Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Agam Sidro

lelaki yang sibuk dengan dirinya sendiri

TKW; Tentang Nafsu Seks Lelaki Arab

REP | 16 June 2011 | 21:17 Dibaca: 112094   Komentar: 19   3

13082160811928571685Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya: TKW, tentang Seks Wanita Arab

***

Pengalaman menonton ini membuat si TKW mengetahui berbagai posisi dalam melakukan hubungan seksual. Ia juga membanding-bandingkan “burung” milik Arab, Amerika, Rusia, Afrika dan laki-laki Asia. “Aku suka yang dari Afrika. Hitam dan besar” katanya. “Ngak apa-apa kan? cuma berhayal”. Namun ia mengaku mencintai suaminya. Dan suaminya memiliki kehebatan yang tidak terkalahkan dengan aktor-aktor di BF yang pernah ditontonnya. Ia juga menjelaskan tentang perempuan-perempuan yang ada di Film. “Punya perempuan Asia kecil-kecil, makanya orang Arab suka. Punya perempuan Arab memang besar, tapi tidak bagus”. Katanya.

Si TKW tidak menjelaskan apa yang ia maksud dengan “bagus”, dan saya tidak ingin tahu. Tapi ia melanjutkan, kalau wanita Arab itu dingin. Ia tidak suka macam-macam, terima saja apa adanya. Kalau ada laku-laki yang menyukainya, ya dia langsung suka, tidak mau pilih-pilih. Demikian juga terkait dengan hubungan seksual, wanita Arab lebih suka pasrah saja, laki-lakinya yang aktif. Wanita Arab percaya itu bagian dari pengabdiannya kepada suami. Bagaimanapun, suami adalah “raja” yang harus dilayani. Cara terbaik melayaninya adalah dengan menerima segala perlakuan suami kepada si istri. Si TKW tidak mengatakan dari mana ia mendapatkan info ini, dan siapa yang mengajarkannya.

Lelaki Arab tidak Pandai Merayu

Hampir setali tiga uang dengan wanitanya, lelaki Arab juga bukan seorang yang romantis. Merek lebih suka to the point, langsung ke masalah utama tidak mau bermain-main dulu. Si TKW mengatakan cerita itu berdasarkan pengalaman temannya. Ia sendiri tidak pernah punya pengalaman dengan lelaki Arab. “Itu kan Haram bang, tidak dibolehkan agama”, katanya kepada saya. Dan saya sangat yakin, ia berkata benar. Meskipun ia hanya menutup sebagian kepalanya, memakai blous ketat dan mengenakan jeans yang juga sangat ketat, namun saya tidak mau menduga moralnya dari melihat pakaiannya saja.

Ia mengatakan kalau pria Arab itu suka main langsung dan suka main kasar. Ia menjadikan perempaun benar-benar sebagai “budak seks” yang bisa dperlakukan sesuka hatinya. Kalau ada perempuan yang “menikmati” hubungan itu, lelaki Arab sangat marah. Sebab ia akan merasa tidak dihormati atau ia berfikir si perempuan menganggap ia tidak kuat dalam berhubungan. Lelaki Arab akan merasa perkasa jika si perempuan menerima saja apa-apa yang dilakukan kepadanya. Menurut si TKW, tentu saja itu tidak adil. Bagaimanapun perempuan memiliki hak untuk menikmati sebuah hubungan. Sebab hubungan yang dibangun antara dua manusia sejatinya diambil “manfaat” oleh kedua manusia pula. Namun ia kembali menegaskan kalau ia tidak pernah melakukan hal itu dengan orang Arab. “Itu pendapat aku saja”, katanya.

Lelaki Arab SukaPerempuan Asia

Menurut si TKW, lelaki Arab sangat suka dengan perempuan Asia. “Orang Asia kan kecil-kecil” katanya. Cuma ia heran, kenapa oranng Arab tidak terlalu suka orang Philipina atau Thailand. “Tapi kalau orang Indonesia, seperti anjing lihat bangkai”. Orang Arab sangat bernafsu melihat orang Asia, dalam bentuk bagaimanapun. Bahkan sudah terbungkus dengan pakaian besar dan tebal, mereka tetap saja memandang dengan penuh nafsu.

Si TKW mengatakan, banyak teman-temannya yang menerima saja kalau diajak begituan oleh orang Arab dengan bayaran tertentu. “Mereka mau bayar mahal. kalau sudah suka, berapapun dikasih. Tapi harus jelas dulu, minta uang dulu, kalau ngak, abis main mereka lansung pergi, kita gigit jari”. Teman-temannya melakukan itu dengan alasan tidak mendapatkan pekerjaan. Sudah pengiriman dan sudak beberapa minggu di Arab belum juga mendapatkan kerja. Akhirnya mereka memilih jalan pintas mendapatkan uang. “Tapi sebagian memang suka-suka hati. Katanya pingin rasa Arab mumpung di sini”.

Kekerasan Seksual

“Aku bersyukur” kata si TKW, “majikanku selalu baik padaku, melindungiku dari kemungkinan terburuk perkosaan.” Menurut si TKW, PRT keluarga Arab sering kali mendapatkan perlakuaan kasar, termasuk pemerkosaan. Ia menceritakan seorang temannya yang melarikan diri karena diperkosa oleh majikan laki-lakinya dan anak laki-laki majikannya. Ia melaikan diri dan mau mencari perlindungan di kantor polisi. Bukannya melindungi dan mencari jalan keluar, polisi malah menambah penderitaanya. Ia diajadikan simpanan dua harii di sebuah pos polisi, baru kemudian dilepaskan. Untung ia bisa mendapatkan pertolongan sesama warga Indoensia yang kebetulan melihatnya.

Celaka memang, untuk melarikan diri bukan suatu hal yang mudah. Sebab semua TKW yang bekerja, begitu sampai di rumah di mana ia akan bekerja, passportnya langsung dsimpan oleh majikannya. Tampa passport dan surat-surat lainnya, bagaimana mau pulang ke Indonesia? Tidak mungkin. Maka, katanya, banyak TKW yang tetap pasrah saja atas segala yang menimpa dia. Sebab bagaimanapun, itu sudah pilihannya. Gaji tetap diberikan karena itu terkait dengan kerja sama dengan perusahaan. Setelah setahun bekerja semua TKW bisa mengajikan berhenti kerja. Dan saat itulah mereka meminta berhenti.

Mau jadi Ratu, menikahlah dengan lelaki Arab

Dibalik cerita pahit hidup di negeri Arab, ada juga yang keudian mendapatkan manisnya. Si TKW mengaku ada temannya yang menikah dengan orang Arab. Awalnya, ia bekerja di sebuah rumah. Baru enam bulan bekerja majikan perempuan dan majikan laki-lakinya meninggal dunia karena kecelakaan. Mereka meninggalkan satu-satunya anak mereka yang laki-laki, 12 tahun lebih tua darinya. Anak lelaki ini melamar si TKW untuk menjadi istrinya. Tidak menunggu besok, saat itu suka si TKW meng “iya” kan.

Menurut si TKW, menjadi istri orang arab berarti menjadi ratu. Sebab orang Arab tidak mau istrinya bekerja. Istri akan duduk saja menghias diri dan meayani suami. Ia akan mencarikan orang yang akan melakukan kerja-kerja domestik, memasak, membersihkan rumah dan mencuci pakaian. Si istri tinggal perintah dan terima beres saja. teman si TKW ini sangat beruntung karena menikah dengan lelaki yang baik-baik. Bahkan ia sudah pernah pulang ke Indonesia, membangun rumah untuk mentuanya, dan membiayai mereka naik haji. Ia juga membawa seorang adik laki-laki istrinya ke Arab untuk sekolah.

Baca Juga Tulisan Saya Yang Lain!

Nikmatnya Mencapai “Puncak” | Bersetubuhlah, Jangan Onani! | Esek-esek di KA Jogja-Jakarta | Mengajar Anak Gaya Berciuman | Sssttt…Ada ABG Saling menunjukkan ANU-nya | Doggy Style Sampai Pagi | Bercinta di Perpustakaan | Yang Tidak Istimewa Dari Yogyakarta

Kalau anda merasa tulisan ini bermanfaat Silahkan Beri Nilai di siini :-)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 10 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 12 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 14 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 14 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 8 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 8 jam lalu

Suka Traveling? Ini Perlengkapan Traveling …

Imam Hariyanto | 9 jam lalu

Justru Boy Sadikin-lah yang Pertama Kali …

Daniel H.t. | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: