Artikel

Sosok

Chairul Amri

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Seorang guru yang terus belajar untuk menjadi guru yang bisa ditiru dan digugu, mengelola website: http://www.chairulamri.net

Selamat Datang Di Banda Aceh, Om Jay !


REP | 23 January 2011 | 21:01 Dibaca: 147   Komentar: 10   1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat

1295800647993526088

Foto bersama selesai acara

Selama ini saya hanya membaca dan melihat tulisan dan foto Om jay di Kompasiana dan alhamdulillah Minggu (23/1) saya berkesempatan bertemu dan berjabat tangan bahkan menerima materi yang beliau sampaikan dalam Seminar Nasional IT 2011 yang diadakan di Asrama Haji Banda Aceh.

Salah satu Penulis teraktif Kompasiana, finalis LKT dan juara PTK tingkat nasional, Juara Blog Pusat Bahasa adalah sederetan prestasi Om Jay yang bernama lengkap Wijaya Kusumah ini. Dan yang membuat saya kagum dan terikat secara emosional bahwa beliau adalah seorang guru seprofesi dengan saya. Dan toh nyatanya guru itu bisa berprestasi dan berbuat sesuatu untuk mencerahkan masyarakat.

Sebenarnya saya sudah lama tidak menulis di Kompasiana, tapi kehadiran Om Jay di Banda Aceh membangkitkan selera dan mood saya untuk kembali menulis. Dalam tulisan ini, saya hanya ingin menulis beberapa hal yang saya dapatkan sebagai key learning dari materi yang disampaikan oleh Om Jay, terutama bagaimana sikap seorang guru dalam menghadapi perkembangan TIK dan aplikasinya dalam pembelajaran. Sedikitnya ada 4 (empat) hal yang harus dimiliki seorang guru sebagai berikut:

  • Guru harus ikhlas dan tidak pelit ilmu

Seiring dengan perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi selama ini maka banyak terjadi perubahan-perubahan dalam semua aspek kehidupan tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Guru dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi agar tidak ketinggalan. Namun ternyata masih banyak guru yang gagap ICT sehingga di sini dituntut bagi guru yang sudah menguasai dan memahami ICT dan pemamfaatannya agar tidak pelit dan mau menularkan ilmunya kepada guru-guru lain. Seperti bagaimana mengenalkan internet, membuat email, facebook, blog dan lain-lain.

  • Guru harus mampu menjadi pemandu (teladan)

Tugas guru selanjutnya setelah memahami ICT adalah bagaimana supaya bisa menjadi pemandu peserta didik. Harus diakui pemamfaatan ICT selama ini banyak dikuasai oleh anak-anak bahkan mereka bisa lebih pintar dari gurunya. Nah disinilah dituntut peran guru untuk memandu dan memfasilitasi peserta didik agar mereka tidak salah dalam menggunakan ICT. Karena ICT ini hanyalah alat seperti sebuah pisau yang bisa dimamfaatkan untuk hal yang baik dan juga sebaliknya. Dalam hal ini pula guru harus menjadi model bagi peserta didik dengan memberi contoh yang baik dalam penggunaan ICT. Seperti kata Om Jay “model yang paling tepat adalah keteladanan”. Ide untuk mengkampanyekan Internet (ICT) Sehat patut didukung.

  • Guru itu ibarat mata air.

Jadilah sebagai mata air yang tidak akan pernah habis walaupun selalu diambil airnya. Sebarkan ilmu sebanyak yang di dapat. Publikasikan ilmu melalui berbagai media ICT yang ada agar bisa dimamfaatkan oleh orang lain.

  • Kejujuran Kunci Keberhasilan

Ini adalah moto Om jay, dan saya yakin inilah modal dan prinsip yang dipegang oleh Om jay sehingga beliau bisa berhasil menjadi seorang guru yang profesional. Keikhlasan dan kejujuran memang merupakan kunci  utama untuk meraih kesuksesan.

Akhirnya, penampilan yang sederhana dan penyampaian materi yang menarik membuat peserta antusias dan tanpa terasa waktu pun sudah lewat dari jadwal yang ditentukan panitia. Namun bagi yang ingin lebih lama ngobrol dan diskusi, Om Jay, menyediakan waktu istirahat malamnya untuk KOPDAR terutama bagi rekan-rekan Kompasianer Aceh sebelum beliau bertolak ke Jakarta. kami berdoa’a semoga Om Jay sehat selalu dan bisa terus membagi ilmunya terutama kepada guru-guru. Selamat menikmati Kota Banda Aceh, visit Banda Aceh Year 2011. Wassalam.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: