Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Empuss Miaww

Biarkan sang Rembulan bercerita,,, ( http://empuss-miaww.blogspot.com/ )

Si Cantik Berdarah Dingin (Lyudmila Pavlichenko)

REP | 22 October 2011 | 04:51 Dibaca: 2992   Komentar: 32   4

googling

googling

Dilahirkan di Belaya Tserkov wilayah Ukraina tanggal 12 Juli 1916, tidak ada yang menyangka jika mahasiswa jurusan Sejarah Universitas Kiev ini ikut terjun dalam perang Dunia II saat Jerman menyerang wilayah Russia, dan menjadi salah satu Sniper Legendaris dunia.

Pavlichenko mendaftar sebagai tentara beruang merah di divisi Infanteri, gadis tomboy ini awalnya bermaksud melamar sebagai perawat para tentara yang terluka, namun di tolak. Selanjutkanya dia dipindahkan ke divisi 25 sniper tentara merah bergabung dengan 2000 tentara sniper wanita pertama di Uni Soviet.

Prestasinya dalam Sniper menempatkan dirinya bersaing dengan jajaran 10 sniper terbaik dunia yang di dominasi oleh kaum adam, bahkan dia mengalahkan jumlah sniper legendaris Rusia Vasily Zaytsev, Pavlichenko telah membunuh 309 prajurit Jerman, termasuk 36 Sniper tentara jerman.

Sementara Vasily Zaytsev menurut pengakuan pribadinya, hanya membunuh 148 tentara Nazi, (kisah Vasily Zaytsev pernah di angkat kelayar lebar pada tahun 2001 dengan judul Enemy at the Gates, dimana duel akhir di film tersebut merupakan fiksi)

Ketika Rusia Lyudmila Pavlichenko sniper diwawancarai oleh majalah Time pada tahun 1942, ia mencemoohkan media Amerika.

Satu wartawan bahkan mengkritik panjang rok seragam saya, mengatakan bahwa pada wanita Amerika memakai rok pendek dan seragam selain membuat saya terlihat gemuk,” katanya.

Panjang rok mungkin tidak masalah bagi pembunuh 309 tentara Nazi ini, banyak orang Rusia lebih terinspirasi dengan keberanian dan keterampilan Pavlichenko daripada busananya.

Saya tahu tugas saya adalah untuk menembak manusia,” kenangnya dalam Surat Kabar Rusia. Secara teori munkin semua terlihat mudah, tetapi saya tahu bahwa hal yang nyata akan benar-benar berbeda. Katanya..

Meskipun Pavlichenko bisa melihat musuh dari tempat ia berjongkok di siang hari pertama di medan perang, dia tidak dapat menembak karena gugup.

Tapi itu semua berubah ketika Jerman menembak seorang tentara Rusia muda yang berada di dekat Pavlichenko. Dia begitu menyenangkan, anak yang sangat baik,” katanya. Dan dia dibunuh persis di samping saya. Setelah itu, tidak ada yang dapat menghentikan aku menghabisi mereka..”


Setelah perang Dunia II, Pavlichenko menyelesaikan kuliahnya yang tertunda, selanjutnya dia memulai karir sebagai seorang sejarawan, Pavlichenko meninggal pada tanggal 10 Oktober 1974 pada usia 58 tahun.

Untuk mengenangnya, sebuah seri perangko ke dua di keluarkan pada tahun 1976, jasa – jasanya tidak hanya di akui di Uni Soviet saja, namun juga di akui oleh Amerika Serikat lewat sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Woody Guthrie.

Sumber :

1. http://en.wikipedia.org/wiki/Lyudmila_Pavlichenko

2. http://soviet-awards.com/digest/pavlichenko/pavlichenko1.htm

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 12 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 13 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 8 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Jazz Atas Awan, Mendengar Musik Menikmati …

Pradhany Widityan | 8 jam lalu

Indahnya Kebersamaan di Ultah Freebikers …

Widodo Harsono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: