Back to Kompasiana
Artikel

Sosok

Mahfudz Tejani

Seorang Yang Nasionalis… Yang sedang mencari tujuan hidup di Kuli Batu Republik Indonesia (KBRI) Kuala selengkapnya

Sosok Soekarno Dari Kacamata Kakekku

OPINI | 10 June 2011 | 10:56 Dibaca: 8817   Komentar: 19   2

Illustrasi by www.photobucket.com

Illustrasi by www.photobucket.com

Di dalam setiap bulan Juni ini ada 3 peristiwa yang berkaitan dengan Soekarno, Yaitu tanggal 2 Juni hari lahirnya Pancasila. Yang mana Beliau sendiri adalah salah satu penggalinya ketika pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara yang kemudian beliau sendiri memberikan nama Pancasila. Yang kedua adalah 6 Juni, Yang mana tanggal ini merupakan hari kelahirannya bertepatan dengan tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya. Dan yang terakhir adalah 21 Juni, Dalam tanggal ini beliau meninggal di Jakarta, tepatnya tanggal 21 Juni 1970.

Sosok seorang Soekarno begitu mengakar di dalam jiwa rakyat Indonesia, Apalagi yang hidup sejaman dengan beliau. Kharisma Beliau tidak dapat dinafikan  lagi, Bahkan ada sebagian orang yang mengkultuskan beliau sampai tingkatan Wali dan sangat fanatik terhadap beliau. Salah satunya adalah kakekku sendiri, Beliau sangat menyanjung tinggi Soekarno. Beliau pernah menceritakan kepada saya tentang keberadaan Soekarno dan beberapa cerita mistik di balik kharisma Soekarno. Walaupun ada beberapa cerita yang agak keterlaluan dan terlalu mengagungkan Soekarno, Kita harus memakluminya. Karena mungkin cerita tersebut di sampaikan dari mulut ke mulut saja dan informasi pada waktu itu cukup terbatas. Namun saya sebagai cucunya sangat bangga terhadapnya, karena beliau sangat menghargai dan patuh pada pemimpin Indonesia dengan rasa patiotismenya yang cukup tinggi. Cerita-cerita tersebut di antaranya adalah :

1. Tongkat Soekarno

Kata kakekku, Bahwa kesaktian dan kharisma Soekarno itu terletak pada Tongkatnya. Tongkat tersebut merupakan warisan turun temurun dari leluhurnya yang merupakan keturunan Raja-raja Jawa pada waktu itu. Bahwa barang siapa yang mendapatkan atau di wariskan tongkat tersebut, Beliau akan menjadi pemimpin Indonesia. Dan katanya lagi tongkat tersebut hilang dan raib bersama kemangkatan Soekarno.

2. Kacamata Soekarno

Ketika berbicara tentang Kacamata Soekarno, Kakekku begitu semangat sekali untuk menceritakannya. Katanya kacamata Soekarno itu adalah tembus pandang. Dari sebalik Kacamata tersebut Soekarno mampu mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Bahkan karena Kacamata tersebut, Orang yang melihatnya akan terpesona dan tidak bosan melihatnya.

3. Perbatasan Indonesia dengan Papua New Guini

Sewaktu menentukan tapal perbatasan Indonesia dengan Papua New Guini di bagian Timur, Soekarno berjalan kaki sepanjang perbatasan tersebut untuk menentukannya. Katanya seluruh rakyat Irian Jaya sangat gembira dengan kehadiran Soekarno. Dan Soekarno sangat terkenal di kawasan pedalaman irian jaya.

4.Anekdot Lucu Kakekku tentang perintah Soekarno.

Soekarno sangat terkenal dalam berpidato dan berorasi. Kata-katanya ibarat cambuk dan mampu membakar semangat Nasionalisme rakyat Indonesia dalam menentang kolonial pada waktu itu. Kata Kakekku, beliau masih ingat bahwa Soekarno pernah menginstruksikan, ” Saudara-saudara marilah kita lawan penjajah sampah titik darah penghabisan. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, Jadi kalau kalian mundur selangkah berarti kalian adalah penakut dan pengkhianat.” Pada waktu itu kata-kata Soekarno ibaratkan azimat dalam melawan penjajah. Kakekku dan kawan-kawannya pada waktu dalam posisi terjepit dalam melawan Belanda. Kalau di teruskan berarti sama saja menyodorkan nyawa kepada Belanda. Tapi kalau mundur berarti mereka disebut pengkhianat. Jadi kakekku memberikan solusi pada kawan-kawan yang lain. Kata Bung Karno kalau mundur selangkah saja yang jadi pengkhianat, bagaimana kalau kita mundur tujuh langkah biar selamat ? Akhirnya mereka semua mundur tujuh langkah terlebih dahulu, kemudian lari masuk ke hutan lagi. Alhamdulillah kakekku beserta kawan-kawannya selamat.

Begitulah gambaran tentang sosok seorang  Soekarno menurut pemikiran kakekku. Walaupun terkesan terlalu mengagungkan Soekarno, tapi saya yakin kharisma seorang Pemimpin bangsa bagi rakyatnya tidak dimiliki oleh pemimpin-pemimpin setelah beliau. Kata kakekku lagi, Sayang Seorang yang benar-benar berjuang untuk memerdekakan Bangsanya , meninggal dalam keadaan tidak merdeka

Illustrasi by www.photbucket.com

Illustrasi by www.photbucket.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Messenger Apps di Android yang Akan …

Kevin Anandhika Leg... | | 22 August 2014 | 20:10

Serial Animasi Lokal Mulai Muncul di …

Pandu Aji Wirawan | | 22 August 2014 | 18:29

Keputusan MK tentang Noken, Bagaimana …

Evha Uaga | | 22 August 2014 | 12:23

Berlian …

Katedrarajawen | | 22 August 2014 | 20:01

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: