Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Papa Dominique

Ayah dari 1 istri dan 1 anak, Lead Manager untuk Program PELANGI (Pelajar Cemerlang Indonesia), selengkapnya

Gus Dur, Tokoh Toleransi Bangsa Indonesia

OPINI | 16 November 2011 | 22:00 Dibaca: 638   Komentar: 4   0

Hari ini diperingati sebagai hari Toleransi Internasional. Kemarin sudah ada yang memperingatinya lebih dulu. Media Indonesia menulis, Massa yang tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Setara-Indonesia (PERMATA Indonesia) menggelar aksi damai memperingati Hari Toleransi Internasional di Bundaran HI, Jakarta, Senin (15/11). Dalam aksi tersebut mereka menyerukan kepada penyelenggra negara, elit politik dan tokoh agama memberikan teladan toleransi bagi warga negara serta mendesak pemerintah untuk menghapus Undang-Undang yang berbau diskriminasi

Sejarah hari toleransi internasional sendiri dimulai sejak 16 November 1995, dimana United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mendeklarasikan pentingnya mempromosikan dan menjamin toleransi sebagaimana telah ditegaskan dalam sejumlah instrumen internasional hak asasi manusia dan kemudian untuk pertama kalinya diperingati pada tahun 1996 sampai sekarang.

Tujuan utama dari perayaan Hari Toleransi Internasional ini mengajak seluruh warga negara yang ada di bumi ini untuk belajar hidup bertoleransi dengan memulai mengakui, menghormati, dan menghargai segala bentuk perbedaan di sekeliling kita.

Secara pribadi kalau saya melihat kata toleransi maka yang teringat dalam pikiran ini adalah nama alm. Gus Dur. Beliau adalah guru bangsa yang dikenang sebagai orang yang bertoleransi.  Satu hal yang membekas adalah ia mengajarkan kepada bangsa ini untuk berjiwa luhur dan berjiwa besar terhadap kaum minoritas yang dipinggirkan dan kaum yang terdiskriminasi. Minoritas dan terdiskriminasi dalam hal keyakinan, pandangan politik, kehidupan etnik dan bidang ekonomi.

Makna tentang hidup bertoleransi terhadap sesama begitu mengena dalam kehidupan beliau. Sudah berapa banyak orang yang mendapatkan pertolongan dari beliau karena dia ingin menunjukan apa itu arti toleransi terhadap sesama. Beliau sangat menyelami penderitaan orang-orang yang hidup terdiskriminasi dan terpinggirkan.

Lalu bagaimana dengan keadaan sekarang ini, terlebih lagi untuk memaknai hari toleransi? Ah.. agak jauh dari arang, Masih banyak pihak, oknum atau golongan yang hidup secara eksklusif. Hidup terpisah dari kaum terpinggirkan, menindas kaum marjinal dan minoritas, dan lebih parah lagi bersikap apatis terhadap orang-orang yang terdiskriminasi.

Saya banyak belajar dari alm. Gus Dur yang bersikap inklusif terhadap kaum yang berbeda karena wawasannya yang luas. Ia mampu memandang orang dari berbagai jenis latarbelakang hidup mereka. Ia tidak memusuhi orang yang berbeda. Ia mampu toleran terhadap perbedaan.

Semoga kedepannya akan muncul orang-orang yang bisa hidup bertoleransi dengan sesamanya walau memiliki pandangan yang berbeda. Tidak asal main hakim sendiri, main pukul sendiri, main kekerasan dan sebagainya. Bangsa ini terkenal dengan bangsa yang berjiwa luhur. Biarlah itu menjadi harta pusaka yang akan diwariskan buat anak cucu untuk toleran terhadap kaum minoritas yang terpinggirkan dan terdiskriminasi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 5 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 10 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 11 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 13 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengabdi …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Usai Gasak Malaysia, Timnas Justru Takluk …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Nama Makanan yang Nakutin …

Arya Panakawan | 8 jam lalu

Gelar Terpental demi Sahabat Kental …

Adian Saputra | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: