
Dibaca: 7228
Komentar: 117
12 dari 21 Kompasianer menilai inspiratif
Dahlan Iskan/Admin (Tribunnews.com/Herudin)
Lagi-lagi kita bicara Dahlan Iskan. Hampir tak ada henti2nya tokoh kita yang satu ini. Tokoh yang disinyalir menyelamatkan muka SBY pada resuffle KIB2 atau sisa masa kepemimpinannya.
Segala sisi positif dikupas habis di media manapun. Rasanya sulit menemukan sisi negatif pada tokoh mantan wartawan yang kini hidup dengan hati orang lain. Organ tubuhnya boleh sakit tetapi semangat hidup dan berbuat untuk negeri seolah menjadi obat yang paling mujarab, manjur dan tokcer bagi penyakitnya.
Kisah hidupnya yang dibukukan dengan judul ‘ganti hati’ sangat jelas bagaimana perjalanan hidupnya dari keluarga yang serba kekurangan, religius sampai menjadikan dia sosok seorang manajer yang berhasil.
Sebagai wartawan hampir dia menjelajah seluruh bumi ini, dia tidak bisa menunggu pesawat sampai 4 jam dengan mengganggur. Selama sakit dia lebih banyak menghabiskan waktu di Singapore dan Cina. Pada saat yang sama hampir setiap pejabat yang berkunjung ke Cina minta ditemanai pria yang mahir berbahasa Cina. Dia mensyukuri 1 tahun operasi ganti hatinya di Kasmir, India.
Sebagai direktur PLN kisahnya memimpin di PLN banyak ditulis di blog pribadinya. Tulisan yang membuka mata kita semua betapa gilanya dia bekerja. Pagi masih rapat di Jakarta, sore di Sulawesi, mengadakan rapat dengan jajarannya di pulau terpencil menjelang malam (karena faktor geografis), kemudian pagi menjelang subuh sudah berada di pulau lain, sore kembali ke jakarta. Perjalanan yang hampir mustahil bisa dilakukan oleh seorang yang pernah divonis hidupnya tinggal 5 tahun.
Kesederhanaan tokoh inilah yang membesarkan hatinya. Hampir semua perjalanan dinasnya dibiayai oleh uagnya sendiri. Dia juga menolak segala yang berbau mewah. Jiwanya selalu terpaut dengan masa kecilnya yang serba kekurangan. Pendek kata jiwa dan kepribadian yang mendekati kesempurnaan.
Kisah yang menarik dan menjadi subyek tulisan ini adalah dia satu2nya mentri yang hanya lulusan SMA (Madrasah Aliyah). Dan jabatan yang diemban sebagai mentri bukan jabatan remeh temeh. Mengelola BUMN yang berjumlah sekitar 140-an dan banyak masalah di dalamnya. Kalau dia diberi jabatan di Menpora itu bukan sesuatu yang luar bisa. Ibaratnya Menpora itu tidur selama menjabat negara ini tidak akan runtuh. paling-paling Menpora akan disibukan mengurus orang-orang gila di organisasi bola di tanah air ini.
Jabatan Meneg BUMN adalah maqomnya ahli ekonomi, managemen, dsb. Ahli - ahli seperti itu berjibun di negeri ini. Kita mempunyai banyak stock orang-orang lulusan dari universitas luar negeri yang terkenal menjadi kiblat ekonomi dsb. Pakar ini dan itu yang kalau di deret gelarnya membuat terperangah bagi yang membacanya. Bukan tidak mungkin bawahan Dahlan Iskan adalah para jago-jago ekonomi dan managemen lulusan universitas tersebut.
Kisah diangkatnya sorang yang hanya lulusan SMA menjadi mentri adalah semangat baru bagi generasi muda di negeri ini. Karir seseorang bukan melulu ditentukan oleh pendidikan. Di dunia banyak orang-orang yang sukses tanpa mengenyam pendidikan setingkat universitas.
Meneladani kisah sukses beliau, sekolah bukanlah satu-satunya untuk sukses berkarir. Meskipun saya yakin Pak Dahlan juga bukan menyepelekan sekolah. Buktinya anaknya yang sekarang menjadi penyelenggara Kompetesi Basket di tanah air juga lulusan universitas di Amerika.
Kisah hidupnya semoga menginpirasi para anak-anak miskin di negeri ini yang tidak mampu melanjutkan study ke jenjang sarjana. Meskipun anggaran pendidikan 20% yang diklaim sebagai salah satu kesuksesan SBY ternyata di lapangan sekolah itu mahal apalagi kuliah. Masih banyak gedung sekolah yang rusak dan sejuta kisah sedih di dunia pendidikan.
Jika beliau masih diberi umur panjang saya berharap tahun 2014 beliau menjadi orang nomer satu di negeri ini. Kalau tidak siapapun Presiden RI kelak semoga dia masih dipercaya mengemban amanah. Saya dan mungkin juga rakyat Indonesia ingin melihat beliau diberi tugas menjadi Mendikbud. Satu bidang yang sangat menentukan kualitas masa depan bangsa Indonesia. Saat di mana anak bangsa akan mendapatkan pendidikan yag merata dan berkualitas. Kalaupun dia dijadikan Mentri perhubungan semoga pula Bali-Jawa- Sumatra cepat tersambung.
Salam