?” tanya Pak Mario semakin heran.

“Bukan. Betmen itu berasal dari dua kata. Kata bed (dibaca bet-Red) berarti tempat tidur dan kata man berarti orang. Artinya, saya orang yang selalu berada di tempat tidur. Hahaha..,” jawab Mas Pepeng dengan tawa khasnya.

Pak Mario hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Ia pun kembali bertanya, “Sakit apa yang Anda alami?”

“Saya sakit MS (Multiple Sklerosis). Orang yang berpenyakit MS akan mengalami mati rasa pada satu atau beberapa bagian tubuh. Kadang diiringi sakit yang luar biasa. Kata dokter sewaktu saya berobat ke luar negeri, sangat sedikit sekali penderita MS di dunia ini.” jawab Mas Pepeng.

“Oh ya?” timpal Pak Mario dengan gaya khasnya.

“Iya. Tapi, saya bilang ke dokter itu bahwa saya bukan orang pertama di Indonesia yang terkena penyakit ini. Di Indonesia, ada politisi dan musikus yang juga mengalami seperti saya. Ada MS Kaban. Ada Adi MS,” ucap Mas Pepeng lagi.

Pak Mario tidak bereaksi. Ia hanya terdiam mencermati ucapan Mas Pepeng. Beberapa detik kemudian, Pak Mario memukulkan kedua telapak tangannya.

“Waduh, kirain serius. Saya sampai ga ngerti,” ucapnya geram.

“Apakah Anda masih minum obat untuk menghilangkan rasa sakit?” tanya Pak Mario lagi.

“Tentu saja. Semua pil saya minum. Hanya dua pil yang tidak saya minum yaitu pil KB dan pilkada,” jawab Mas Pepeng.

“Maksudnya?” tanya Pak Mario heran.

“Karena pil KB dan pilkada itu ada perbedaannya. Pil Kb itu, kalo lupa minumnya, bisa jadi akhirnya. Tapi kalo pilkada itu, kalo udah jadi, bisa lupa akhirnya. Hehehe…” jawabnya lagi sambil tertawa.

Seluruh hadirin pun bertepuk tangan.

“Tapi, saya salut dengan Mas Pepeng. Mas Pepeng orang tegar, orang kuat, orang besar, berjiwa baja. Dalam kondisi sakit seperti ini, Mas Pepeng masih berkarya,” puji Pak Mario. Tapi, yang dipuji malah mengangkat tangannya dan menggoyang-goyangkannya pertanda tidak setuju.

“Ini! Ini yang saya tidak suka. Saya mau klarifikasi. Saya mau klarifikasi,” ucap Mas Pepeng dengan nada tinggi.

“Loh, klarifikasi apa Mas Pepeng?” tanya Pak Mario kembali dengan wajah keheranan.

“Saya ingin klarifikasi. Saya bukan orang tegar, orang kuat, orang besar. Saya ini orang Madura. Asli dari Madura,” ucap Mas Pepeng dengan wajah serius. Kontan saja, seisi ruangan riuh rendah dengan suara tawa.

“Orang Madura memang pintar beralasan, ya?” seloroh Pak Mario kepada para hadirin.

“Betul. Betul itu. Orang Madura memang pandai beralasan,” potong Mas Pepeng dengan serius. “Dulu, sewaktu jembatan Suramadu selesai dibuat, ada orang Madura menaiki gerobak yang ditarik sapi melewati jembatan itu. Ia dihentikan oleh polisi. Polisi marah-marah karena gerobak tidak boleh lewat jembatan. Kamu kan orang Madura, harusnya tahu kalau sapi tidak boleh lewat sini, kata polisi itu. Sebagai orang Madura, saya tahu, Pak, sapi tidak boleh lewa sini. Tapi, sapi saya sapi jawa, Pak,” ucap Mas Pepeng. Sontak seisi ruangan kembali bergemuruh.

Itulah sekilas tentang Mas Pepeng pada acara Mario Teguh Golden Ways. Ketika ditanya tentang cara beliau menjalani kehidupan dengan kondisi seperti itu, Mas Pepeng menjelaskan tentang istilah pain dan sickness menurut persepsinya.  Menurutnya, pain itu sakit fisik, sedangkan sickness itu sakit jiwa. Orang yang mengalami pain akan terkena sickness jika ia tidak mau menerima pain yang dialaminya.

Yang dialami Mas Pepeng adalah pain. Karena itu, ia memenej dirinya sebaik mungkin agar tidak mengalami sickness. Oleh karena itu, meskipun fisiknya sakit, jiwanya akan terus berkarya. Ia ingin menjadi ikan besar di kolam kecil. Artinya, ia ingin memberikan apa saja yang terbaik bagi keluarganya. Menurutnya, penguatan pribadi dan keluarga merupakan modal utama seseorang untuk dikenal dan untuk menggapai keberhasilan.

Salute to Mas Pepeng

NAM

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 8 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 11 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 11 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: