Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Farid Muadz

Advokat & Konselor Hukum. Pendiri BASAKRAN & GINTING MANIK Law Office sejak 1996 Hub saya : 0816 793 313 atau 021-70177183

Ibuku, Pahlawanku

OPINI | 09 November 2011 | 23:27 Dibaca: 309   Komentar: 20   2

Tujuh puluh empat tahun yang lalu, tepatnya tanggal 10 November 1937, ibuku lahir di daerah Krukut, sebuah Kampung Arab, di Jakarta Barat sekarang ini dekat dengan daerah pecinaan di Glodok dan sekitarnya.   Sebuah distrik yang di zaman Hindia Belanda sudah berkembang menjadi kota perniagaan karena dekat dengan pelabuhan Sunda Kelapa. Dari pasangan Mubarak Hubeis dan Zubaedah Hubeis, yang kemudian memberi nama ibuku Faizah Hubeis.

Ibuku dan orang tuanya serta saudara kandungnya pun pernah bertetangga dan bersebelehan rumah dengan almarhum Buya Hamka yang tahun ini baru ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, ketika almarhum dan keluarganya menyewa sebuah rumah sebagai tempat tinggalnya antara tahun 1950 hingga 1955.

Beberapa waktu setelah Indonesia merdeka, tepatnya 10 November 1945, terjadilah pertempuran di Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo dengan pekikan Allahu Akbar-nya untuk memberikan semangat bagi arek-arek Suroboyo untuk melawan penjajah Belanda yang hendak menguasai kembali bekas daerah jajahannya ini.

Ketika hidupnya betapa bangga ibuku ketika berjumpa dengan 10 November. Di kemudian kisah heroik Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo ini ditetapkan sebagai Hari Pahlawan. Dan hampir setiap tahunnya pula, pemerintah menetapkan figur-figur dan tokoh-tokoh yang berjasa dan telah mendahului kita semua ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Hari ini pun aku yang berjumpa dengan tanggal 10 November. Semua merayakannya sebagai hari Pahlawan. Aku pun terkenang kembali saat hidup bersama Ibuku. Ibu yang telah dengan susah payah mengandung selama 9 bulan lebih dan melahirkan diriku ke dunia ini. Payah dan berdarah-darah. ibuku melahirkanku. Bagiku, ibuku adalah pahlawanku.

Ibuku wafat pada 4 Januari 2004, di waktu Ashar menjelang. Lima puluh hari sebelum acara pernikahanku, yang dua hari sebelumnya sudah dirundingkan didalam kamar dan tempat berbaringnya selama lebih dari 2 (dua) tahun lamanya karena Diabetes yang turun-temurun. Untuk mengenang beliau, anakku yang kedua kuberi nama Faizah.

Allahummaghfirlaha warhamha waafiha wa’fuanha waakrim nuzulaha. Sampai bertemu kembali Ibuku, Pahlawanku di dalam surga Allah SWT.

1320880943455554385

Ibuku, duduk pertama dari kiri. Beliau memangku kakakku Helmi, berdasi kupu-kupu, yang sudah wafat pula pada Juni 2009.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Sakura Mekar Salah Musim di Cibodas …

Rumahkayu | | 26 April 2015 | 10:44

Kehangatan Kompasiana Nangkring Bareng …

Kang Didno | | 26 April 2015 | 00:58

Mari Lestarikan Air Bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03

Tidak Ada Tukang Sapu Jalan di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 26 April 2015 | 06:25

Kenakalan Sosial Media dan Kita …

Alan Budiman | | 26 April 2015 | 11:08


TRENDING ARTICLES

Biar Miskin Tapi Terhormat …

Ifani | 17 jam lalu

Kenapa Harus Marah? …

Daniel H.t. | 21 jam lalu

Pembekuan PSSI Tidak Akan Ada Sanksi FIFA …

Wilfun Afnan | 22 jam lalu

Tren Musik Kita, Sekarang Dangdut jadi Raja …

Uzi Ne 45 | 23 jam lalu

Siti Juhro Meramal: Jokowi Tak Akan Lama …

Imam Kodri | 25 April 2015 14:54


Subscribe and Follow Kompasiana: