Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Papa Dominique

Ayah dari 1 istri dan 1 anak, Lead Manager untuk Program PELANGI (Pelajar Cemerlang Indonesia), selengkapnya

Gus Dur, Tokoh Toleransi Bangsa Indonesia

OPINI | 16 November 2011 | 22:00 Dibaca: 629   Komentar: 4   0

Hari ini diperingati sebagai hari Toleransi Internasional. Kemarin sudah ada yang memperingatinya lebih dulu. Media Indonesia menulis, Massa yang tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Setara-Indonesia (PERMATA Indonesia) menggelar aksi damai memperingati Hari Toleransi Internasional di Bundaran HI, Jakarta, Senin (15/11). Dalam aksi tersebut mereka menyerukan kepada penyelenggra negara, elit politik dan tokoh agama memberikan teladan toleransi bagi warga negara serta mendesak pemerintah untuk menghapus Undang-Undang yang berbau diskriminasi

Sejarah hari toleransi internasional sendiri dimulai sejak 16 November 1995, dimana United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mendeklarasikan pentingnya mempromosikan dan menjamin toleransi sebagaimana telah ditegaskan dalam sejumlah instrumen internasional hak asasi manusia dan kemudian untuk pertama kalinya diperingati pada tahun 1996 sampai sekarang.

Tujuan utama dari perayaan Hari Toleransi Internasional ini mengajak seluruh warga negara yang ada di bumi ini untuk belajar hidup bertoleransi dengan memulai mengakui, menghormati, dan menghargai segala bentuk perbedaan di sekeliling kita.

Secara pribadi kalau saya melihat kata toleransi maka yang teringat dalam pikiran ini adalah nama alm. Gus Dur. Beliau adalah guru bangsa yang dikenang sebagai orang yang bertoleransi.  Satu hal yang membekas adalah ia mengajarkan kepada bangsa ini untuk berjiwa luhur dan berjiwa besar terhadap kaum minoritas yang dipinggirkan dan kaum yang terdiskriminasi. Minoritas dan terdiskriminasi dalam hal keyakinan, pandangan politik, kehidupan etnik dan bidang ekonomi.

Makna tentang hidup bertoleransi terhadap sesama begitu mengena dalam kehidupan beliau. Sudah berapa banyak orang yang mendapatkan pertolongan dari beliau karena dia ingin menunjukan apa itu arti toleransi terhadap sesama. Beliau sangat menyelami penderitaan orang-orang yang hidup terdiskriminasi dan terpinggirkan.

Lalu bagaimana dengan keadaan sekarang ini, terlebih lagi untuk memaknai hari toleransi? Ah.. agak jauh dari arang, Masih banyak pihak, oknum atau golongan yang hidup secara eksklusif. Hidup terpisah dari kaum terpinggirkan, menindas kaum marjinal dan minoritas, dan lebih parah lagi bersikap apatis terhadap orang-orang yang terdiskriminasi.

Saya banyak belajar dari alm. Gus Dur yang bersikap inklusif terhadap kaum yang berbeda karena wawasannya yang luas. Ia mampu memandang orang dari berbagai jenis latarbelakang hidup mereka. Ia tidak memusuhi orang yang berbeda. Ia mampu toleran terhadap perbedaan.

Semoga kedepannya akan muncul orang-orang yang bisa hidup bertoleransi dengan sesamanya walau memiliki pandangan yang berbeda. Tidak asal main hakim sendiri, main pukul sendiri, main kekerasan dan sebagainya. Bangsa ini terkenal dengan bangsa yang berjiwa luhur. Biarlah itu menjadi harta pusaka yang akan diwariskan buat anak cucu untuk toleran terhadap kaum minoritas yang terpinggirkan dan terdiskriminasi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Stanley, Keindahan Sisi Selatan Hongkong …

Moris Hk | | 29 August 2014 | 14:46

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 5 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 9 jam lalu

Jokowi Mengkhianati Rakyat Jika Tidak …

Felix | 10 jam lalu

Ganteng-Ganteng Hakim MK …

Balya Nur | 10 jam lalu

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

56 Tahun Michael Jackson, Antara …

Dody Kasman | 7 jam lalu

Puisi itu Berjudul “Proklamasi” …

Zulfaisal Putera | 7 jam lalu

Kala Kau Menghujat Kotaku …

Gordi | 8 jam lalu

Basuki Tjahaja Purnama …

Mila Vanila | 10 jam lalu

Sama-sama Pribumi, Kenapa …

Kwee Minglie | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: