Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Papa Dominique

Ayah dari 1 istri dan 1 anak, Lead Manager untuk Program PELANGI (Pelajar Cemerlang Indonesia), selengkapnya

Gus Dur, Tokoh Toleransi Bangsa Indonesia

OPINI | 16 November 2011 | 22:00 Dibaca: 631   Komentar: 4   0

Hari ini diperingati sebagai hari Toleransi Internasional. Kemarin sudah ada yang memperingatinya lebih dulu. Media Indonesia menulis, Massa yang tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Setara-Indonesia (PERMATA Indonesia) menggelar aksi damai memperingati Hari Toleransi Internasional di Bundaran HI, Jakarta, Senin (15/11). Dalam aksi tersebut mereka menyerukan kepada penyelenggra negara, elit politik dan tokoh agama memberikan teladan toleransi bagi warga negara serta mendesak pemerintah untuk menghapus Undang-Undang yang berbau diskriminasi

Sejarah hari toleransi internasional sendiri dimulai sejak 16 November 1995, dimana United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mendeklarasikan pentingnya mempromosikan dan menjamin toleransi sebagaimana telah ditegaskan dalam sejumlah instrumen internasional hak asasi manusia dan kemudian untuk pertama kalinya diperingati pada tahun 1996 sampai sekarang.

Tujuan utama dari perayaan Hari Toleransi Internasional ini mengajak seluruh warga negara yang ada di bumi ini untuk belajar hidup bertoleransi dengan memulai mengakui, menghormati, dan menghargai segala bentuk perbedaan di sekeliling kita.

Secara pribadi kalau saya melihat kata toleransi maka yang teringat dalam pikiran ini adalah nama alm. Gus Dur. Beliau adalah guru bangsa yang dikenang sebagai orang yang bertoleransi.  Satu hal yang membekas adalah ia mengajarkan kepada bangsa ini untuk berjiwa luhur dan berjiwa besar terhadap kaum minoritas yang dipinggirkan dan kaum yang terdiskriminasi. Minoritas dan terdiskriminasi dalam hal keyakinan, pandangan politik, kehidupan etnik dan bidang ekonomi.

Makna tentang hidup bertoleransi terhadap sesama begitu mengena dalam kehidupan beliau. Sudah berapa banyak orang yang mendapatkan pertolongan dari beliau karena dia ingin menunjukan apa itu arti toleransi terhadap sesama. Beliau sangat menyelami penderitaan orang-orang yang hidup terdiskriminasi dan terpinggirkan.

Lalu bagaimana dengan keadaan sekarang ini, terlebih lagi untuk memaknai hari toleransi? Ah.. agak jauh dari arang, Masih banyak pihak, oknum atau golongan yang hidup secara eksklusif. Hidup terpisah dari kaum terpinggirkan, menindas kaum marjinal dan minoritas, dan lebih parah lagi bersikap apatis terhadap orang-orang yang terdiskriminasi.

Saya banyak belajar dari alm. Gus Dur yang bersikap inklusif terhadap kaum yang berbeda karena wawasannya yang luas. Ia mampu memandang orang dari berbagai jenis latarbelakang hidup mereka. Ia tidak memusuhi orang yang berbeda. Ia mampu toleran terhadap perbedaan.

Semoga kedepannya akan muncul orang-orang yang bisa hidup bertoleransi dengan sesamanya walau memiliki pandangan yang berbeda. Tidak asal main hakim sendiri, main pukul sendiri, main kekerasan dan sebagainya. Bangsa ini terkenal dengan bangsa yang berjiwa luhur. Biarlah itu menjadi harta pusaka yang akan diwariskan buat anak cucu untuk toleran terhadap kaum minoritas yang terpinggirkan dan terdiskriminasi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 11 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 12 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 13 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Walikota Kota Bogor Bima Arya Sugiarto …

Hakeem Elfaisal | 8 jam lalu

Guru (di) Indonesia …

Inne Ria Abidin | 8 jam lalu

“Remember Me” …

Ruby Astari | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menguntungkan atau Malah …

Ian Wong | 9 jam lalu

Dua Oknum Anggota POLRI Terancam Hukum …

Inne Ria Abidin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: